Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fitur iPhone yang Awalnya Dibenci Namun Jadi Disukai Pengguna

5 Fitur iPhone yang Awalnya Dibenci Namun Jadi Disukai Pengguna
ilustrasi iPhone (Unsplash/Adrien)
  • Apple berkali-kali mengubah iPhone lewat layar lebih besar, penghapusan tombol Home, dan gestur swipe; inovasi yang sempat ditolak ini kemudian menjadi kebiasaan pengguna.
  • Face ID dan desain notch pada iPhone X awalnya dikritik karena dianggap kurang praktis atau mengganggu, lalu berkembang menjadi fitur yang diterima, termasuk melalui Dynamic Island.
  • Modul kamera iPhone yang makin menonjol sempat dicibir, tetapi peningkatan lensa, sensor, dan tiga kamera 48MP pada model terbaru mendorong kualitas foto-video serta minat upgrade.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam hampir 20 tahun perjalanannya, iPhone terus mengalami berbagai perubahan desain dan menghadirkan ide-ide baru yang awalnya kerap ditolak pengguna, namun kemudian terbukti tepat dan bahkan berakhir menjadi standar industri. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Steve Jobs bahwa pengguna sering kali belum mengetahui apa yang mereka inginkan sebelum diperkenalkan pada sesuatu yang baru. Karenanya, rumor soal iPhone lipat dan desain ulang besar-besaran untuk merayakan ulang tahun ke-20 iPhone pada 2027 kemungkinan akan kembali memicu perdebatan, meski seperti sebelumnya, pengguna mungkin pada akhirnya akan menerima dan menyukai perubahan tersebut. Berikut beberapa fitur iPhone yang awalnya dibenci tapi lama-lama disukai pengguna.

  1. 1. Layar lebih besar

    amanz-4gtMwj9uxwc-unsplash.jpg
    ilustrasi layar iPhone (Unsplash/Amanz)

    Dulu iPhone dikenal dengan layar 3,5 inci, di saat brand HP Android mulai mengandalkan layar yang lebih besar untuk menonjolkan keunggulan mereka atas Apple. Apple sempat mempertahankan pendekatan layar ringkas hingga memperkenalkan iPhone 5 dengan layar 4 inci, namun setelah para pesaing terus memperbesar layar dan Apple berulang kali mengkritik tren tersebut, mereka akhirnya ikut berubah lewat iPhone 6 dan iPhone 6 Plus dengan layar berukuran 4,7 inci dan 5,5 inci. Meski awalnya dianggap kurang nyaman digenggam, ukuran besar kemudian semakin diterima karena menawarkan baterai yang lebih awet, pengalaman menonton yang lebih lega serta kenyamanan ketika bermain gim. Bahkan, ukuran layar terbesar untuk iPhone saat ini sudah mencapai 6,9 inci.

  2. 2. Gestur swipe

    Apple mulai menghapus tombol Home sejak iPhone X, sehingga pengguna harus mempelajari gestur swipe untuk kembali ke layar utama, membuka aplikasi yang sedang berjalan atau memanggil Siri. Perubahan ini awalnya ditolak sebagian pengguna yang merasa kehilangan tombol fisik, tetapi lama-kelamaan fitur gestur ini menjadi cara interaksi standar di iPhone. Menariknya, Apple tetap mempertahankan iPhone dengan Touch ID yakni iPhone SE generasi ketiga, hingga akhirnya dihentikan dan digantikan iPhone 16e pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Apple terus mendorong inovasi, mereka juga memberi waktu bagi pengguna untuk beradaptasi dengan perubahan besar ketika menggunakan iPhone.

  3. 3. Face ID

    how-to-set-up-and-use-face-id-on-your-iphone_ju1f.jpg
    ilustrasi Face ID (dok. Apple)

    iPhone X turut memopulerkan Face ID, fitur pengenalan wajah yang awalnya banyak dikeluhkan karena dianggap kurang praktis dibandingkan Touch ID dan menimbulkan kekhawatiran soal keamanan. Namun seiring berjalannya waktu, Face ID terbukti sangat aman, nyaman digunakan dalam kondisi gelap, saat berbaring maupun ketika tangan basah atau kotor. Kekurangannya paling terasa ketika pandemi karena wajah tertutup masker, meski Apple kemudian menghadirkan pembaruan yang memungkinkan pengguna membuka iPhone dengan bantuan Apple Watch. Face ID juga mampu mengenali pengguna meskipun penampilannya berubah, misalnya karena menggunakan banyak riasan, serta terus beradaptasi dengan mempelajari wajah pengguna setiap kali melakukan verifikasi.

  4. 4. Notch pada layar dan Dynamic Island

    Selama bertahun-tahun, iPhone dikenal dengan bezel di bagian atas dan bawah layar yang kemudian menjadi ciri khasnya. Namun, semuanya berubah ketika Apple memperkenalkan notch atau poni lewat iPhone X pada 2017 sebagai “rumah” bagi sensor Face ID. Desain ini sempat dianggap jelek dan bahkan menjadi bahan ejekan Samsung, meskipun pada akhirnya banyak produsen lain ikut mengadopsi konsep serupa. Apple kemudian mengembangkan notch menjadi Dynamic Island pada iPhone 14 Pro, yang awalnya juga dikritik karena terlihat tidak berguna, tetapi lama-kelamaan diterima karena mampu menampilkan berbagai informasi secara interaktif, seperti lagu yang sedang diputar, proses mengirim file hingga unggahan Instagram Story.

  5. 5. Modul kamera yang menonjol

    samuel-angor-gJlH4xPOpn8-unsplash.jpg
    ilustrasi modul kamera iPhone (Unsplash/Samuel Angor)

    Sejumlah pengguna memang sering mengkritik modul kamera iPhone yang menonjol, yang mulai mencolok sejak iPhone 6 dan terus membesar seiring peningkatan ukuran lensa serta sensor. Kini, desain tersebut berkembang menjadi lebih besar lagi pada iPhone 17 Pro dan iPhone Air. Meski awalnya menuai banyak cibiran, kualitas iPhone terbaru tetap membuat banyak pengguna tertarik melakukan upgrade, terutama berkat tiga kamera 48MP yang mampu menghasilkan foto lebih baik daripada iPhone generasi sebelumnya. Apple juga terus membuka fitur-fitur baru bagi pengguna dan developer agar iPhone bisa menghasilkan foto maupun video dengan kualitas yang semakin mendekati kamera profesional.

    Itulah tadi ulasan mengenai beberapa fitur iPhone yang awalnya dibenci tapi lama-lama disukai pengguna. Selain fitur-fitur di atas, fitur apa lagi yang dulunya kamu benci dari iPhone namun kini kamu malah menyukainya?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More