Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kekurangan Layar HP Beresolusi Tinggi, Baterai Jadi Boros

5 Kekurangan Layar HP Beresolusi Tinggi, Baterai Jadi Boros
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Karol Smoczynski)
Intinya Sih
  • Layar HP beresolusi tinggi seperti 2K dan 4K membuat tampilan lebih tajam, tapi konsumsi daya meningkat sehingga baterai jadi lebih boros dibanding layar 1080p.
  • Semakin tinggi resolusi layar, harga HP dan biaya perbaikannya ikut naik karena teknologi panel yang lebih canggih serta komponen pendukung yang mahal.
  • Layar beresolusi tinggi membebani CPU dan GPU, meningkatkan risiko panas berlebih serta menurunkan performa gaming jika tidak ditopang chipset kelas atas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Smartphone atau HP modern sudah tak memiliki keyboard atau tombol fisik untuk navigasi. Karena itu, layar menjadi komponen terpenting di HP. Salah satu indikator layar berkualitas adalah resolusinya yang tinggi, mulai 1,5K, 2K, hingga 4K. Resolusi tinggi memang membuat layar makin tajam, tapi hal tersebut juga memberikan kekurangan tersendiri.

Kekurangan layar HP beresolusi tinggi mencakup ketahanan baterai yang menurun, biaya perbaikan tinggi, hingga bikin kinerja CPU terhambat. Mengapa semua hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya?

1. Baterai HP jadi lebih boros

ilustrasi layar HP
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Szabo Viktor)

Dilansir Android Authority, layar beresolusi tinggi seperti 2K (1440p) memiliki pixel lebih banyak sekitar 77 persen dibandingkan layar beresolusi 1080p. Hal tersebut membuat layar 1440p memakan daya dan tenaga yang lebih banyak untuk me-render semua pixel tersebut. Jika resolusinya lebih tinggi seperti 4K, tenaga yang dibutuhkan untuk render bakal meningkat. Untungnya, perbedaan daya tahan baterai dari layar 1080p ke 2K tak terlalu signifikan. Beberapa HP juga memberikan opsi untuk menurunkan resolusi agar baterai lebih awet.

2. HP dengan layar beresolusi tinggi punya harga yang mahal

ilustrasi layar HP
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Azamat E)

Dilansir Tech Radar, semakin tinggi resolusi layar, maka harga HP juga meningkat. Tak hanya soal resolusi layarnya, produsen HP juga akan mengalokasikan dana untuk memasang komponen lain untuk mendukung layar beresolusi tinggi. Contohnya, Samsung Galaxy A17 5G dengan layar 1080p dibanderol mulai Rp4 jutaan. HP mid-range dengan layar 1,5K seperti POCO X8 Pro harganya sekitar Rp5 juta--6 jutaan. Ada juga HP kelas atas seperti POCO F8 Pro dan Samsung Galaxy S26 Ultra dengan layar beresolusi 2K yang harganya Rp8 juta--30 jutaan.

3. Kinerja CPU dan GPU jadi semakin berat

ilustrasi layar HP
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Georgiy Lyamin)

Laman DroidLime menerangkan bahwa layar beresolusi tinggi akan membebani kinerja CPU dan GPU. Lebih spesifiknya, CPU dan GPU akan bekerja lebih keras untuk memproses gambar beresolusi tinggi sehingga bebannya makin berat. Hal tersebut bisa berpengaruh ke hal lain, termasuk gaming. Karena beban CPU dan GPU yang tinggi, game bisa lag, mengalami frame drop, atau kurang lancar saat dimainkan. Untuk menyeimbangkan layar beresolusi tinggi, HP harus menggunakan chipset kelas atas yang punya CPU ngebut dan GPU berkualitas.

4. Adanya risiko overheat atau panas berlebih

ilustrasi layar HP
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Adrien)

Akumulasi antara kerja CPU dan GPU yang tinggi serta baterai yang cepat habis karena layar beresolusi tinggi bisa meningkatkan risiko overheat (panas berlebih). Apalagi, jika kamu sering menggunakan HP di luar ruangan, maka overheat pada HP dengan layar beresolusi tinggi tak bisa dihindarkan. Namun, overheat bisa dicegah dengan pola penggunaan yang normal. Gunakan HP dengan sewajarnya, hindari menggunakan HP di bawah sinar matahari yang terik, dan jangan gunakan HP saat sedang dicas.

5. Biaya perbaikan yang tinggi

ilustrasi layar HP
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Dimitri Karastelev)

Layar beresolusi tinggi memiliki teknologi yang lebih canggih jika dibandingkan layar beresolusi rendah. Tak hanya pixelnya yang lebih banyak, biasanya layar beresolusi tinggi juga menggunakan panel berkualitas seperti AMOLED. Karena itu, biaya perbaikannya sangat tinggi. Dilansir berbagai sumber, HP dengan layar 2K seperti Samsung Galaxy S series punya biaya perbaikan sekitar Rp1 juta--4 jutaan. Biaya perbaikan HP dengan layar 1080p seperti Redmi Note series tak terlalu mahal, yaitu Rp300 ribu--1 jutaan. Di sisi lain, biaya perbaikan HP dengan layar 720p seperti Redmi 10A hanya Rp300 ribuan.

Kamu harus menimbang berbagai kekurangan layar HP beresolusi tinggi sebelum membelinya. Jika kekurangannya terlalu banyak dan terasa merugikan, maka hindari HP dengan layar beresolusi tinggi. Sebaliknya, jika tak masalah dengan semua kekurangan tersebut maka kamu bisa membelinya. Semua pilihan tak ada yang salah karena kebutuhan tiap orang akan berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More