Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara EA Sports FC 26 Memprediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Timnas Spanyol dalam EA Sports FC 26 (dok. EA/EA Sports FC 26)
  • Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0, sesuai dengan hasil simulasi EA Sports FC 26 yang berhasil memprediksi juara untuk kelima kalinya berturut-turut.
  • EA Sports FC 26 menggunakan pembaruan The World's Game, database pemain superlengkap, serta match engine realistis berbasis AI untuk mensimulasikan turnamen dengan format dan dinamika menyerupai dunia nyata.
  • Meski prediksi juara terbukti akurat, EA Sports FC 26 tetap meleset dalam beberapa aspek seperti top skor, menunjukkan bahwa faktor tak terduga masih berperan besar dalam sepak bola.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Timnas Spanyol resmi menjuarai Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di MetLife Stadium. Sepanjang pertandingan, La Roja mampu tampil mendominasi dengan terus melancarkan serangan sehingga memaksa lini belakang La Albiceleste bekerja ekstra keras. Kemenangan ini memastikan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah setelah terakhir kali menjadi juara pada 2010 di Afrika Selatan.

Usut punya usut, hasil final Piala Dunia 2026 ternyata sesuai dengan simulasi yang dilakukan game EA Sports FC 26 (2025), seri terbaru waralaba EA Sports FC yang sebelumnya dikenal sebagai FIFA. Akurasi prediksi tersebut memperpanjang catatan impresif franchise dalam menebak juara Piala Dunia selama lima edisi beruntun, mulai dari Spanyol (2010), Jerman (2014), Prancis (2018), Argentina (2022), hingga Spanyol (2026). Lantas, apa rahasia di balik keberhasilan EA Sports FC 26 dalam memprediksi hasil Piala Dunia 2026 begitu akurat?

1. EA Sports FC 26 mereplikasi format dan struktur Piala Dunia 2026

skema turnamen mirip Piala Dunia 2026 dalam The World's Game (dok. EA/EA Sports FC 26)

EA dan FIFA sejatinya telah mengakhiri kerja sama mereka setelah perilisan FIFA 23 (2022) karena gagal mencapai kata sepakat terkait perpanjangan lisensi. Oleh sebab itu, EA Sports FC 26 tidak dapat menggunakan nama, logo, maupun identitas resmi Piala Dunia 2026. Sebagai gantinya, game ini merilis pembaruan (update) The World's Game yang mengadopsi format 48 tim serta struktur kompetisi yang identik dengan turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.

Mesin pertandingan (match engine) juga menjadi elemen penting dalam menjalankan simulasi turnamen Piala Dunia 2026. Engine ini memungkinkan game menyimulasikan jalannya pertandingan secara realistis sehingga terasa layaknya pertandingan sepak bola di dunia nyata. Berbekal pembaruan The World's Game, simulasi tersebut mencakup seluruh rangkaian Piala Dunia 2026, mulai dari fase grup, babak 32 besar, babak 16 besar, perempat final, semifinal, perebutan juara ketiga, sampai final.

2. EA Sports FC mempunyai salah satu database pemain terlengkap di industri

pemain sepak bola dalam EA Sports FC 25 (dok. EA/EA Sports FC 25)

Menjalankan simulasi turnamen tanpa data yang mencerminkan kondisi aktual berpotensi menghasilkan prediksi yang bias. Karena itu, EA Sports FC mengandalkan jaringan global yang terdiri atas ratusan editor, pemandu bakat, pelatih, dan analis sepak bola. Mereka secara rutin mengevaluasi performa pesepak bola melalui pengamatan langsung atau rekaman pertandingan, lalu menerjemahkannya ke dalam 35 atribut individu, seperti akselerasi (acceleration), penyelesaian akhir (finishing), dan operan (passing).

Semua data yang telah diolah kemudian dihimpun ke dalam basis data (database) EA Sports FC yang memuat profil sekitar 17 ribu pemain dari berbagai liga, klub, dan negara. Database inilah yang menjadi fondasi match engine dalam menjalankan simulasi pertandingan dengan memperhitungkan atribut setiap pemain. Dengan kata lain, simulasi Piala Dunia 2026 di EA Sports FC 26 tidak berjalan secara acak, melainkan sudah berdasarkan pada data aktual kemampuan para pesepak bola yang telah diterjemahkan ke dalam bentuk digital.

