Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Skenario Nonton Piala Dunia 2026 di HP, Segini Biayanya

3 Skenario Nonton Piala Dunia 2026 di HP, Segini Biayanya
ilustrasi streaming pertandingan Piala Dunia menggunakan HP (pexels.com/Bảo Minh)
  • Piala Dunia 2026 dapat disaksikan di Indonesia melalui TVRI secara gratis atau lewat platform streaming resmi seperti FolaPlay dan MAXStream TV dengan biaya langganan serta kuota internet tambahan.
  • Terdapat tiga tipe penonton: kasual, aktif, dan fanatik, dengan estimasi biaya menonton mulai sekitar Rp125.000 hingga lebih dari Rp1 juta tergantung jumlah pertandingan yang diikuti.
  • Paket penuh senilai Rp85.000 dinilai paling hemat untuk pengguna jangka panjang karena mencakup seluruh durasi turnamen dibanding membeli beberapa paket mingguan terpisah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Piala Dunia 2026 sebentar lagi akan memasuki fase gugur pada 28 Juni 2026 setelah rangkaian pertandingan fase grup selesai digelar. Persaingan semakin ketat karena hanya tim-tim terbaik yang berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar dan melanjutkan perjuangan menuju partai final. Bagi banyak penggemar sepak bola, fase gugur justru menjadi bagian yang paling menarik karena setiap pertandingan bersifat hidup-mati dan tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan.

Di Indonesia, pertandingan dapat disaksikan melalui TVRI maupun platform streaming resmi seperti FolaPlay dan MAXStream TV. Kehadiran layanan streaming memungkinkan penggemar sepak bola mengikuti pertandingan dari mana saja melalui smartphone, tablet, atau laptop. Namun, kemudahan tersebut juga berarti ada biaya tertentu yang perlu diperhitungkan, baik untuk berlangganan layanan maupun membeli kuota internet. Lantas, berapa biaya yang perlu disiapkan jika ingin mengikuti Piala Dunia 2026 melalui HP?

  1. 1. Streaming di HP tetap berbayar

    ilustrasi menggunakan smartphone
    ilustrasi menggunakan smartphone (unsplash.com/Swello)

    Bagi masyarakat yang menonton melalui televisi digital, Piala Dunia 2026 dapat dinikmati tanpa biaya berlangganan tambahan. TVRI memperoleh hak siar resmi dan menayangkan pertandingan melalui jaringan televisi nasional. Selama memiliki perangkat penerima siaran digital atau set top box yang sesuai, penonton dapat menyaksikan pertandingan tanpa perlu membeli paket khusus. Jalur ini menjadi pilihan paling ekonomis bagi masyarakat yang tidak terlalu membutuhkan fleksibilitas menonton.

    Situasinya berbeda bagi pengguna smartphone yang ingin menonton secara legal melalui internet. Saat ini akses streaming resmi tersedia melalui aplikasi FolaPlay dan MAXStream TV yang menyediakan paket berlangganan khusus. Artinya, biaya menonton tidak hanya bergantung pada harga paket streaming yang dipilih. Pengguna juga perlu memperhitungkan konsumsi kuota internet yang digunakan selama mengikuti pertandingan.

  2. 2. Paket streaming resmi yang tersedia

    Telkomsel menghadirkan Paket Bola Gembira MAXStream TV
    Telkomsel menghadirkan Paket Bola Gembira MAXStream TV (telkomsel.com)

    FolaPlay dan MAXStream TV menawarkan skema harga yang relatif serupa. Kedua platform menyediakan pilihan paket mingguan bagi pengguna yang hanya ingin mengikuti sebagian pertandingan. Selain itu, tersedia pula paket penuh turnamen yang cocok bagi mereka yang berencana menonton dalam jangka waktu lebih panjang. Pilihan paket ini memungkinkan pengguna menyesuaikan biaya sesuai kebutuhan masing-masing. Berikut rincian paket resmi yang tersedia untuk akses streaming Piala Dunia 2026 melalui smartphone.

