Teknologi robotik Siloam International Hospital (dok. Siloam International Hospital)
Hingga awal 2026, Siloam International Hospitals telah mengadopsi tujuh jenis robot medis untuk mendukung berbagai kebutuhan layanan, mulai dari urologi, ginekologi, bedah digestif, hingga ortopedi serta bedah otak dan tulang belakang. Teknologi ini digunakan dalam beragam tindakan seperti biopsi prostat, prostatectomy, pengangkatan tumor ginjal, rekonstruksi saluran kemih presisi tinggi, hingga operasi penggantian lutut (Total Knee Replacement/TKR).
Implementasinya telah tersebar di enam rumah sakit Siloam, tidak hanya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga di Surabaya dan Makassar. Secara keseluruhan, lebih dari 339 prosedur berbasis robotik dan sistem medis presisi telah dilakukan hingga awal 2026.
Sejumlah sistem robotik yang dioperasikan mencakup Da Vinci Xi untuk berbagai prosedur. Ini mencakup Biobot MonaLisa dengan teknologi MRI-Fusion untuk diagnostik kanker prostat yang lebih akurat, serta Brainlab Cirq untuk tindakan otak dan tulang belakang. Di bidang ortopedi, Siloam juga menggunakan sistem robotik seperti ROSA Knee System, Cuvis Joint, dan Velys guna mendukung perencanaan dan eksekusi operasi sendi yang lebih presisi dan terukur.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap perawatan berstandar internasional tanpa harus mencari layanan ke luar negeri," ungkap David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals, pada Rabu (4/3/2026) di Jakarta.