- Facebook: Direktorat Pelindungan WNI.
- Instagram: @peduliwni.
- Email: pelindunganwni@kemlu.go.id.
- Twitter: @peduliwni.
- Portal Peduli WNI: peduliwni.kemlu@go.id.
Mau Lapor Orang Hilang saat Liburan di Luar Negeri? Lakukan Hal Ini!

- Kasus orang hilang di Jeju menyoroti pentingnya respons cepat saat wisatawan tak dapat dihubungi, termasuk memastikan lokasi terakhir dan meminta informasi dari rekan perjalanan.
- Jika ada kekhawatiran keselamatan, segera laporkan ke kepolisian setempat tanpa menunggu 24 jam, dengan identitas, foto, paspor, ciri terakhir, serta kondisi khusus orang tersebut.
- Setelah melapor, hubungi KBRI atau KJRI dan siapkan data lengkap, bukti komunikasi, tiket, reservasi, serta dokumen perjalanan untuk mendukung koordinasi dan pencarian.
Kasus sejumlah orang hilang di Pulau Jeju, Korea Selatan, belakangan menjadi sorotan setelah beberapa di antaranya ditemukan meninggal dunia dalam waktu berdekatan. Peristiwa tersebut semakin menarik perhatian publik setelah muncul dugaan adanya polisi setempat yang menutup sejumlah laporan orang hilang secara tidak semestinya.
Informasi mengenai kasus ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, terutama terkait prosedur penanganan laporan orang hilang, serta bagaimana sebuah kasus dapat dinyatakan selesai tanpa verifikasi memadai soal keberadaan dan kondisi korban.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa situasi darurat bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk wisatawan Indonesia yang sedang bepergian ke luar negeri. Jika teman, keluarga, atau rekan perjalanan tiba-tiba tidak dapat dihubungi dan keberadaannya tidak diketahui, penting untuk segera mengambil langkah yang tepat.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika orang yang bepergian bersama kita tiba-tiba hilang saat berlibur di luar negeri? Berikut langkah-langkah yang bisa kamu tempuh.
1. Pastikan orang tersebut benar-benar tidak dapat dihubungi
Langkah pertama adalah mencoba menghubungi orang yang dicari melalui berbagai cara. Telepon, pesan instan, email, atau media sosial bisa digunakan untuk memastikan kondisinya. Cek pula lokasi terakhir yang diketahui, misalnya hotel, restoran, tempat wisata, stasiun, bandara, atau destinasi lain yang sebelumnya direncanakan untuk dikunjungi.
Jika bepergian bersama, tanyakan kepada teman seperjalanan lainnya apakah mereka mengetahui keberadaan orang tersebut. Catat pula kapan terakhir kali orang tersebut terlihat dan lokasi terakhirnya karena informasi ini akan membantu proses pencarian.
2. Segera lapor kepada kepolisian setempat

Ilustrasi lapor polisi (IDN Times/Agung Sedan) Jika terdapat kekhawatiran serius mengenai keselamatan orang tersebut, segera hubungi kepolisian di negara tempat kejadian. Jangan beranggapan bahwa laporan orang hilang harus menunggu 24 jam.
Sampaikan identitas orang yang hilang secara lengkap, termasuk nama, kewarganegaraan, nomor paspor jika tersedia, foto terbaru, pakaian terakhir yang dikenakan, serta lokasi dan waktu terakhir terlihat. Jika ada kondisi khusus yang perlu diketahui petugas, seperti orang tersebut sedang sakit atau membutuhkan obat tertentu, informasikan pula hal tersebut.
3. Hubungi KBRI atau KJRI
Setelah membuat laporan kepada pihak berwenang setempat, wisatawan Indonesia juga dapat menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang wilayah kerjanya mencakup lokasi kejadian.
Perwakilan RI di luar negeri memiliki fungsi pelindungan terhadap WNI. Informasi mengenai alamat, nomor telepon, dan layanan masing-masing perwakilan dapat ditemukan melalui portal Peduli WNI. Untuk laporan umum, kamu bisa hubungi nomor +62 812-9007 0027. Sedangkan, alamat media sosial Direktorat Pelindungan WNI adalah sebagai berikut.
Dalam situasi seperti ini, wisatawan Indonesia tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mencari bantuan. Selain menghubungi kepolisian setempat, KBRI atau KJRI di negara tujuan juga dapat menjadi pihak yang dihubungi untuk mendapatkan bantuan terkait WNI di luar negeri.
4. Siapkan data orang yang hilang

Ilustrasi pencarian orang hilang (IDN Times/Arief Rahmat) Siapkan informasi sebanyak mungkin mengenai orang yang dicari. Beberapa data yang sebaiknya tersedia antara lain:
- nama lengkap dan nomor paspor,
- foto terbaru,
- nomor telepon yang digunakan selama di luar negeri,
- alamat atau nama penginapan,
- waktu dan lokasi terakhir terlihat,
- pakaian atau barang yang dibawa saat terakhir terlihat,
- rencana perjalanan atau destinasi yang akan dikunjungi,
- kontak teman atau orang lain yang bepergian bersamanya, dan
- nomor laporan dari kepolisian setempat jika sudah membuat laporan.
Informasi tersebut dapat membantu kepolisian maupun perwakilan RI memahami situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Yang paling penting, tetap simpan bukti komunikasi, tiket, reservasi penginapan, dan dokumen perjalanan. Sebab, informasi tersebut bisa berguna saat proses pencarian berlangsung.
Intinya, jangan menunggu terlalu lama jika keberadaan teman atau keluarga yang bepergian di luar negeri mulai mengkhawatirkan atau sulit dihubungi tanpa sebab. Hubungi kepolisian setempat, kemudian koordinasikan dengan KBRI atau KJRI, serta kanal resmi Kementerian Luar Negeri. Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin mudah pula pihak terkait memahami situasi dan menentukan langkah selanjutnya. Selalu berhati-hati selama liburan ke mana pun, ya!





















