Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI yang makin masif menyadarkan banyak orang bahwa teknologi ini ternyata sangat memerlukan air bersih agar tetap berjalan. Ya, AI membutuhkan infrastruktur komputasi dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model. Di balik chatbot, generator gambar, hingga AI agent, terdapat pusat data yang berisi ribuan server dan chip berperforma tinggi.
Kebutuhan sumber daya ini ikut meningkat seiring penggunaan AI yang semakin luas. Menurut laporan Energy and AI dari International Energy Agency (IEA) pada 2025, konsumsi listrik pusat data dunia mencapai sekitar 415 TWh pada 2024 dan diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 945 TWh pada 2030. Lantas, kenapa bisa begitu?