3. Simulasi Piala Dunia 2026 juga mempertimbangkan kekuatan tim

Ultimate Team dalam EA Sports FC 26 (dok. EA/EA Sports FC 26)

Mekanisme kerja EA Sports FC 26 dalam menjalankan simulasi turnamen Piala Dunia 2026 tidak sama saat kamu menyusun skuad di mode Ultimate Team. Soalnya, simulasi tersebut tidak sekadar mengandalkan mekanisme chemistry atau nilai overall (OVR) setiap pemain. Hal ini karena match engine, sebagai penggerak utama simulasi Piala Dunia 2026, memproses banyak aspek sehingga masing-masing pemain dapat berinteraksi dan menjalankan perannya sesuai dengan taktik yang diterapkan.

Match engine dari EA Sports FC 26 telah memperhitungkan atribut serta peran pemain (Player Roles) untuk menciptakan simulasi Piala Dunia 2026 yang menyerupai pertandingan sepak bola sungguhan. Proses ini didukung oleh FC IQ, yaitu sistem taktik dan Artificial Intelligence (AI) yang disempurnakan dari seri-seri EA Sports FC sebelumnya. Melalui sistem tersebut, setiap pemain dapat menjalankan perannya secara dinamis dan fleksibel. Misalnya, bek sayap yang bergerak ke lini tengah untuk membantu penguasaan bola atau gelandang bertahan yang sesekali maju untuk memberikan dukungan serangan.

4. Spanyol sudah digadang-gadang sebagai favorit juara Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol dalam EA Sports FC 26 (dok. EA/EA Sports FC 26)

Sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung, Spanyol memang sudah dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi. Opta, perusahaan analisis olahraga terkemuka asal Inggris, bahkan menjalankan simulasi turnamen sebanyak 25 ribu kali menggunakan model superkomputer untuk memproyeksikan peluang setiap tim. Hasilnya, Spanyol keluar sebagai juara dalam 4.025 simulasi, atau setara dengan peluang sebesar 16,1 persen untuk menjuarai Piala Dunia 2026, yang membuatnya mengungguli Prancis (13 persen), Inggris (11,2 persen), dan Argentina (10,4 persen).

Hasil undian fase grup yang mempertemukan La Roja dengan Uruguay, Cape Verde, dan Arab Saudi, yang tidak termasuk jajaran favorit juara Piala Dunia 2026, menjadi salah satu faktor yang meningkatkan peluang Spanyol. Apalagi, tim yang pernah diperkuat oleh Carles Puyol dan Iker Casillas ini datang dengan performa yang meyakinkan setelah menjuarai UEFA Euro 2025 dan finis sebagai runner-up UEFA Nations League 2025. Di atas kertas, La Roja saat ini juga diperkuat sederet pemain bintang yang tengah berada dalam performa terbaiknya, sebut saja Lamine Yamal yang menjadi salah satu pemain kunci Barcelona hingga Rodri yang dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or 2024.

5. EA Sports FC 26 memiliki prediksi yang meleset

Lamine Yamal dalam EA Sports FC 26 (dok. EA/EA Sports FC 26)

Memprediksi seluruh detail pertandingan sepak bola bukanlah perkara mudah. Di samping kualitas pemain dan tim, hasil pertandingan juga dipengaruhi oleh keputusan wasit, kondisi fisik pemain, serta berbagai faktor tak terduga yang sulit diprediksi dengan model statistik maupun simulasi. Jadi, meski sebuah simulasi dapat menebak juara turnamen dengan tepat, belum tentu seluruh prediksi lainnya juga akan akurat.

Selain memprediksi Spanyol sebagai juara, EA Sports FC 26 juga memprediksi Lamine Yamal yang akan menjadi top skor Piala Dunia 2026. Sayangnya, prediksi ini meleset sebab gelar top skor justru diraih oleh Kylian Mbappe dari Prancis dengan torehan 10 gol. Di sisi lain, Yamal yang diprediksi sebagai top skor hanya mencatatkan 1 gol sepanjang Piala Dunia 2026.

Keberhasilan EA Sports FC 26 memperkirakan Spanyol sebagai pemenang Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa data telah menjadi aset penting yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk menganalisis kemungkinan hasil pertandingan sepak bola. Meski begitu, secanggih apa pun simulasi dan model yang digunakan, sepak bola tetap menyimpan banyak variabel tak terduga yang membuat hasil pertandingan tidak selalu dapat diperkirakan secara sempurna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article