Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Lipa Vs Samsung Jadi Pengingat soal Hak Citra Selebritas

Dua Lipa Vs Samsung Jadi Pengingat soal Hak Citra Selebritas
Dua Lipa (kiri) dan potret dua Lipa yang tampil pada gambar layar TV (kanan) (x.com/PopCrave)
Intinya Sih
  • Dua Lipa menggugat Samsung senilai 15 juta dolar AS karena diduga memakai fotonya tanpa izin pada kemasan televisi yang dijual di Amerika Serikat sepanjang tahun 2025.
  • Samsung membantah pelanggaran sengaja dan menyebut gambar diperoleh dari mitra pihak ketiga, namun tim Dua Lipa menilai perusahaan tetap menggunakan foto meski sudah diminta menghentikannya.
  • Kasus ini menyoroti pentingnya hak citra selebritas dalam industri hiburan, menjadi pengingat bahwa penggunaan identitas publik figur untuk promosi wajib disertai izin resmi dan kompensasi layak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dua Lipa menggugat Samsung sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 260 miliar rupiah setelah wajahnya diduga digunakan tanpa izin pada kemasan televisi yang dijual di Amerika Serikat. Mengutip The Guardian, Selasa (12/5/2026), gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Central District of California. Kasus ini langsung menjadi perhatian publik karena melibatkan isu hak citra selebritas dan dugaan pemanfaatan popularitas artis untuk kepentingan pemasaran produk.

Kasus ini bukan semata-mata soal sengketa antara musisi dan perusahaan teknologi. Perkara tersebut juga menjadi pelajaran penting bahwa penggunaan wajah, foto, maupun identitas publik figur memiliki aturan hukum yang ketat. Dalam industri hiburan modern, citra seorang selebritas dianggap sebagai aset bernilai tinggi yang tidak bisa digunakan sembarangan tanpa persetujuan resmi.

1. Dugaan penggunaan foto tanpa persetujuan

wajah Dua Lipa ditampilkan pada gambar layar TV yang tercetak di kardus kemasan produk
wajah Dua Lipa ditampilkan pada gambar layar TV yang tercetak di kardus kemasan produk (x.com/PopCrave)

Dalam dokumen gugatan, tim hukum Dua Lipa menuduh Samsung memakai foto wajahnya secara mencolok pada kemasan TV yang dipasarkan di Amerika Serikat sepanjang 2025. Foto-foto yang digunakan disebut berasal dari penampilan sang penyanyi di festival musik Austin City Limits 2024. Pihak Dua Lipa mengklaim bahwa ia memiliki hak cipta atas foto tersebut dan tidak pernah memberikan izin penggunaan untuk promosi produk elektronik.

Pelantun lagu "One Kiss" itu menilai Samsung menggunakan fotonya untuk membantu menjual sebagian besar televisi yang dipasarkan di AS tahun lalu tanpa memberikan kompensasi finansial maupun meminta persetujuan langsung. Menurut dokumen hukum yang diajukan di California, Amerika Serikat, wajah Dua Lipa ditampilkan pada gambar layar TV yang tercetak di kardus kemasan produk. Dua Lipa mengaku baru mengetahui penggunaan fotonya pada Juni 2025. Setelah itu, ia disebut langsung meminta Samsung menghentikan penggunaan gambar tersebut. Namun, tim hukumnya menilai perusahaan bersikap mengabaikan dan tidak peduli dan berulang kali menolak menghentikan penggunaan foto tersebut.

“Wajah Nyonya Lipa digunakan secara mencolok untuk kampanye pemasaran massal sebuah produk konsumen tanpa sepengetahuannya, tanpa kompensasi, dan tanpa adanya kendali maupun persetujuan darinya,” tulis gugatan tersebut. Gugatan itu juga menegaskan bahwa “Nyonya Lipa tidak mengizinkan dan tidak akan pernah mengizinkan penggunaan tersebut,” bunyi gugatan tersebut mengutip The Guardian Selasa (12/5/2026).

Sejumlah komentar penggemar di media sosial turut dijadikan bukti bahwa penggunaan foto tersebut diduga memberi keuntungan komersial bagi Samsung. Ada penggemar yang menulis, “Saya akan membeli TV itu hanya karena ada Dua Lipa,” sementara komentar lain berbunyi, “Kalau mau sesuatu laku, tinggal pasang saja foto Dua Lipa.”

2. Samsung bantah sengaja melanggar hak citra

logo Samsung
logo Samsung (samsung.com)

Menanggapi tuduhan tersebut, Samsung membantah telah melakukan pelanggaran secara sengaja. Mengutip BBC, perusahaan menyatakan bahwa gambar Dua Lipa diperoleh dari pihak ketiga yang menjadi mitra konten untuk layanan Samsung TV Plus. Samsung mengaku telah menerima jaminan bahwa seluruh izin penggunaan gambar sudah diamankan, termasuk untuk kebutuhan kemasan retail.

Dalam pernyataannya, Samsung mengatakan penggunaan gambar Dua Lipa dilakukan untuk merepresentasikan konten dari mitra pihak ketiga yang tersedia di Samsung TV Plus. Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka menghormati hak kekayaan intelektual para artis dan tetap terbuka untuk mencari penyelesaian konstruktif bersama tim Dua Lipa. Meski begitu, pihak Dua Lipa menilai Samsung tetap melanjutkan penggunaan gambar tersebut meskipun sudah menerima permintaan untuk menghentikannya.

3. Sengketa yang bisa jadi contoh penting

Dua Lipa
Dua Lipa (instagram.com/dualipa)

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya hak citra atau right of publicity dalam industri hiburan dan periklanan. Hak tersebut berkaitan dengan kendali seseorang atas penggunaan nama, wajah, suara, hingga identitas personalnya untuk kepentingan komersial. Bagi selebritas besar seperti Dua Lipa, citra publik bukan hanya bagian dari identitas, tetapi juga sumber pemasukan utama melalui kerja sama merek dan endorsement.

Selama ini, Dua Lipa dikenal cukup selektif dalam memilih kolaborasi komersial. Ia pernah bekerja sama dengan berbagai merek besar seperti Apple, Porsche, Versace, Bulgari, Chanel, hingga menjadi duta global Nespresso. Dalam gugatan, tim hukumnya menyebut tindakan Samsung dianggap “melecehkan hasil kerja keras” Dua Lipa dalam membangun brand pribadi dan mengurangi kendalinya terhadap nilai komersial citra yang dimiliki. Selain menuntut ganti rugi minimal 260 miliar rupiah, Dua Lipa juga meminta pengadilan mengeluarkan larangan permanen agar fotonya tidak lagi digunakan pada produk atau materi promosi Samsung. Gugatan tersebut mencakup tuduhan pelanggaran hak cipta, pelanggaran merek dagang, pelanggaran hak publisitas California, hingga penyalahgunaan citra untuk kepentingan komersial.

Kasus ini adalah preseden penting bagi perusahaan global dalam menggunakan materi promosi yang melibatkan figur publik. Di era pemasaran digital dan budaya fandom yang sangat kuat, keberadaan wajah selebritas dapat memengaruhi keputusan konsumen secara signifikan. Karena itu, izin penggunaan citra bukan hanya persoalan administratif, melainkan juga menyangkut hak ekonomi, reputasi, dan kontrol seorang artis terhadap merek pribadinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More