6 Seri Game yang Ganti Karakter Utama Laki-Laki ke Perempuan

- Banyak franchise game besar mengalami perubahan karakter utama dari laki-laki ke perempuan sebagai bentuk penyegaran cerita dan penyesuaian dengan perkembangan zaman.
- Contoh transisi sukses terlihat pada The Walking Dead, The Last of Us, hingga Dishonored yang menampilkan protagonis perempuan kuat seperti Clementine, Ellie, dan Emily.
- Perubahan ini tidak hanya memperkaya narasi tetapi juga membawa identitas baru bagi seri seperti Ms. Pac-Man dan Nier: Automata yang berhasil menarik perhatian pemain generasi baru.
Dalam berbagai bentuk media, franchise yang sudah lama berjalan biasanya mengalami perubahan, entah karena mengikuti perkembangan zaman atau sekadar memberi arah baru pada cerita. Meski beberapa seri game seperti Tomb Raider atau Mario sulit lepas dari karakter ikoniknya, banyak juga game yang akhirnya mengganti karakter utama seiring berjalannya waktu.
Dalam satu dekade terakhir, ada peningkatan kasus di mana seri game yang awalnya berfokus pada karakter utama laki-laki beralih ke karakter utama perempuan. Perubahan seperti itu umumnya terjadi setelah kisah karakter utama sebelumnya dianggap selesai. Berikut beberapa di antaranya.
1. Pac-Man – Pac-Man ke Ms. Pac-Man

Tren ganti gender di dalam game sebenarnya sudah ada dari dulu, bahkan salah satu seri game terbesar langsung melakukannya di sekuel pertamanya. Pac-Man memang jadi maskot yang melegenda, tapi kehadiran Ms. Pac-Man bukanlah sekadar versi perempuan dari dirinya. Game Ms. Pac-Man sendiri menyempurnakan formula dengan AI yang lebih pintar dan desain maze yang lebih variatif, sehingga membuatnya lebih fresh dan menarik bagi lebih banyak pemain. Secara gameplay keduanya memang hampir sama, hanya dibedakan tampilan seperti pita dan lipstik, tapi Ms. Pac-Man tetap berhasil membangun identitasnya sendiri dan bahkan sempat memiliki beberapa game mandiri.
2. The Walking Dead – Lee ke Clementine

Salah satu contoh transisi gender terbaik di dalam game adalah The Walking Dead dari Telltale, di mana perjalanan Lee perlahan mempersiapkan Clementine untuk bertahan hidup setelah kepergiannya yang sangat natural dan emosional. Di sepanjang musim pertama, pilihan-pilihan yang dibuat pemain ikut membentuk karakter Clementine sekaligus memperkuat ikatan antara keduanya. Ketika akhirnya fokus berpindah, Clementine sudah terasa seperti protagonis sejati, dan ia berhasil membawa cerita The Walking Dead ke level berikutnya. Clementine tumbuh dari seorang anak kecil yang ketakutan menjadi penyintas tangguh dalam perjalanan panjang yang sangat berkesan.
3. The Last of Us – Joel ke Ellie

The Last of Us pada dasarnya mengikuti pola yang mirip dengan The Walking Dead, di mana Joel perlahan mundur dan memberi ruang bagi Ellie untuk mengambil peran utama. Bahkan sejak game pertama, Ellie sebenarnya sudah menjadi karakter paling penting, di mana keberadaannya menjadi pemicu utama cerita sekaligus alasan di balik perubahan Joel. Ia juga mendapat porsi cerita khusus di bagian “Winter” yang sering dianggap sebagai salah satu momen terbaik dalam serinya, ditambah lagi perannya di DLC “Left Behind” yang juga sangat kuat. Secara keseluruhan, The Last of Us dikenal sebagai salah satu kisah hubungan ayah-anak pengganti paling ikonik di industri gaming, dengan sekuelnya yang menggali konsekuensi dari hubungan tersebut.
4. Dishonored – Emily ke Corvo

Corvo tidak benar-benar menghilang di seri Dishonored. Di game kedua, ia justru kembali sebagai salah satu protagonis bersama Emily. Di awal permainan, pemain bebas memilih siapa yang akan mereka mainkan, dan masing-masing memiliki kemampuan unik yang mendukung berbagai gaya bermain. Dari sisi gameplay, keduanya sama-sama solid, tetapi secara cerita, Emily lebih pas karena memiliki hubungan yang lebih personal dengan antagonis utama, Delilah. Bahkan, menurut salah satu laporan, Arkane awalnya memang merancang Dishonored 2 sebagai game dengan kisah yang sepenuhnya berfokus pada Emily, dengan Corvo yang lebih mengambil peran sebagai pendamping.
5. Silent Hill – Harry ke Heather

Berbeda dari kebanyakan game Silent Hill yang biasanya menghadirkan cerita terpisah dengan protagonis “orang biasa” (dan umumnya laki-laki), Silent Hill 3 tampil unik dalam beberapa hal. Game tersebut menjadi sekuel langsung dari game pertama, meninggalkan formula karakter yang “everyman” dan menjadi satu-satunya dari tujuh game awal yang berfokus pada protagonis perempuan. Heather, putri Harry yang diperkenalkan di akhir game pertama, tampil memukau di game itu karena digambarkan seperti remaja 17 tahun yang realistis, baik dari sikap maupun kepribadian. Dirinya yang rentan membuat elemen horor di Silent Hill 3 menjadi semakin kuat dan menghasilkan pengalaman psikologis yang lebih menegangkan.
6. Nier – Gestalt ke 2B

Berbeda dengan seri game lain yang sudah besar sebelum berubah arah, Nier justru berangkat dari posisi yang cukup niche. Drakengard dan Nier memang memiliki banyak penggemar setia, tapi jauh dari kata sukses besar. Akan tetapi, semuanya berubah ketika Nier: Automata dirilis dan langsung melejitkan serinya ke level popularitas yang benar-benar baru. Karakter 2B bahkan menjadi ikon utama, hingga di titik menutupi protagonis sebelumnya. Pada 2017 saja, Automata sudah terjual lebih dari 2 juta kopi, yang mana itu merupakan angka yang sangat tinggi untuk seri game yang dulunya tergolong niche. Selain itu, kesuksesan Automata juga membuka jalan bagi game pertamanya untuk hidup kembali lewat versi remake.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa seri game yang ganti karakter utama laki-laki ke perempuan. Dari beberapa seri game di atas, ada favoritmu?

![[QUIZ] Dari Jenis Mouse Pilihanmu, Kami Bisa Tebak Karaktermu](https://image.idntimes.com/post/20260409/1000009951_fb90d9a6-c471-4ac7-b066-162f36f66ed1.jpg)
















