Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Gunung di Indonesia yang Paling Sulit Didaki, Bukan untuk Pendaki Pemula!

5 Gunung di Indonesia yang Paling Sulit Didaki, Bukan untuk Pendaki Pemula!
ilustrasi gunung bersalju (pexels.com/ Marek Piwnicki)

Indonesia adalah surga bagi para pendaki. Dengan lebih dari 400 gunung berapi aktif dan ratusan gunung lainnya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, negeri ini menawarkan petualangan mendaki yang tidak ada habisnya. Namun di antara semua itu, ada beberapa gunung yang bukan sekadar menantang, melainkan benar-benar berbahaya dan hanya bisa ditaklukkan oleh pendaki berpengalaman dengan persiapan yang sangat matang.

Medan terjal, cuaca ekstrem, jalur yang memerlukan teknik panjat tebing, hingga ancaman satwa liar adalah beberapa tantangan yang menanti di gunung-gunung berikut ini. Kalau kamu pendaki yang mencari tantangan sesungguhnya, inilah lima gunung paling sulit didaki di Indonesia!

1. Carstensz Pyramid (Puncak Jaya) — 4.884 mdpl, Papua

Tidak ada gunung di Indonesia, bahkan di seluruh Oseania yang bisa menandingi tingkat kesulitan Carstensz Pyramid. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, puncak ini adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang tertutup salju abadi sepanjang tahun. Tapi bukan ketinggiannya yang membuat Carstensz menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar pendaki, melainkan medan pendakiannya yang lebih menyerupai panjat tebing teknikal daripada hiking biasa.

Pendaki harus memanjat tebing vertikal berbatu, melewati jalur es yang licin, dan menghadapi cuaca yang bisa berubah drastis dalam hitungan menit. Tidak heran jika hanya sedikit pendaki Indonesia yang berhasil menginjakkan kaki di puncaknya. Untuk mendaki Carstensz, kamu butuh pengalaman panjat tebing serius, peralatan lengkap, dan kondisi fisik yang prima.

2. Gunung Raung - 3.344 mdpl, Jawa Timur

ilustrasi Gunung Raung
ilustrasi Gunung Raung (unsplash.com/dulz muhammad)

Di antara gunung-gunung di Pulau Jawa, tidak ada yang lebih ditakuti para pendaki berpengalaman sekalipun dari Gunung Raung. Tantangan terbesarnya bukan terletak di ketinggian, melainkan di jalur menuju puncak sejatinya yang melewati punggungan sempit yang dikenal dengan sebutan 'Jembatan Shiratal Mustaqim', sebuah jalur sempit dengan jurang menganga sedalam ratusan meter di kanan dan kiri.

Untuk melintasinya, pendaki harus menggunakan teknik panjat tebing dan tali-temali yang tidak bisa ditawar. Ancaman lain datang dari gas belerang beracun dan kabut tebal yang bisa datang tiba-tiba, membuat visibilitas turun hingga hampir nol. Gunung Raung adalah gunung berapi aktif, jadi ancaman dari aktivitas vulkanik juga harus selalu diperhitungkan.

3. Gunung Leuser — 3.404 mdpl, Aceh

Kalau gunung-gunung sebelumnya menantang karena medannya yang terjal, Gunung Leuser menghadirkan jenis kesulitan yang berbeda, yakni waktu. Mendaki Gunung Leuser bisa memakan waktu hingga 16 hari perjalanan naik saja, artinya total pulang pergi bisa mencapai lebih dari 20 hari.

Sepanjang perjalanan, pendaki harus mengarungi hutan tropis Aceh yang sangat lebat dengan jalur yang tidak selalu jelas, tanjakan tajam, dan turunan licin yang sangat melelahkan. Belum lagi ancaman nyata dari satwa liar yang menghuni kawasan ini, termasuk harimau Sumatera yang statusnya dilindungi. Perizinan mendaki Leuser pun sangat ketat: pendaki wajib mendapatkan izin dari Kapolres Aceh Tenggara serta menyertakan surat keterangan kesehatan dari dokter. Ini bukan gunung untuk improvisasi.

4. Gunung Latimojong — 3.478 mdpl, Sulawesi Selatan

Gunung Latimojong adalah puncak tertinggi di Pulau Sulawesi dan salah satu dari Seven Summits Indonesia. Tapi jangan biarkan angka ketinggiannya yang 'biasa' mengelabui kamu. Jalur pendakiannya terkenal sangat berat: tebing dengan kemiringan hampir 70 derajat, bebatuan cadas dan tajam yang harus dipanjat dengan tangan, serta medan berlumpur yang sangat licin di musim hujan.

Di beberapa titik, pendaki harus menyeberangi sungai deras dan berjalan di atas balok kayu tipis di atasnya. Hutan lebat dan kabut yang hampir selalu menyelimuti gunung ini juga membuat navigasi menjadi tantangan tersendiri. Butuh waktu beberapa hari penuh untuk mencapai puncak Rante Mario dengan kondisi fisik serta mental yang benar-benar prima.

5. Gunung Binaiya — 3.027 mdpl, Maluku

Gunung Binaiya mungkin tidak setinggi yang lain di daftar ini, tapi jangan pernah meremehkannya. Sebagai puncak tertinggi di Maluku dan salah satu dari Seven Summits Indonesia, Binaiya terkenal dengan jalur pendakian yang sangat terpencil dan aksesnya yang sangat sulit. Sebelum memulai pendakian, kamu harus menyusuri sungai antar desa dan melewati hutan tropis Pulau Seram yang sangat lebat selama berhari-hari.

Jalur pendakiannya dipenuhi pohon-pohon besar berselimut lumut dengan tanjakan yang sangat terjal, sementara minimnya infrastruktur pendakian membuat persiapan logistik harus dilakukan dengan sangat cermat. Di musim buruk, waktu pendakian bisa mencapai lebih dari seminggu hanya untuk naik. Gunung ini adalah ujian ketangguhan sesungguhnya.

Kelima gunung di atas bukan hanya soal fisik yang kuat, tapi juga menuntut pengalaman, pengetahuan teknis, perlengkapan yang tepat, dan yang paling penting, respek terhadap alam. Jangan pernah mendaki gunung-gunung ini tanpa persiapan matang, pendamping berpengalaman, dan izin yang lengkap. Karena di gunung-gunung ekstrem seperti ini, perbedaan antara petualangan yang berhasil dan bencana sering kali hanya ditentukan oleh seberapa serius kamu mempersiapkan diri sebelum melangkah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Kami Bisa Tebak Gaya Travelingmu dari Menu Sarapanmu

05 Apr 2026, 08:10 WIBTravel