Meski kamu sudah lama menggunakan HP Android, besar kemungkinan masih ada beberapa kebiasaan lama yang tanpa disadari membuat pengalaman penggunaan menjadi kurang nyaman. Bukan karena kamu salah, tapi karena fitur terus berubah, spesifikasi semakin mumpuni dan Android semakin pintar di tiap pembaruan, sementara caramu menggunakan Android masih seperti dulu. Berikut beberapa kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan pengguna Android.
Beberapa Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Pengguna Android

1. Menutup semua aplikasi di menu recent apps setiap saat
Menu recent apps di Android memang sangat memudahkan ketika pindah-pindah aplikasi, tapi kebiasaan menutup semuanya tiap kali selesai menggunakan aplikasi demi membersihkan RAM sebenarnya tidak perlu. Android sudah cukup pintar mengatur RAM sendiri, sehingga deretan aplikasi di menu recent apps biasanya tidak otomatis membuat HP menjadi lemot. Justru jika kamu menutup aplikasi dari menu recent apps membukanya lagi, Android jadi harus memuatnya lagi dari nol, yang mana itu lebih boros sumber daya. Jadi, daripada menutup semua aplikasi di menu recents app, akan lebih masuk akal jika hanya menutup aplikasi yang benar-benar tidak akan kamu pakai dalam waktu dekat.
2. Menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya
Android memang identik dengan kebebasan, di mana salah satunya adalah kemampuan memasang aplikasi dari luar Play Store (sideloading) untuk mencoba aplikasi tertentu yang tidak tersedia secara resmi. Namun konsekuensinya, jika kamu mengundung file APK dari sumber yang tidak jelas, kamu otomatis melewati pengecekan keamanan yang biasanya dilakukan Play Store. Sideloading sendiri bukanlah hal buruk dan biasanya aman-aman saja, tapi risikonya tetap ada. File APK berbahaya bisa menyusupkan malware atau mencuri data sensitif yang tersimpan di HP. Jadi, jika memang ingin melakukan sideloading, usahakan mengunduh file APK dari sumber tepercaya dan pertimbangkan akternatif yang reputasinya bagus seperti F-Droid.
3. Tidak pernah meninjau perizinan aplikasi
Kebanyakan pengguna Android biasanya langsung mengizinkan semua izin yang diminta aplikasi ketika pertama kali dipasang, lalu lupa mengeceknya lagi. Padahal itu bisa membuat aplikasi punya akses penuh ke hal sensitif seperti kontak, lokasi, penyimpanan atau bahkan mikrofon. Memang tidak semua aplikasi punya niat jahat, tapi secara logika, aplikasi senter atau wallpaper misalnya, tidak membutuhkan perizinan untuk mengakses kontak atau mikrofon. Oleh karena itu, ada baiknya untuk rutin meninjau perizinan aplikasi. Umumnya aplikasi tetap berjalan normal setelah izinnya dikurangi, dan jika ternyata ada fitur yang membutuhkan izin tertentu, aplikasi akan meminta lagi ketika benar-benar diperlukan.
4. Mengabaikan peringatan penyimpanan
Sebesar apa pun penyimpanan internal di Android, cepat atau lambat pasti akan terpakai hingga penuh dan kebanyakan pengguna hanya menghapus beberapa GB saja lalu lanjut menggunakannya seperti biasa. Padahal ada aturan penting di Android yang sebaiknya jangan diabaikan. Google menyarankanmu untuk selalu menyisakan setidaknya 10% ruang kosong di penyimpanan, karena ketika ruang kosong berada di bawah itu, HP bisa menjadi lemot, aplikasi lebih gampang error dan bahkan HP bisa tiba-tiba restart sendiri. Bukan tanpa alasan, Android butuh ruang kosong untuk menyimpan file sementara, cache dan proses latar belakang. Jika ruang kosongnya hanya sedikit, Android jadi terus-terusan mencari, memindah dan menghapus blok penyimpanan lama, yang mana itu menambah beban kerja dan menurunkan performa.
5. Tidak mengikuti aturan “20-80” ketika mengisi daya
Caramu mengisi daya HP setiap harinya ternyata berpengaruh besar ke umur baterai, apalagi di HP Android modern yang menggunakan baterai lithium-ion. Kamu bisa mengikuti aturan “20-80” yang sederhana yaitu mengusahakan baterai lebih sering berada di kisaran 20% sampai 80%. Sebab, jika terlalu sering dibiarkan turun di bawah 20% atau rutin diisi daya hingga melewati 80% (apalagi mentok 100%), baterai menjadi tertekan dan kesehatannya menurun. Sesekali mengisi daya hingga penuh atau membiarkannya sampai habis tidak masalah, tapi jangan sampai menjadi kebiasaan. Solusi paling mudah adalah mengaktifkan fitur batas pengisian (charging limit) dan biasakan mengisi daya sebelum baterai tersisa di bawah 20%.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan pengguna Android. Menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas tidaklah sulit, namun hasilnya benar-benar memuaskan. Semoga bermanfaat!