Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Adu Pixel Tag vs AirTag vs SmartTag2, Jangan Salah Pilih!

Adu Pixel Tag vs AirTag vs SmartTag2, Jangan Salah Pilih!
Pixel Tag (kiri) (blog.google) | Apple AirTag (tengah) (apple.com) | Galaxy SmartTag2 (kanan) (samsung.com)
  • Google memperkenalkan Pixel Tag pada 12 Agustus 2026 dan menjadwalkan penjualan mulai 11 November 2026; harganya hampir setara AirTag dan Galaxy SmartTag2.
  • Ketiganya memakai baterai CR2032 serta mengandalkan Bluetooth, UWB, dan jaringan perangkat sekitar untuk pelacakan; fitur presisi bergantung pada kompatibilitas perangkat.
  • Pilihan utama ditentukan ekosistem: AirTag untuk iPhone, SmartTag2 untuk Samsung Galaxy, sedangkan Pixel Tag mendukung Android 9 ke atas namun fitur lanjut memerlukan perangkat lebih baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehilangan kunci, dompet, atau tas kini tidak lagi harus membuat pengguna membongkar setiap sudut rumah. Cukup memasang perangkat pelacak, lokasi barang bisa diketahui melalui smartphone. Setelah Apple mempopulerkan kategori ini lewat AirTag, Samsung hadir lewat Galaxy SmartTag2 dan kini Google juga ikut meramaikan persaingan lewat Pixel Tag.

Belum lama ini, Google memperkenalkan Pixel Tag dalam ajang Made by Google bersamaan dengan peluncuran Pixel 11 series pada 12 Agustus 2026. Perangkat ini menjadi item tracker pertama Google dan dijadwalkan mulai dijual pada 11 November 2026. Lantas, ketika Pixel Tag disandingkan bersama AirTag dan Galaxy SmartTag2, mana yang paling layak dipilih?

  1. 1. Ketiga smart tag memiliki harga yang hampir setara

    Google Pixel Tag
    Google Pixel Tag (blog.google)

    Dari sisi harga, ketiganya berada di kelas yang hampir sama. Pixel Tag dibanderol 29 dolar Amerika Serikat (setara Rp518 ribu) untuk satu unit atau 99 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 1,76 juta) untuk paket empat, sama seperti AirTag. Sementara itu, Galaxy SmartTag2 sedikit lebih mahal, yakni 30 dolar Amerika Serikat (Rp535 ribu) untuk satu unit dan 100 dolar Amerika Serikat (Rp1,78 juta) untuk paket empat.

    Perbedaan lebih terlihat pada desain fisiknya. AirTag hadir sebagai cakram kecil berbentuk bulat dan pipih, sedangkan Galaxy SmartTag2 memakai desain menyerupai pil yang memiliki lubang cincin logam bawaan untuk dipasang ke gantungan kunci. Pixel Tag juga mengusung bentuk menyerupai pebble berukuran sekitar 46 x 28 x 5,4 mm, beratnya kurang dari 12 gram, tetapi tidak memiliki lubang gantungan bawaan sehingga pengguna kemungkinan membutuhkan casing atau holder.

    Untuk saat ini, Pixel Tag hanya tersedia dalam satu pilihan warna Fog, yakni abu-abu muda. Ketiga tracker juga sama-sama memakai baterai koin CR2032 yang dapat diganti ketika dayanya habis. Google dan Apple mengklaim perangkatnya mampu bertahan lebih dari satu tahun dalam pemakaian normal, sedangkan Samsung mengklaim Galaxy SmartTag2 bisa mencapai 500 hari dalam mode normal dan hingga 700 hari menggunakan mode hemat daya.

  2. 2. Ketiga smart tag memiliki cara kerja yang sama

    Cara kerja Apple AirTag
    Cara kerja Apple AirTag (apple.com/airtag)

    AirTag generasi terbaru mengandalkan Ultra Wideband (UWB) untuk membantu pengguna menemukan barang yang berada di sekitar. Melalui iPhone, pengguna dapat melihat arah dan perkiraan jarak menuju tracker berkat fitur Precision Finding yang kini memiliki jangkauan 50 persen lebih luas berkat chip UWB generasi kedua. Speaker-nya juga 50 persen lebih keras dan diklaim dapat terdengar hingga dua kali lebih jauh. Saat berada di luar jangkauan koneksi langsung, AirTag memanfaatkan jaringan Find My sehingga perangkat Apple lain di sekitar dapat mendeteksi lokasinya secara anonim dan mengirimkannya kepada pemilik.