    Kebutuhan akses streaming Piala Dunia 2026 melalui HP

    Data harga dan paket bersumber dari situs resmi Telkomsel

    Platform

    Paket

    Harga

    FolaPlay

    7 Hari

    Rp25.000

    FolaPlay

    Full Turnamen

    Rp85.000

    MAXStream TV

    7 Hari

    Rp25.000

    MAXStream TV

    60 Hari

    Rp85.000

    Selain biaya langganan, pengguna perlu memperhatikan kebutuhan data internet selama streaming berlangsung. Mengutip Voyage Global, estimasi penggunaan data untuk streaming pertandingan sepak bola sekitar dua jam dalam kualitas HD (High Definition) dapat menghabiskan sekitar 5 GB kuota internet. Sementara kualitas SD (Standard Definition) dapat menggunakan sekitar 2 GB per pertandingan dan kualitas Full HD bisa mencapai 8 GB atau lebih. Untuk menjaga agar perhitungan tetap realistis, simulasi dalam artikel ini menggunakan asumsi kualitas HD dimana konsumsi rata-rata 5 GB untuk setiap laga.

  3. 3. Tiga skenario biaya nonton Piala Dunia 2026 di HP

    ilustrasi nonton bareng pertandingan sepak bola
    ilustrasi nonton bareng pertandingan sepak bola (unsplash.com/Luciano Oliveira)

    Setiap orang memiliki pola menonton yang berbeda selama Piala Dunia berlangsung. Sebagian hanya menyaksikan pertandingan penting seperti laga pembuka, semifinal, atau final. Sebagian lainnya mengikuti hampir seluruh perjalanan tim favorit sejak fase grup hingga babak gugur. Perbedaan kebiasaan tersebut tentu memengaruhi biaya yang harus dikeluarkan.

    Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami, perhitungan berikut dibagi ke dalam tiga kelompok penonton. Simulasi menggunakan asumsi harga data internet sebesar Rp2.000 per GB dan konsumsi data sekitar 5 GB per pertandingan. Angka pastinya bisa berbeda tergantung operator yang digunakan, kualitas video yang dipilih, dan keberadaan jaringan WiFi di rumah atau tempat kerja.

    Skenario biaya nonton Piala Dunia 2026 berdasarkan kelompok penonton

    Asumsi yang digunakan adalah harga data internet Rp2.000 per GB

    Skenario

    Jumlah pertandingan

    Estimasi kuota (HD)

    Paket Streaming

    Estimasi total biaya

    Penonton kasual

    10 laga

    50 GB

    Rp25.000

    Rp125.000

    Penonton aktif

    35 laga

    175 GB

    Rp85.000

    Rp425.000

    Penonton fanatik

    104 laga

    520 GB

    Rp85.000

    Rp1.125.000

  4. 4. Skenario biaya untuk penonton kasual

    ilustrasi menonton laga Piala Dunia melalui layanan streaming
    ilustrasi menonton laga Piala Dunia melalui layanan streaming (pexels.com/Soumith Soman)

    Penonton kasual merupakan kelompok yang hanya mengikuti pertandingan tertentu yang dianggap menarik. Biasanya mereka menonton laga pembuka, pertandingan tim favorit, semifinal, atau final. Kelompok ini tidak merasa perlu menyaksikan seluruh pertandingan sehingga kebutuhan kuota internet relatif terbatas. Karena durasi menonton tidak terlalu panjang, paket mingguan menjadi pilihan yang cukup masuk akal.

    Sebagai ilustrasi, penonton kasual dapat dikategorikan sebagai mereka yang hanya menyaksikan sekitar 10 pertandingan pilihan selama Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut bisa berupa laga tim favorit, duel tim besar, semifinal, hingga final. Jika asumsi satu pertandingan menghabiskan sekitar 5 GB data dalam kualitas HD maka kebutuhan internet diperkirakan mencapai 50 GB. Jika ditambah biaya paket streaming mingguan sebesar Rp25.000 dan biaya data sekitar Rp100.000, maka total pengeluaran yang perlu disiapkan berada di kisaran Rp125.000.

