Setiap kali masyarakat menggunakan layanan perbankan digital, menyimpan data di cloud, menonton video, menggunakan aplikasi, atau memanfaatkan teknologi berbasis akal imitasi (artificial intelligence/AI), ada satu infrastruktur penting yang bekerja di balik layar—pusat data (data center).
Pusat data menjadi fondasi yang memungkinkan berbagai layanan digital berjalan secara andal. Seiring semakin cepatnya pertumbuhan cloud computing, AI, layanan digital dan investasi infrastruktur digital di Indonesia dan Asia Tenggara, kebutuhan terhadap pusat data yang aman, andal, efisien, dan berkelanjutan juga semakin besar.
Namun, membangun industri pusat data tidak hanya membutuhkan gedung dan teknologi. Dibutuhkan pula kolaborasi antara ekosistem pengguna, penyedia teknologi, investor, penyedia platform AI, operator cloud computing, pemerintah dan regulator, akademisi, tenaga profesional serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
