Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

11 Game Pemenang Steam Awards 2025, Ada Silksong!

ilustrasi Hollow Knight: Silksong
ilustrasi Hollow Knight: Silksong (dok. Team Cherry/Hollow Knight: Silksong)
Intinya sih...
  • Hollow Knight: Silksong menjadi Game of the Year setelah penantian panjang, dengan eksplorasi yang intens dan cerita halus.
  • The Midnight Walk terpilih sebagai VR Game of the Year, menawarkan pengalaman personal yang menempel lama di kepala.
  • Baldur's Gate III mendapatkan penghargaan Labor of Love berkat komitmen jangka panjang Larian Studios dalam memberikan update dan konten tambahan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Steam Awards 2025 menjadi momen yang bikin linimasa gamer ramai lagi. Ajang ini bukan cuma soal siapa yang menang, melainkan juga cermin selera gamer global yang makin beragam dan berani. Kebetulan semuanya dipilih oleh pengguna. Judul-judul beken pun mendapatkan panggung di sana, dari game indie yang emosional sampai proyek ambisius dengan teknologi mutakhir.

Tahun ini terasa spesial karena beberapa game yang sudah lama ditunggu akhirnya unjuk gigi. Inilah sebelas game pemenang Steam Awards 2025 yang boleh kamu kenal. Apalagi, kalau kamu milenial atau gen z yang tumbuh bareng budaya gaming digital.

1. Hollow Knight: Silksong menjadi Game of the Year

 ilustrasi Hollow Knight: Silksong
ilustrasi Hollow Knight: Silksong (dok. Team Cherry/Hollow Knight: Silksong)

Hollow Knight: Silksong (2025) akhirnya resmi menyabet gelar Game of the Year setelah penantian panjang yang nyaris jadi mitos internet. Game ini melanjutkan dunia Hallownest lewat sudut pandang Hornet, karakter gesit dengan gaya bertarung yang jauh lebih agresif. Eksplorasi tetap jadi inti, dengan peta luas, rahasia gelap, dan musuh yang menuntut refleks cepat. Ceritanya disampaikan secara halus, membiarkan pemain menyusun sendiri potongan narasi lewat lingkungan dan dialog singkat. Kombinasi seni 2D yang indah, musik melankolis, dan gameplay presisi membuat Silksong dirasa pantas di puncak.

2. The Midnight Walk terpilih sebagai VR Game of the Year

ilustrasi The Midnight Walk
ilustrasi The Midnight Walk (dok. MoonHood/The Midnight Walk)

The Midnight Walk (2025) membuktikan, virtual reality (VR) bukan sekadar gimmick, melainkan medium cerita yang kuat. Game ini mengajak pemain berjalan di dunia surealis yang gelap dan penuh simbol. Ia terasa seperti mimpi aneh menjelang pagi. Kamu berperan sebagai pengelana sunyi yang mencoba memahami makna trauma dan kehilangan. Interaksi berbasis VR dibuat sederhana, tapi imersif. Ia berfokus kepada suasana daripada aksi berlebihan. Hasilnya adalah pengalaman personal yang menempel lama di kepala, bahkan setelah headset dilepas.

3. Baldur's Gate III mendapatkan penghargaan Labor of Love

ilustrasi Baldur's Gate III
ilustrasi Baldur's Gate III (dok. Larian Studios/Baldur's Gate III)

Baldur's Gate III (2023) memenangkan Labor of Love sebagai bukti komitmen jangka panjang Larian Studios. Meski sudah rilis pada 2023, game ini terus mendapat update, perbaikan, dan konten tambahan dari feedback komunitas. Ceritanya berakar pada dunia Dungeons & Dragons dengan pilihan moral yang benar-benar mengubah alur cerita. Tiap karakter punya latar belakang kompleks yang bisa kamu gali lewat dialog dan keputusan kecil. Perhatian detail dan rasa hormat kepada pemain membuat game ini terus hidup dan relevan 2 tahun setelah perilisannya.

4. Hades II keluar sebagai Best Game on Steam

ilustrasi Hades II
ilustrasi Hades II (dok. Supergiant Games/Hades II)

Hades II (2025) membawa formula roguelike cepat dan adiktif ke level berikutnya. Pemain kali ini mengendalikan Melinoe, penyihir muda dengan kekuatan magis yang lebih fleksibel. Ceritanya masih berputar di mitologi Yunani, tapi dengan fokus konflik baru yang lebih personal. Tiap kematian dalam game rasanya bukan lagi hukuman, melainkan bagian dari narasi dan progres karakter. Visual bergaya komik dan dialog cerdas kemudian membuat game ini terasa segar meski terus diulang.

5. Peak menjadi game Better with Friends

ilustrasi Peak
ilustrasi Peak (dok. Team PEAK/Peak)

Peak (2025) meraih penghargaan Better with Friends berkat kekuatan multiplayer kooperatifnya. Game ini mengajak pemain mendaki gunung berbahaya yang terus berubah, tempat kerja sama menjadi kunci utama. Satu kesalahan kecil bisa menyeret seluruh tim kepada kegagalan lucu sekaligus frustrasi. Ceritanya sederhana, tentang bertahan dan mencapai puncak bersama teman. Namun, dari kesederhanaan itu, muncul momen kaos yang bikin ketawa dan bonding alami.