  5. 5. Skenario biaya untuk penonton aktif

    Seorang pria berjaket cokelat sedang melihat layar smartphone di luar ruangan dengan latar pepohonan yang tampak samar.
    ilustrasi menggunakan smartphone (pexels.com/Mary Taylor)

    Kelompok kedua adalah penonton aktif yang mengikuti perkembangan turnamen secara rutin. Mereka biasanya menonton sebagian besar pertandingan fase grup dan sejumlah laga penting di babak gugur. Meski tidak menyaksikan seluruh pertandingan, frekuensi menonton mereka jauh lebih tinggi dibanding penonton kasual.

    Dalam simulasi ini, penonton aktif diasumsikan menyaksikan sekitar 35 pertandingan selama turnamen berlangsung. Jumlah tersebut mencerminkan penonton yang rutin mengikuti sebagian besar laga fase grup serta beberapa pertandingan penting di fase gugur. Jika asumsi konsumsi data rata-rata 5 GB per pertandingan maka kebutuhan internet mencapai sekitar 175 GB selama turnamen.

    Untuk mengakses pertandingan selama beberapa minggu, pengguna diperkirakan membeli tiga paket mingguan dengan total biaya Rp75.000. Sementara itu, kebutuhan data sebesar 175 GB setara biaya internet sekitar Rp350.000 apabila menggunakan asumsi harga Rp2.000 per GB. Jadi, total pengeluaran yang perlu disiapkan mencapai sekitar Rp425.000.

  6. 6. Skenario biaya untuk penonton fanatik

    ilustrasi cek koneksi internet saat streaming bola
    ilustrasi cek koneksi internet saat streaming bola (pexels.com/Stefan Coders)

    Penonton fanatik merupakan kelompok yang ingin mengikuti hampir seluruh pertandingan selama Piala Dunia berlangsung. Mereka tidak hanya menonton tim unggulan, tetapi juga tertarik menyaksikan pertandingan antarnegara yang mungkin tidak terlalu populer. Bagi kelompok ini, setiap fase turnamen memiliki daya tarik tersendiri sehingga sangat sedikit pertandingan yang dilewatkan. Karena itu, kebutuhan akses streaming dan kuota internet menjadi yang paling besar.

    Jika diasumsikan penonton menyaksikan seluruh 104 pertandingan, kebutuhan data dapat mencapai sekitar 520 GB selama turnamen apabila konsumsi data sekitar 5 GB per laga. Dalam kondisi tersebut, paket full turnamen senilai Rp85.000 menjadi pilihan paling ekonomis dibanding membeli paket mingguan secara berulang. Namun, biaya langganan platform sebenarnya hanya sebagian kecil dari total pengeluaran.

    Jika asumsi harga internet Rp2.000 per GB maka kebutuhan data sebesar 520 GB setara Rp1.040.000. Setelah ditambah biaya paket streaming Rp85.000, total pengeluaran mencapai sekitar Rp1.125.000. Artinya, bagi penonton fanatik, komponen biaya terbesar justru berasal dari penggunaan internet, bukan dari biaya berlangganan platform streaming.

  7. 7. Skenario jika baru mulai menonton saat fase gugur

    ilustrasi menonton pertandingan sepak bola di TV dan HP
    ilustrasi menonton pertandingan sepak bola di TV dan HP (magnific.com/freepik)

    Perlu dicatat bahwa simulasi pada bagian sebelumnya menggambarkan biaya apabila penonton mengikuti turnamen sejak awal. Pada praktiknya, banyak penggemar sepak bola baru mulai aktif menonton ketika Piala Dunia memasuki fase gugur. Hal tersebut cukup wajar karena pertandingan menjadi semakin kompetitif dan melibatkan tim-tim yang berhasil melewati fase grup.

