Apple dikenal sebagai perusahaan yang melahirkan perangkat ikonik dan teknologi inovatif, tapi tidak banyak yang sadar bahwa sebagian fitur paling revolusionernya justru berasal dari perusahaan lain yang mereka akuisisi. Berbeda dengan perusahaan teknologi yang membeli kompetitor untuk mematikan persaingan, Apple cenderung membeli demi dua hal utama yaitu mengamankan talenta terbaik dan mengintegrasikan teknologi inti ke dalam ekosistemnya. Hasilnya, meski nama asli perusahaan tersebut hilang, “DNA”-nya tetap hidup di jutaan perangkat Apple. Berikut beberapa perusahaan teknologi yang dibeli Apple dan bagaimana nasibnya sekarang.
5 Perusahaan Teknologi yang Dibeli Apple dan Nasibnya Sekarang

1. Beats
Pada 2014, Apple melakukan akuisisi terbesar dalam sejarahnya dengan membeli Beats Electronics seharga US$3 miliar. Dari akuisisi itu, Apple berhasil mengembangkan produk audio yang lebih mumpuni, dengan puncaknya adalah peluncuran AirPods pada 2016 yang kemudian menjadi earbuds wireless paling populer. Selain itu, layanan Beats Music juga menjadi fondasi lahirnya Apple Music pada 2015 setelah diintegrasikan dan disempurnakan dalam ekosistem Apple. Beats sendiri tetap dipertahankan sebagai brand dengan identitas berbeda, di mana kini lebih menyasar pengguna aktif seperti atlet. Akuisisi tersebut juga menandai transformasi besar Apple dari penjual lagu digital lewat iTunes menjadi pemain utama di era streaming sekaligus memperkuat dominasinya di pasar audio premium.
2. NeXT
Akuisisi NeXT pada 1997 bisa dibilang jadi titik balik yang menyelamatkan Apple dari ambang kehancuran. Setelah keluar dari Apple, Steve Jobs mendirikan NeXT yang memang gagal di sisi penjualan hardware, tapi justru unggul jauh lewat sistem operasi canggih bernama NeXTSTEP. Di saat Apple tertinggal dengan OS yang sudah ketinggalan zaman, teknologi dari NeXT ini kemudian diadopsi dan menjadi fondasi lahirnya Mac OS X (sekarang macOS). Bahkan, arsitektur dan konsep yang dikembangkan NeXT terus diwariskan hingga ke iOS, watchOS dan tvOS. Lebih dari sekadar teknologi, akuisisi ini juga membawa Jobs kembali ke Apple, yang kemudian memimpin kebangkitan besar lewat produk-produk legendaris seperti iMac, iPod dan iPhone.
3. Shazam
Shazam terbilang “magis” karena bisa mengenali lagu bahkan dari suara samar di tempat ramai, dan setelah diakuisisi oleh Apple pada 2018 di angka sekitar US$400 juta, aplikasinya jadi semakin sempurna. Iklan dihapus, bisa diunduh secara gratis, tidak lemot dan punya UI yang bersih. Apple kemudian tidak hanya mempertahankannya sebagai aplikasi terpisah, tapi juga menanamkan teknologinya langsung ke iOS, di mana pengguna cukup bertanya Siri atau menggunakan tombol di Control Center tanpa perlu menginstal apa pun. Di balik layar, data dari jutaan pencarian lagu yang dilakukan Shazam dimanfaatkan untuk membaca tren lagu global dan memperkuat rekomendasi di Apple Music.
4. PrimeSense
Ketika Apple memperkenalkan iPhone X pada 2017, banyak pengguna terkejut karena tombol Home yang sudah jadi ciri khas sejak iPhone pertama akhirnya dihapus. Hilangnya Touch ID digantikan oleh Face ID, sistem keamanan baru yang menggunakan pemindaian wajah. Teknologi ini sebenarnya berakar dari akuisisi Apple terhadap PrimeSense, perusahaan yang sebelumnya dikenal lewat kontribusinya pada Kinect milik Xbox. Jika dulu Kinect hadir sebagai perangkat besar di atas TV, Apple berhasil mengecilkan teknologi tersebut hingga muat di notch kecil iPhone. Dengan memanfaatkan proyeksi puluhan ribu titik inframerah untuk memetakan wajah secara presisi, Face ID menawarkan keamanan yang jauh lebih canggih. Berkat akuisisi itu, Apple sempat unggul beberapa tahun dari Android dalam hal teknologi pengenalan wajah yang benar-benar aman.
5. P.A. Semi
Pada 2008, Apple diam-diam mengakuisisi P.A. Semi, sebuah startup desain chip yang dikenal sangat efisien dalam konsumsi daya, dengan tujuan jangka panjang yang visioner yaitu mengendalikan penuh performa dan efisiensi perangkatnya tanpa bergantung pada pihak ketiga seperti Samsung. Tim dari P.A. Semi kemudian menjadi fondasi divisi pengembangan chip internal Apple, yang melahirkan chip A4 pada 2010 dan membuka era Apple Silicon. Sejak saat itu, chip seri A terus unggul dalam hal performa dan efisiensi baterai, hingga mencapai level tertinggi pada generasi terbaru seperti A19 Pro. Keahlian tersebut juga berkembang ke lini Mac melalui chip seri M berbasis ARM.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa perusahaan teknologi yang diberi Apple dan bagaimana nasibnya sekarang. Jika ditotal, Apple sendiri sudah mengakuisisi sebanyak 124 perusahaan dengan yang terbanyak pada 2013 dengan 15 akuisisi.