5 Rekomendasi Game untuk Kamu yang Suka Pragmata, Ada Control

- Capcom merilis Pragmata sebagai IP baru dengan kisah astronot Hugh dan android Diana yang berjuang kembali ke Bumi, menonjolkan aksi, eksplorasi, serta hubungan emosional antar karakter.
- Artikel merekomendasikan lima game mirip Pragmata—Binary Domain, NieR: Automata, Control, Death Stranding, dan Scars Above—yang sama-sama mengusung tema futuristik hingga dunia pascaapokaliptik.
- Kelima game alternatif tersebut menawarkan pengalaman sci-fi penuh misteri dan eksplorasi ilmiah yang kuat, cocok bagi pemain yang menyukai atmosfer distopia serta narasi emosional seperti di Pragmata.
Capcom dikenal sebagai developer papan atas yang berhasil memanjakan para gamer lewat deretan karya berkualitas, sebut saja seri Resident Evil, Street Fighter, dan Monster Hunter. Mereka telah menjadi identitas kuat bagi developer asal Jepang yang didirikan oleh Kenzo Tsujimoto tersebut. Hingga April 2026 saja, Capcom sudah merilis tiga game yang masing-masing mendapatkan sambutan positif, yaitu Resident Evil Requiem, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection, serta Pragmata sebagai judul terbaru mereka.
Sebagai intellectual property (IP) baru yang ramai diperbincangkan, Pragmata hadir dengan kualitas yang tak kalah unggul dari IP populer Capcom. Premis ceritanya cukup sederhana: seorang astronot bernama Hugh dan gadis android Diana yang berusaha mencari jalan pulang ke Bumi. Tak hanya alur cerita yang hangat, Pragmata menyajikan petualangan penuh aksi melalui perpaduan mekanisme kombat dan meretas (hacking) yang impresif.
Buatmu yang sudah jatuh hati dengan Pragmata, kamu bisa mencoba deretan game berikut sebagai alternatif. Yuk, ketahui lima game yang disebut-sebut mirip Pragmata berikut.
1. Binary Domain (2012)

Jika mendengar nama Ryu Ga Gotoku Studio, yang mungkin terlintas di benakmu ialah Yakuza atau Like a Dragon yang telah menjadi franchise andalan mereka. Selain piawai menggarap game bertema kehidupan kriminal di Negeri Sakura, studio ini juga pernah menggarap game shooter berjudul Binary Domain. Ia mengambil latar di Tokyo pada 2080 ketika robot mulai menyusup dan perlahan menggantikan peran manusia.
Binary Domain mempunyai beberapa kesamaan dengan Pragmata, terutama dari segi atmosfer dan world-building. Keduanya sama-sama membawamu ke dunia futuristik bernuansa distopia ketika perkembangan teknologi mulai mengancam peradaban umat manusia. Dari segi gameplay, Binary Domain dan Pragmata juga mengandalkan teknologi sebagai alat bantu dalam pertempuran.
2. NieR: Automata (2017)

NieR: Automata dimaksudkan sebagai kelanjutan dari NieR (2010). Berlatar ribuan tahun setelah game pertamanya, game ini menceritakan sekelompok android yang terdiri atas 2B, 9S, dan A2. Mereka dikirim untuk mengeklaim kembali Bumi yang telah dikuasai oleh mesin.
Sama seperti Pragmata, NieR: Automata menghadirkan mekanisme hacking, hanya saja dengan gaya yang khas. Kedua game ini turut mengeksplorasi hubungan antara manusia dan artificial intelligence (AI) secara mendalam. Bedanya, NieR: Automata meramunya dengan narasi yang filosofis, sementara Pragmata lebih menekankan interaksi emosional yang dirasakan oleh duo Hugh dan Diana.
3. Control (2019)

Dibuat oleh developer yang pernah menggarap duologi Alan Wake, Control mengisahkan Jesse Faden yang mendatangi sebuah gedung rahasia bernama Federal Bureau of Control (FBC) untuk mencari saudara laki-lakinya yang hilang. Sesampainya di sana, ia justru terjebak dalam pengaruh entitas supranatural bernama Hiss yang merasuki para pegawai. Secara mengejutkan, Jesse terpilih sebagai Direktur FBC dan harus berjuang membalikkan keadaan sekaligus mengungkap misteri di balik keberadaan saudaranya.
Control dan Pragmata sama-sama menghadirkan nuansa dunia penuh misteri yang tidak sepenuhnya dipahami oleh protagonis. Lewat kedua game ini, kamu dapat memanfaatkan elemen di lingkungan sekitar guna mendukung progres permainan. Control dan Pragmata akan mengajakmu mengeksplorasi sebuah tempat tertutup yang terbatas, tetapi penuh dengan malapetaka.
4. Death Stranding (2019)

Hideo Kojima adalah sosok kreator sekaligus desainer game yang cukup diakui di dunia. Salah satu mahakaryanya ialah Death Stranding, sebuah game action adventure yang mengangkat tema isolasi dan kemanusiaan di tengah dunia pascaapokaliptik. Ia berfokus pada seorang kurir bernama Sam Porter Bridges yang memiliki misi untuk menghubungkan kembali kota-kota yang terputus akibat fenomena aneh yang mengacaukan realitas.
Pragmata menawarkan pengalaman serupa dengan balutan dunia fiksi ilmiah yang sunyi dan terasa tidak normal. Jika dalam Pragmata ada Hugh dan Diana, maka dalam Death Stranding terdapat duo Sam dan BB-28 yang kemudian dia beri nama Lou. Kedua game ini bakal menampilkan hubungan Hugh-Diana dan Sam-Lou yang kemudian berkembang menjadi ikatan yang hangat.
5. Scars Above (2023)

Bergenre third person shooter, Scars Above merupakan game besutan Mad Head Games yang bekerja sama dengan Saber Interactive. Di sini, kamu akan diperkenalkan dengan Dr. Kate Ward, seorang ilmuwan yang tergabung dalam tim penelitian luar angkasa. Namun, sebuah insiden tak terduga membuat pesawat yang mereka tumpangi jatuh ke sebuah planet asing sehingga memaksa Kate mencari keberadaan anggota timnya yang tersisa.
Jika membahas game yang memiliki benang merah dengan Pragmata dari segi konsep, maka Scars Above pantas menjadi salah satunya. Mereka menawarkan eksplorasi di dunia yang terasa tidak bersahabat. Selain itu, Scars Above dan Pragmata mengusung nuansa ilmiah yang solid dengan ciri khasnya masing-masing.
Sebagai game sci-fi, Pragmata menekankan aksi, eksplorasi, dan hubungan antarkarakter yang emosional. Mulai dari dunia futuristik distopia hingga situasi supranatural, kelima game alternatif tadi bisa menjadi rekomendasi yang tidak kalah berkesan. Tertarik untuk mencoba?













![[QUIZ] Jenis Aplikasi Favoritmu Bisa Ungkap Prioritas Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20250603/rami-al-zayat-w33-zg-dnl4-unsplash-a5544ac6e438978a52774589906c8ddb-c965c1354252b0a80d30b8c0c790ab63.jpg)




