ilustrasi laptop (unsplash.com/Christian Lambert)
Microsoft menyediakan cara untuk mengetahui apakah perangkat termasuk yang terdampak. Salah satunya menggunakan skrip Convert-UpPrinterToPerUser.ps1 dengan parameter -Detect melalui PowerShell tanpa menjalankannya sebagai administrator. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan no per-system Universal Print printers found, perangkat tidak termasuk konfigurasi yang terdampak oleh bug tersebut. Sebaliknya, jika skrip menemukan printer Universal Print yang dipasang secara per-system, perangkat termasuk kelompok yang terkena masalah.
Untuk pengguna biasa, Microsoft menyediakan solusi yang lebih sederhana. Kamu dapat menghapus printer yang bermasalah, kemudian menambahkannya kembali melalui settings > printers & scanners. Menurut Microsoft, langkah ini menjadi salah satu metode untuk mengatasi konfigurasi printer yang terdampak. Sementara itu, administrator yang mengelola banyak komputer dapat menggunakan skrip Microsoft untuk melakukan perbaikan secara massal melalui Microsoft Intune atau alat manajemen lainnya. Cara ini diklaim Microsoft lebih rumit dan membutuhkan pengaturan tambahan sehingga tidak ditujukan untuk pengguna biasa.
Jadi, jika printer tiba-tiba tidak bisa digunakan setelah update Windows 11, jangan langsung menganggap perangkat kerasnya rusak. Jika printer tersebut menggunakan Universal Print dan sebelumnya dipasang di Windows 10, masalah regresi KB5083769 patut diperiksa. Untuk pengguna lain, identifikasi konfigurasi printer terlebih dahulu agar solusi yang dipilih tidak justru menimbulkan masalah baru.