5 Perusahaan Terbesar yang Dimiliki oleh Meta

- Meta berevolusi dari Facebook menjadi raksasa teknologi dengan ekosistem 3,43 miliar pengguna harian dan valuasi lebih dari US$1,5 triliun, didukung pendapatan utama dari iklan digital.
- Lima perusahaan besar di bawah Meta meliputi Facebook, Instagram, WhatsApp, Messenger, dan Oculus yang masing-masing berperan penting dalam komunikasi, hiburan, serta inovasi teknologi imersif.
- Akuisisi strategis seperti Instagram dan WhatsApp memperluas jangkauan global Meta, sementara Oculus menandai ekspansi ke dunia VR melalui lini produk Quest yang terus berkembang.
Meta awalnya dikenal lewat Facebook yang dulu menjadi simbol inovasi anak muda di era awal Silicon Valley. Meski Facebook masih jadi produk paling populer, Meta sekarang sudah berkembang jauh lebih luas lewat akuisisi berbagai platform media sosial serta ekspansi ke teknologi seperti VR, AR, dan AI. Saat ini, ekosistemnya menjangkau sekitar 3,43 miliar pengguna aktif harian, dengan valuasi perusahaan melampaui US$1,5 triliun.
Di sepanjang 2025 saja, pendapatan mereka mencapai sekitar US$200 miliar, yang sebagian besar berasal dari iklan. Dengan skala sebesar itu, Meta juga memiliki sejumlah perusahaan besar yang jadi pilar utama pertumbuhannya. Berikut beberapa di antaranya.
1. Facebook

Sejak diluncurkan pada 2004 sebagai direktori mahasiswa oleh Mark Zuckerberg dan rekan-rekannya di Harvard, Facebook berkembang pesat menjadi salah satu platform media sosial paling dominan di dunia. Kini, setelah dua dekade dan berganti nama menjadi Meta, Facebook tetap menjadi produk utama yang menyumbang lebih dari setengah pendapatan perusahaan, terutama dari iklan digital. Meski tren media sosial terus berubah, Facebook tetap berhasil mempertahankan relevansinya sebagai tempat berkumpul, berbagi informasi dan hiburan. Tidak hanya untuk penggunaan pribadi, Facebook juga berperan besar dalam membentuk opini publik, mendukung kampanye politik, hingga menjadi alat pemasaran penting bagi bisnis kecil.
2. Instagram
Instagram awalnya bukan platform yang penuh algoritma seperti sekarang. Ketika diluncurkan pada 2010, fungsinya sederhana yaitu tempat berbagi foto keseharian dengan berbagai filter menarik. Setelah diakuisisi Meta pada 2012, ketika timnya masih kecil tapi pertumbuhannya pesat, Instagram mulai berevolusi dengan menambahkan berbagai fitur seperti video, Stories, Reels hingga Explore. Kehadiran fitur belanja juga mengubahnya menjadi ruang bagi kreator untuk membangun audiens sekaligus menghasilkan uang. Kini, dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan, Instagram menjadi salah satu platform paling berpengaruh, dengan Reels sebagai senjata utama untuk bersaing di ranah konten video pendek seperti TikTok.
3. WhatsApp

Pada 2014, ketika Meta membeli WhatsApp seharga US$19 miliar, banyak orang meragukan langkah itu karena WhatsApp saat itu hanyalah aplikasi pesan sederhana tanpa banyak fitur tambahan. Namun kekuatannya ada pada jangkauan globalnya yang sudah mencapai ratusan juta pengguna. Kini, WhatsApp berkembang menjadi aplikasi pesan paling populer di dunia dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan, baik untuk komunikasi sehari-hari hingga transaksi bisnis. Meski sudah berada di bawah Meta, WhatsApp tetap mempertahankan kesederhanaan dan fokus pada privasi, sembari perlahan menambahkan fitur seperti panggilan suara dan video, pesan sementara, serta komunitas.
4. Messenger
Messenger awalnya hanya fitur chat sederhana di Facebook, tapi sejak dipisahkan menjadi aplikasi mandiri pada 2011, Messenger berkembang menjadi platform komunikasi yang sangat besar dan fleksibel. Dengan ratusan juta pengguna aktif di seluruh dunia, Messenger kini menawarkan berbagai fitur seperti panggilan suara dan video, chat grup, berbagi file, stiker, hingga dukungan enkripsi end-to-end. Selain untuk komunikasi personal, aplikasi ini juga dimanfaatkan oleh pebisnis untuk berinteraksi dengan pelanggan lewat chat, update dan bot otomatis. Akun Facebook sendiri langsung terhubung ke Messenger, tapi pengguna juga tetap bisa menggunakan Messenger secara terpisah tanpa harus aktif di Facebook.
5. Oculus

Akuisisi Oculus VR senilai US$2 miliar menandai langkah Meta keluar dari zona nyamannya yang selama ini berfokus pada media sosial, karena Oculus saat itu masih berupa proyek headset VR hasil crowdfunding dan menjadi akuisisi hardware yang tidak biasa bagi mereka. Langkah ini menunjukkan ambisi Meta untuk masuk ke ranah pengalaman imersif seperti bermain game dan hiburan, yang kemudian diperkuat lewat rebranding menjadi Meta Quest.
Produk seperti Quest 2, Quest 3, dan Quest Pro dirancang sebagai headset VR mandiri untuk berbagai kebutuhan, mulai dari gaming hingga interaksi sosial. Meski awalnya terlihat tidak sejalan dengan bisnis inti Meta, Oculus justru menjadi pilar penting di pasar VR kelas konsumen dan menghasilkan sekitar US$2,2 miliar pada 2025 melalui Reality Labs.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa perusahaan terbesar yang dimiliki Meta. Pernah menggunakan produk buatan perusahaan-perusahaan di atas?




