    Pixel Tag membawa pendekatan serupa, tetapi memanfaatkan ekosistem Android melalui UWB dan Bluetooth Channel Sounding untuk pelacakan jarak dekat. UWB membutuhkan smartphone yang memiliki chip khusus, sedangkan Bluetooth Channel Sounding dapat mengukur jarak tanpa UWB, tetapi membutuhkan perangkat yang menjalankan Android 16 atau lebih baru dan Bluetooth 6.0 atau lebih baru. Ketika berada di luar jangkauan langsung, Pixel Tag beralih ke jaringan Find Hub yang memanfaatkan perangkat Android lain untuk membantu mendeteksi lokasinya. Jumlah perangkat Android yang besar berpotensi menjadi keunggulan Google, terutama di area ramai seperti bandara, pusat perbelanjaan, dan kawasan perkotaan.

    Galaxy SmartTag2 juga menggabungkan Bluetooth dan UWB, bahkan memiliki jangkauan Bluetooth hingga 120 meter dalam kondisi ideal menurut Samsung. Namun, pelacakan UWB yang lebih presisi hanya tersedia jika smartphone Galaxy yang digunakan memiliki chip UWB, sehingga tidak semua perangkat Samsung bisa memanfaatkan seluruh kemampuannya. Untuk menemukan barang dari jarak jauh, SmartTag2 mengandalkan jaringan SmartThings Find yang memanfaatkan perangkat Galaxy lain di sekitarnya.

  3. 3. Ekosistem menjadi faktor terpenting sebelum membeli salah satu dari ketiga tracker

    Galaxy SmartTag2
    Galaxy SmartTag2 (samsung.com)

    Di antara spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, ekosistem justru menjadi faktor paling penting sebelum membeli salah satu tracker ini. Ketiganya tidak bisa digunakan secara bebas lintas platform, sehingga pilihan smartphone akan sangat menentukan perangkat mana yang paling masuk akal.

    Galaxy SmartTag2 menjadi yang paling terbatas karena dirancang untuk smartphone dan tablet Samsung Galaxy melalui aplikasi SmartThings Find. Pengguna Pixel, OnePlus, iPhone, maupun perangkat nonGalaxy lainnya tidak bisa menggunakannya sebagai tracker sehari-hari secara penuh. Keunggulan SmartTag2 justru terasa ketika pengguna sudah berada di dalam ekosistem Samsung.

    AirTag juga memiliki batasan serupa. Pengguna membutuhkan iPhone atau iPad untuk melakukan setup dan menikmati pengalaman pelacakan secara penuh. Smartphone Android memang dapat memindai AirTag yang hilang melalui NFC dan melihat informasi kontak pemilik ketika Lost Mode diaktifkan, tetapi tidak mendapatkan seluruh fitur pelacakan seperti pengguna Apple.

    Pixel Tag sedikit lebih fleksibel karena dapat digunakan pada smartphone Android yang menjalankan Android 9 atau lebih baru. Namun, fitur pelacakan tingkat lanjut tetap membutuhkan hardware dan software yang lebih baru. Pixel Tag juga belum menjadi tracker lintas platform yang bisa memberikan pengalaman penuh kepada pengguna iPhone.

  4. 4. Mana yang paling cocok untuk kebutuhan sehari-hari?

    Galaxy SmartTag2 mengantongi sertifikasi IP67
    Galaxy SmartTag2 mengantongi sertifikasi IP67 (samsung.com)

    Jika menggunakan iPhone, AirTag masih menjadi pilihan paling masuk akal. Jaringan Find My yang sudah matang menjadi salah satu keunggulan utamanya, sementara chip UWB generasi baru dan speaker yang lebih keras membuat pencarian barang dari jarak dekat semakin mudah. Integrasinya ke ekosistem Apple juga membuat proses setup dan penggunaan terasa lebih sederhana.

    Bagi pengguna Samsung Galaxy, Galaxy SmartTag2 tetap menjadi pilihan yang menarik. Daya tahan baterainya panjang dan integrasinya ke SmartThings Find membuatnya cocok untuk pengguna yang sudah mengandalkan ekosistem Samsung. Namun, pastikan smartphone Galaxy yang digunakan mendukung fitur tertentu, terutama UWB, jika ingin mendapatkan pengalaman pelacakan paling lengkap.

    Sementara itu, Pixel Tag menjadi pilihan paling menarik bagi pengguna Android di luar ekosistem Samsung. Harganya hampir sama seperti AirTag, kompatibel dengan lebih banyak perangkat Android, memiliki sertifikasi IP67, dan mengandalkan jaringan Find Hub yang menurut Google mencakup lebih dari satu miliar perangkat. Kekurangannya, pengguna masih harus menunggu hingga 11 November 2026 sebelum Pixel Tag resmi tersedia di pasaran.

    Pada akhirnya, tidak ada satu tracker yang benar-benar unggul untuk semua pengguna. AirTag paling cocok untuk pengguna iPhone, Galaxy SmartTag2 untuk pengguna Samsung Galaxy, sedangkan Pixel Tag menjadi pilihan menarik bagi mayoritas pengguna Android lainnya. Jadi, sebelum membeli, pastikan tracker yang dipilih memang sesuai dengan smartphone yang digunakan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More