6. Silent Hill f meraih gelar Outstanding Visual Style

ilustrasi Silent Hill f
ilustrasi Silent Hill f (dok. Konami/Silent Hill f)

Silent Hill f (2025) tampil beda dari seri sebelumnya, dengan latar Jepang era lama yang penuh keindahan yang mengerikan. Visualnya memadukan bunga, kabut, dan horor psikologis dengan estetika yang kontras, tapi memikat. Ceritanya berfokus kepada remaja yang terjebak di kota terkutuk dengan trauma personal yang mendalam. Horornya tidak hanya lewat monster, tapi juga lewat simbol dan suasana sunyi. Gaya visualnya terasa berani dan segar tanpa kehilangan identitas Silent Hill itu sendiri.

7. ARC Raiders terpilih sebagai Most Innovative Gameplay

ilustrasi ARC Raiders
ilustrasi ARC Raiders (dok. Embark Studios/ARC Raiders)

ARC Raiders (2025) memenangkan Most Innovative Gameplay karena pendekatannya yang unik pada genre extraction shooter. Pemain harus menjarah dunia futuristik sambil menghindari mesin raksasa dan pemain lain. Tidak semua konflik harus diselesaikan dengan tembakan, karena strategi dan timing jauh lebih penting. Cerita dunianya disampaikan lewat lingkungan dan sisa-sisa peradaban yang hancur. Inovasinya terasa pada kebebasan pemain menentukan cara bertahan hidup di dalamnya.

8. Hollow Knight: Silksong juga menjadi Best Game You Suck At

 ilustrasi Hollow Knight: Silksong
ilustrasi Hollow Knight: Silksong (dok. Team Cherry/Hollow Knight: Silksong)

Selain Game of the Year, Silksong juga dinobatkan sebagai Best Game You Suck At. Itu menjadi pujian tersendiri untuk game dengan tingkat kesulitan yang tinggi, yang menuntut kesabaran dan latihan berulang saat memainkannya. Tiap bos di dalamnya terasa seperti ujian refleks dan pemahaman pola. Ceritanya tidak mengasihani pemain, tapi memberi kepuasan besar saat akhirnya berhasil. Rasa gagal yang berulang justru jadi bagian dari pengalaman yang bikin nagih.

9. Clair Obscur: Expedition 33 mendapatkan titel Best Soundtrack

cuplikan Clair Obscur: Expedition 33
cuplikan Clair Obscur: Expedition 33 (dok. Sandfall Interactive/Clair Obscur: Expedition 33)

Clair Obscur: Expedition 33 (2025) mencuri perhatian lewat soundtrack yang emosional dan elegan. Musiknya mengiringi dunia fantasi kelam dengan sentuhan orkestra dan nuansa Prancis yang kental. Ceritanya tentang sekelompok orang yang mencoba menghentikan takdir kematian misterius. Tiap lagu terasa menyatu dengan momen cerita dan pertarungan. Soundtrack-nya bahkan terasa layak dinikmati terpisah dari gamenya.

10. Dispatch pulang dengan gelar Outstanding Story-Rich Game

 ilustrasi Dispatch
ilustrasi Dispatch (dok. AdHoc Studio/Dispatch)

Dispatch (2025) memenangkan Outstanding Story-Rich Game berkat narasi interaktif yang kuat. Pemain berperan sebagai operator darurat yang mengambil keputusan lewat panggilan telepon. Tiap pilihan berdampak kepada nasib karakter yang tidak pernah kamu lihat langsung. Ceritanya realistis, tegang, dan sering kali emosional. Game ini berusaha membuktikan kalau cerita kuat tidak selalu butuh grafis spektakuler.

11. RV There Yet? menjadi game Sit Back and Relax

ilustrasi RV There Yet?
ilustrasi RV There Yet? (dok. Nuggets Entertainment/RV There Yet?)

RV There Yet? (2025) menjadi pilihan untuk kategori Sit Back and Relax. Game ini mengajak pemain road trip santai dengan RV melewati lanskap indah. Ceritanya ringan, tentang keluarga, kenangan, dan perjalanan tanpa tujuan besar. Gameplay-nya berfokus kepada eksplorasi dan aktivitas kecil yang menenangkan. Ia cocok dimainkan sambil rebahan dan melepas penat setelah hari yang panjang.

Steam Awards 2025 menunjukkan kalau dunia game terus berkembang ke arah yang lebih beragam dan personal. Ada game yang bikin stres, ada yang bikin mikir, ada juga yang cuma ingin menemani kamu untuk santai. Dari Silksong yang brutal sampai RV There Yet? yang adem, semuanya punya tempatnya sendiri. Buat milenial dan gen z, daftar ini bukan cuma soal menang atau kalah, melainkan soal pengalaman yang relevan dengan hidup digital kita. Seperti biasa, di dunia game, cerita terbaik sering datang dari layar yang kelihatannya cuma buat main.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

Apa itu NFC pada HP? Ini Pengertian dan Fungsinya

05 Jan 2026, 16:45 WIBTech