    Karena jumlah pertandingan yang tersisa semakin sedikit, kebutuhan kuota internet dan biaya yang harus dikeluarkan juga ikut berkurang. Berikut gambaran jumlah pertandingan yang masih tersisa hingga final apabila kamu baru mulai menonton pada setiap fase gugur dengan asumsi konsumsi data sekitar 5 GB per pertandingan

    Skenario jika menonton mulai fase gugur

    Asumsi konsumsi data sekitar 5 GB per pertandingan

    Mulai Menonton

    Total pertandingan tersisa hingga final

    Estimasi kuota

    Babak 32 besar

    32 laga

    160 GB

    Babak 16 besar

    16 laga

    80 GB

    Perempat final

    8 laga

    40 GB

    Semifinal

    4 laga

    20 GB

    Biaya yang perlu disiapkan akan berbeda tergantung fase saat mulai menonton. Semakin mendekati final maka semakin kecil pula kebutuhan kuota internet yang diperlukan untuk mengikuti seluruh pertandingan yang tersisa dengan asumsi biaya internet sekitar Rp2.000 per GB dan pengguna memilih paket penuh senilai Rp85.000. Berikut estimasi total biaya yang perlu disiapkan jika baru mulai mengikuti Piala Dunia 2026 pada fase tertentu:

    Estimasi total biaya jika mengikuti fase babak per babak

    Asumsi kuota internet Rp2.000 per GB

    Mulai menonton

    Estimasi biaya internet

    Paket streaming penuh

    Estimasi total

    Babak 32 besar

    Rp320.000

    Rp85.000

    Rp405.000

    Babak 16 besar

    Rp160.000

    Rp85.000

    Rp245.000

    Perempat final

    Rp80.000

    Rp85.000

    Rp165.000

    Semifinal

    Rp40.000

    Rp85.000

    Rp125.000

    Sebagai contoh, apabila kamu baru mulai mengikuti turnamen saat babak 32 besar dimulai dan ingin menyaksikan seluruh pertandingan yang tersisa hingga final, kebutuhan data diperkirakan mencapai sekitar 160 GB. Jika asumsi biaya internet sebesar Rp2.000 per GB maka pengeluaran untuk data berada di kisaran Rp320.000. Setelah ditambah biaya paket streaming Rp85.000 maka total biaya yang perlu disiapkan mencapai Rp405.000

    Sementara itu, bagi penonton yang baru mulai menonton pada babak semifinal, kebutuhan kuota internet hanya sekitar 20 GB dimana estimasi biaya data Rp40.000. Jika ditambah biaya paket streaming Rp85.000 maka total pengeluaran berada di kisaran Rp125.000. Perbedaan ini menunjukkan bahwa waktu mulai menonton juga menjadi faktor yang cukup menentukan besarnya biaya yang harus disiapkan.

  8. 8. Paket penuh lebih hemat untuk pengguna jangka panjang

    Seorang pria berdiri di dalam kereta sambil memegang ponsel dan menggunakan paket data internet saat bepergian.
    ilustrasi seseorang menggunakan paket data internet (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    Sebagai gambaran, durasi Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung selama 39 hari. Untuk menutupi periode tersebut, pengguna membutuhkan sekitar enam paket mingguan dengan total biaya Rp150.000. Sebaliknya, paket penuh hanya dibanderol Rp85.000 sehingga terdapat potensi penghematan sekitar Rp65.000. Selisih tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pembelian kuota internet atau layanan pendukung lainnya.

    Tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam memilih skenario menonton Piala Dunia 2026. Semua bergantung pada kebiasaan dan preferensi masing-masing orang. Penonton kasual dapat menghemat biaya dengan memilih paket mingguan dan hanya menonton pertandingan tertentu. Sementara itu, penonton aktif perlu menyesuaikan kebutuhan akses dengan jumlah pertandingan yang ingin diikuti selama turnamen berlangsung.

    Berdasarkan penjelasan tiga skenario di atas, calon penonton dapat memperkirakan anggaran yang perlu disiapkan sebelum menyaksikan sisa perjalanan menuju final. Dari ketiga skenario tersebut, kamu termasuk penonton kasual, aktif, atau justru fanatik yang siap mengikuti setiap pertandingan hingga laga penentuan juara?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More