Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menguak Gamer Motivation Model, MBTI-nya para Gamer

Menguak Gamer Motivation Model, MBTI-nya para Gamer
ilustrasi gamer sedang serius bermain di monitor komputer (pexels.com/Yan Krukau)
Share Article

Orang bermain game karena alasan berbeda. Ada yang puas setelah naik peringkat. Ada yang senang menjelajahi dunia virtual sambil menikmati momen bermain bersama teman. Ada yang menganggap game sebagai sarana melepas penat setelah seharian beraktivitas.

Perbedaan inilah yang coba dijelaskan Gamer Motivation Model, sebuah model psikometrik yang kerap dianalogikan sebagai "MBTI-nya para gamer". Jika Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) berupaya memetakan preferensi kepribadian seseorang, maka Gamer Motivation Model dirancang untuk mengukur apa yang memotivasi seseorang ketika bermain game. Dengan kata lain, model ini tidak menjawab siapa diri seseorang, melainkan mengapa ia menikmati jenis permainan tertentu.

1. Gamer Motivation Model mengukur tingkat ketertarikan pemain terhadap motivasi bermain

Gamer Motivation Model bukan sekadar kuis atau tes kepribadian yang beredar di internet. Model ini lahir dari penelitian ilmiah pada 2016 yang menganalisis jawaban lebih dari 250 ribu gamer di seluruh dunia untuk memahami motivasi di balik kebiasaan bermain mereka. Gamer Motivation Model dikembangkan perusahaan riset game, Quantic Foundry, yang dipimpin peneliti, Nick Yee.

Dari data tersebut, tim peneliti menerapkan factor analysis (analisis faktor) untuk membangun kerangka empiris mengenai motivasi bermain sekaligus memvalidasi alat ukur yang digunakan. Pendekatan tersebut membuat Gamer Motivation Model didasarkan pola jawaban nyata dari ratusan ribu pemain. Quantic Foundry terus memperbarui basis datanya hingga kini mencakup lebih dari 1,75 juta gamer dan ribuan judul game, sehingga model mereka makin kaya dalam memetakan preferensi pemain.

Berbeda dengan MBTI yang mengelompokkan seseorang ke dalam tipe kepribadian tertentu, Gamer Motivation Model mengukur tingkat ketertarikan pemain terhadap berbagai motivasi bermain. Hasilnya menunjukkan aspek mana yang paling dominan dalam diri seorang gamer. Sebagai contoh, pemain yang memiliki skor tinggi pada aspek Challenge biasanya menikmati game dengan tingkat kesulitan tinggi seperti Dark Souls. Di sisi lain, pemain yang memiliki motivasi Discovery cenderung menyukai game yang menawarkan eksplorasi dunia luas seperti The Legend of Zelda atau Genshin Impact.

2. Gamer bukan kelompok yang seragam

Salah satu temuan utama dalam penelitian Nick Yee dkk adalah gamer bukanlah kelompok yang homogen. Preferensi dan motivasi bermain dapat berbeda secara signifikan antara satu pemain dan pemain lainnya. Karena itu, memahami motivasi bermain menjadi penting, baik bagi peneliti maupun pengembang game yang ingin menciptakan pengalaman bermain yang lebih menarik dan relevan.

Penelitian tersebut juga menunjukkan, model motivasi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pengalaman bermain yang efektif, baik untuk game hiburan maupun serious games. Profil motivasi pemain bahkan dapat dikaitkan dengan berbagai faktor lain, seperti usia, jenis kelamin, hingga karakteristik psikologis, sehingga memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai perilaku pemain.

3. Mengenal 12 motivasi dalam Gamer Motivation Model

Dalam publikasi ilmiahnya, Quantic Foundry mengidentifikasi enam kelompok utama motivasi bermain, yaitu Action, Social, Mastery, Achievement, Creativity, dan Immersion. Keenam kelompok tersebut masing-masing terdiri atas 2 dimensi sehingga total terdapat 12 motivasi yang dapat menggambarkan preferensi seorang gamer. Kelompok Action mencakup Excitement, yakni kesenangan terhadap aksi cepat dan penuh adrenalin, serta Destruction, yaitu kepuasan saat menciptakan kekacauan atau ledakan dalam permainan. Kelompok Social terdiri atas Collaboration, yang berfokus kepada kerja sama dengan pemain lain, dan Competition, yaitu dorongan untuk mengalahkan lawan.

Sementara itu, kelompok Mastery berisi Strategy dan Challenge, yang berkaitan dengan kemampuan menyusun strategi dan menghadapi tantangan sulit. Pada kelompok Achievement, terdapat Power dan Completion, yang mencerminkan keinginan memperkuat karakter maupun menuntaskan seluruh pencapaian dalam game. Adapun kelompok Creativity terdiri atas Design dan Discovery berkaitan dengan kreativitas dan eksplorasi dunia permainan.

Terakhir, kelompok Immersion mencakup Story dan Fantasy, yang menggambarkan ketertarikan pemain terhadap alur cerita maupun pengalaman berimajinasi di dunia virtual. Melalui kombinasi skor dari ke-12 dimensi tersebut, tiap pemain akan memiliki profil motivasi yang unik. Dua orang bisa saja memainkan game yang sama, tetapi alasan mereka menikmati permainan tersebut bisa sangat berbeda.

4. Gamer Motivation Model bisa menjadi alat bantu gamer dan developer game

Gamer Motivation Model tidak hanya digunakan pemain yang penasaran dengan preferensi mereka, tetapi juga dimanfaatkan pengembang game dan perusahaan riset untuk memahami karakteristik audiens. Data motivasi pemain dapat membantu pengembang mengetahui fitur apa yang paling menarik bagi target pengguna, mulai dari sistem peringkat, eksplorasi dunia terbuka, mekanisme kerja sama, hingga elemen cerita. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam pengembangan maupun pemasaran sebuah game.

Bagi gamer sendiri, hasil profil motivasi dapat menjadi referensi saat mencari judul baru yang sesuai dengan preferensi bermain. Quantic Foundry bahkan menyediakan tes daring yang akan menghasilkan profil motivasi sekaligus rekomendasi game berdasarkan hasil survei yang diisi pengguna. Gamer Motivation Model menunjukkan, tidak ada satu alasan universal mengapa seseorang bermain game.

Ada gamer yang mengejar kemenangan. Ada gamer yang menikmati cerita. Ada pula gamer yang sekadar ingin bersantai bersama teman. Itulah sebabnya model ini sering disebut sebagai "MBTI-nya para gamer". Bukan karena mengukur kepribadian, melainkan karena membantu memahami motivasi yang membuat pengalaman bermain tiap orang menjadi berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More