Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai perkembangan akal imitasi (artificial intelligence/AI) telah mengubah cara kejahatan siber dilakukan. Deepfake dan rekayasa sosial yang memanfaatkan AI telah membuat penipuan semakin sulit dikenali.
Oleh karena itu, dia menegaskan keamanan siber harus dirancang sejak awal dalam pembangunan teknologi dan platform digital, bukan baru ditangani setelah serangan terjadi.
“Kita perlu bergeser ke desain atau proses bisnis yang mengutamakan keamanan. Ini yang kita sebut sebagai security by design,” ujarnya dalam acara Kaspersky's Academic Partners Summit 2026 di Jakarta, Rabu (19/08/2026).
