Intip Pesona Kelok 23 Bantul-Gunungkidul yang Baru Diuji Coba Ini!

- Pemda DIY menguji coba operasional jalur JJLS Kelok 23 yang menghubungkan Bantul-Gunungkidul pada 14–20 September 2026, untuk kendaraan roda dua dan empat pukul 06.00–18.00 WIB.
- Jalur sepanjang 5,64 kilometer ini memiliki 23 tikungan di kawasan perbukitan karst, dirancang untuk memangkas waktu tempuh antarkabupaten sekaligus menawarkan pengalaman berkendara yang menantang.
- Tiga gardu pandang dan rest area di titik elevasi tinggi menyajikan panorama perbukitan, pantai selatan, Samudera Hindia, serta pemandangan matahari terbenam.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memulai tahap uji coba operasional jalur baru Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul pada 14-20 September 2026. Jalur yang disebut Kelok 23 (sebelumnya Kelok 18) ini digadang-gadang menjadi salah satu primadona, sekaligus destinasi wisata anyar di Yogyakarta.
Kehadiran akses jalan baru sepanjang 5,64 kilometer ini tidak hanya memangkas waktu tempuh antarkabupaten, tetapi juga menyuguhkan pengalaman berkendara menyusuri perbukitan dengan pemandangan alam spektakuler. Selama masa uji coba tersebut, kendaraan roda dua dan roda empat dapat melintasinya pada pukul 06.00–18.00 WIB.
Bagi kamu yang merencanakan liburan ke wilayah pesisir selatan Jawa, melintasi rute Kelok 23 adalah agenda yang sangat sayang untuk dilewatkan. Penasaran apa saja daya tarik dan pesona yang ditawarkan oleh rute baru ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
1. Sensasi berkendara melintasi 23 lekukan

Potret Kelok 23 yang menghubungkan Gunungkidul dan Bantul (Dok. Humas Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta) Sesuai dengan namanya, daya tarik utama Kelok 23 ini adalah desain jalurnya yang memiliki 23 titik tikungan. Jalan ini dirancang membelah kawasan perbukitan dengan elevasi yang terukur secara presisi, sehingga memberikan pengalaman berkendara yang mulus sekaligus menantang.
Selain itu, Kelok 23 juga menawarkan pemandangan yang fotogenik. Jalanan berkelok di antara tebing-tebing karst tampak sangat kontras dengan vegetasi hijau di sekitarnya. Bagi para pemburu konten, fotografer, maupun pencinta perjalanan darat (road trip), melintasi kelokan ini menawarkan kepuasan tersendiri yang jarang ditemukan di jalur lalu lintas biasa.
2. Panorama perbukitan karst dan Samudera Hindia

Potret Kelok 23 yang menghubungkan Gunungkidul dan Bantul (Dok. Humas Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta) Tidak sekadar berfungsi sebagai sarana mobilitas kendaraan, Kelok 23 menawarkan pemandangan alam yang memikat mata. Saat melintasi rute dari arah Bantul menuju Gunungkidul, pengendara akan disuguhi hamparan perbukitan karst yang megah. Jika kamu ke sini pada pagi hari, udara segar akan menjadi teman perjalanan yang akan membuat suasana jadi menyenangkan.
Pesona jalur ini makin sempurna saat kendaraan berada di titik elevasi tertinggi. Ada tiga titik atau gardu pandang dan rest area yang bisa dikunjungi pengendara untuk melihat pantai selatan atau Samudera Hindia dari atas. Pemandangan ini terlihat sangat memesona dari kejauhan, serta bisa jadi latar foto yang Instagramable.
3. Spot sunset baru yang Instagramable
Lokasinya yang berada di area perbukitan tinggi dan menghadap Samudera Hindia menjadikan Kelok 23 sebagai salah satu titik melihat momen matahari terbenam atau sunset baru di Yogyakarta. Saat sore hari, langit di atas jalur ini akan berwarna jingga dan keemasan berpadu dengan jalanan cantik dan tebing perbukitan. Momen ini menyajikan atmosfer romantis yang memanjakan mata.
Pengunjung dapat berhenti sejenak di rest area untuk berfoto dengan latar belakang sunset dan Samudra Hindia. Keindahan visual yang alami ini menjadikan Kelok 23 sebagai spot nongkrong sore favorit baru bagi anak muda maupun wisatawan yang melintas.
Gimana, jadi penasaran dan pengin road trip ke Kelok 23, kan? Jangan lupa untuk selalu menjaga ketertiban dan berkendara dengan baik selama berada di sana, ya!




















