Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Masjid Ikonik di Singapura, Punya Arsitektur Unik dan Instagramable
ilustrasi masjid di Singapura (pexels.com/ CK Seng)
  • Lima masjid ikonik Singapura menawarkan wisata religi sekaligus arsitektur fotogenik, mencerminkan keberagaman budaya dan sejarah kota.
  • Masjid Sultan, Hajjah Fatimah, dan Al-Abrar menonjol lewat kubah emas, menara miring, serta desain sederhana Muslim India Selatan di tengah lanskap kota.
  • Masjid Abdul Gaffoor dan Jamae memadukan gaya Moor, Victoria, India Selatan, serta Chulia Tamil; keduanya memperlihatkan detail artistik dan keberagaman kawasan Little India-Chinatown.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Singapura dikenal sebagai negara dengan keberagaman budaya dan agama yang hidup berdampingan. Selain memiliki gedung pencakar langit dan kawasan belanja modern, negara ini juga menyimpan banyak masjid bersejarah dengan arsitektur yang memukau. Gak sedikit wisatawan yang memasukkan masjid-masjid tersebut ke dalam daftar destinasi saat berkunjung ke Singapura.

Setiap masjid memiliki cerita, gaya bangunan, dan ciri khas yang berbeda. Ada yang berdiri sejak awal abad ke-19, ada pula yang memadukan arsitektur Timur Tengah, India, hingga Eropa. Kalau kamu ingin menikmati wisata religi sekaligus berburu bangunan yang estetik, lima masjid berikut wajib masuk itinerary.

1. Sultan Mosque

Sultan Mosque (pexels.com/ CK Seng)

Masjid Sultan merupakan ikon kawasan Kampong Glam sekaligus salah satu masjid paling terkenal di Singapura. Masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1824 oleh Sultan Hussain Shah, lalu dibangun kembali pada 1932 dengan gaya arsitektur saracenic yang memadukan sentuhan Moor dan Persia.

Daya tarik utamanya terletak pada kubah emas berukuran besar yang terlihat megah dari kejauhan. Menariknya lagi, bagian dasar kubah dibuat menggunakan pecahan dasar botol kaca yang disumbangkan masyarakat Muslim sebagai simbol kebersamaan. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi salah satu bangunan paling fotogenik di Singapura.

2. Hajjah Fatimah Mosque

Hajjah Fatimah Mosque (commons.wikimedia.org/ Jacklee)

Masjid Hajjah Fatimah dibangun sekitar tahun 1845 oleh seorang saudagar perempuan keturunan Bugis bernama Hajjah Fatimah. Bangunan ini terkenal karena memiliki menara yang miring sekitar enam derajat, sehingga sering dijuluki sebagai "Menara Pisa" versi Singapura.

Arsitekturnya juga sangat unik karena memadukan gaya kolonial Inggris dengan sentuhan gothic Eropa. Perpaduan tersebut membuat tampilannya berbeda dari kebanyakan masjid lain. Lokasinya yang berada di kawasan Bugis juga memudahkan wisatawan untuk berkunjung.

3. Al-Abrar Mosque

Al-Abrar Mosque (commons.wikimedia.org/ Chainwit)

Al-Abrar Mosque berada di Telok Ayer Street, kawasan Chinatown. Masjid yang berdiri sejak 1827 ini termasuk salah satu masjid tertua yang masih aktif digunakan di Singapura hingga sekarang.

Keindahannya justru muncul dari desain yang sederhana dengan gaya khas Muslim India Selatan. Pemandangan masjid yang dikelilingi deretan ruko klasik dan gedung-gedung modern menjadi perpaduan yang menarik sekaligus menunjukkan harmoninya perkembangan kota dengan bangunan bersejarah.

4. Masjid Abdul Gaffoor

Masjid Abdul Gaffoor (commons.wikimedia.org/ Zairon)

Berada di kawasan little India, Masjid Abdul Gaffoor menjadi salah satu bangunan paling mudah dikenali berkat fasadnya yang sangat artistik. Dibangun pada tahun 1907, masjid ini memadukan gaya Moor, Victoria, dan India Selatan dalam satu bangunan yang penuh detail.

Salah satu bagian paling menarik adalah motif matahari pada bagian depan masjid yang memiliki 25 sinar. Setiap sinar melambangkan nama nabi dalam tradisi Islam. Detail inilah yang membuat Masjid Abdul Gaffoor sering menjadi objek fotografi para wisatawan.

5. Masjid Jamae

Masjid Jamae (commons.wikimedia.org/ GoAheadFan95)

Masjid Jamae berdiri sejak tahun 1826 di South Bridge Road, tepat di kawasan Chinatown. Masjid ini dibangun oleh komunitas Muslim India Selatan dan masih mempertahankan gaya arsitektur khas Chulia Tamil yang sangat khas.

Keunikan lainnya adalah lokasinya yang berhadapan langsung dengan Buddha Tooth Relic Temple. Pemandangan dua rumah ibadah dari agama yang berbeda dalam satu kawasan menjadi simbol keberagaman yang sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Singapura.

Masjid-masjid di Singapura bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan perkembangan kota. Arsitekturnya yang indah dipadukan dengan nilai budaya yang kuat membuat setiap bangunan memiliki pesona tersendiri.

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Singapura, sempatkan waktu mengunjungi lima masjid ini. Selain menikmati suasana yang tenang, kamu juga bisa melihat langsung bagaimana warisan sejarah, seni arsitektur, dan keberagaman budaya berpadu dalam satu tempat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article