- Standard: Varian paling dasar ini menawarkan es krim original tanpa topping apa pun. Meski sederhana, harganya tergolong sangat terjangkau, yakni 5,99 yuan (setara Rp15.000), sehingga cocok untuk yang ingin mencoba rasa es krim polosan.
- Pro: Bagi yang menginginkan sedikit upgrade, tersedia versi Pro seharga 6,99 yuan (setara Rp18.000). Pada level ini, topping yang diberikan berupa satu keping biskuit sebagai pelengkap rasa dan tekstur.
- Max: Varian tertinggi ini ditujukan bagi penikmat manis yang ingin pengalaman lebih maksimal. Harga 8,99 yuan (setara Rp22.000) menghadirkan tiga keping biskuit sebagai topping sebagai versi paling “lengkap” dari lini es krim ini.
Xiaomi Jualan Es Krim ala Gadget, Ada Standard, Pro, sampai Max!

- Xiaomi memperkenalkan es krim dengan tiga varian unik—Standard, Pro, dan Max—dalam ajang Values Conference 2026, menghadirkan konsep penamaan khas produk teknologinya.
- Resep es krim diracik Chef Bing Jiabao menggunakan kombinasi tofu ice cream dan millet, menciptakan cita rasa khas yang menonjolkan karakter inovatif Xiaomi.
- Produksi dilakukan di kafetaria internal Xiaomi dengan mesin berlogo Mengniu, dan produk ini langsung viral serta ludes terjual di media sosial China.
Langkah Xiaomi memang kerap di luar dugaan. Setelah lama dikenal lewat smartphone, perangkat smart home, hingga berbagai produk lifestyle, kali ini mereka menghadirkan gebrakan yang benar-benar berbeda dari biasanya. Siapa sangka, kalau Xiaomi juga ikut meramaikan dunia kuliner dengan menjual es krim.
Mengutip Gizmochina, Senin (13/4/2026), produk unik ini diperkenalkan dalam ajang Values Conference 2026 dan langsung mencuri perhatian karena konsepnya yang sangat khas ala Xiaomi. Menariknya, es krim tersebut dibagi ke dalam tiga varian yang terdengar familiar bagi penggemar gadget, yakni Standard, Pro, dan Max. Tiap varian hadir dengan “fitur” yang berbeda, layaknya seri produk teknologi mereka.
1. Xiaomi menghadirkan tiga varian es krim yang memiliki tingkat spesifikasi berbeda-beda

MiFans tentu sudah akrab sama pola penamaan khas Xiaomi. Mereka kerap membagi produknya ke dalam varian Standard, Pro, dan Max. Pendekatan ini ternyata tidak hanya berlaku untuk gadget, tetapi juga diterapkan pada produk es krim mereka, lho.
Setiap varian menawarkan tingkat "kemewahan" berbeda sekaligus harga dan topping yang diberikan. Resep es krim ini dikembangkan secara khusus oleh Chef Bing Jiabao dari kafetaria internal Xiaomi. Ia merancang komposisi unik dan tidak biasa, lalu membaginya ke dalam beberapa “tingkatan spesifikasi” layaknya produk teknologi. Berikut gambaran tiap variannya:
2. Resep es krim unik diracik khusus oleh Chef Bing Jiabao

Dari sisi resep, es krim ini mengusung pendekatan yang cukup unik. Bing Jiabao mengambil inspirasi dari tofu ice cream, lalu mengombinasikannya bersama millet (sejenis serealia berbiji kecil) atau yang dikenal juga sebagai jawawut. Proses pembuatannya pun tidak instan. Millet dikukus terlebih dahulu, kemudian diolah menjadi pasta lalu dicampur susu. Tahap akhir ditutup taburan biji millet sebagai topping es krim untuk memperkaya tekstur sekaligus memperkuat rasa.
Setelah melalui tiga kali penyempurnaan, resep ini akhirnya berhasil menjawab tantangan utama, yaitu menghadirkan cita rasa millet yang lebih kuat dan tidak hambar. Hasilnya adalah es krim berkarakter unik yang tetap selaras identitas Xiaomi yang inovatif dan eksperimental.
3. Mesin pembuat es krim di kafetaria menampilkan logo Mengniu

Dari sejumlah foto yang beredar di media sosial, tampak mesin pembuat es krim yang digunakan membawa logo Mengniu, salah satu perusahaan susu besar asal China. Detail ini mengisyaratkan adanya kerja sama di balik produksi, meski Xiaomi tetap mengolah produk tersebut melalui kafetaria internal mereka.
Sejak 2015, Xiaomi memang mengelola fasilitas makan sendiri, di mana seluruh staf dan kokinya berstatus sebagai karyawan tetap. Mereka memperoleh fasilitas dan benefit setara dengan divisi lain di perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa dunia kuliner bukan sekadar proyek iseng, melainkan bagian yang terintegrasi dalam ekosistem internal Xiaomi.
4. Es krim Xiaomi langsung viral di media sosial dan ludes terjual

Tak butuh waktu lama, Xiaomi Ice Cream langsung ramai diperbincangkan di media sosial China. Warganet merespons dengan gaya khas yakni bercanda soal absennya varian “Ultra” hingga mengusulkan hadirnya “Youth Edition” yang lebih “anak muda”. Candaan tersebut justru menegaskan kuatnya citra Xiaomi dalam hal penamaan produk.
Di balik respons jenaka itu, performa penjualannya juga tidak main-main. Xiaomi mengonfirmasi bahwa es krim ini langsung ludes dalam waktu singkat setelah dirilis. Fenomena ini cukup mengejutkan kalau siapa sangka produk nongadget seperti ini bisa secepat itu diserbu pasar. Gokil!





![[QUIZ] Pilih Karakter Game GTA, Kami Tahu Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20230409/screenshot-2023-04-09-20-17-06-455-edit-comandroidvending-75518cf7651a87340b376c775dc61640-e04d39c98fe3f1d197b654c991949db1.jpg)












