Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Wisata Bangunan Bersejarah di Seoul, Ikonik dan Syahdu
potret Istana Changdeokgung (commons.wikimedia.org/Basile Morin)
  • Seoul merawat warisan kerajaan di tengah modernisasi melalui destinasi bersejarah yang menawarkan suasana tenang, arsitektur tradisional, dan nilai budaya.
  • Gyeongbokgung, Changdeokgung, serta Deoksugung menampilkan sejarah Dinasti Joseon, taman alami, pergantian pengawal, hingga perpaduan arsitektur Korea dan Barat.
  • Gerbang Sungnyemun merepresentasikan benteng Seoul kuno, sementara Kuil Bongeunsa di Gangnam menawarkan suasana Buddha, patung Maitreya, dan program tinggal di kuil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di balik deretan gedung pencakar langit yang menjulang, Seoul di Korea Selatan menyimpan sisi tenang yang sarat akan jejak peradaban masa lalu. Kota megapolitan ini berhasil merawat peninggalan era kerajaan dengan sangat baik di tengah pesatnya modernisasi.

Menelusuri sudut-sudut kuno di ibu kota Korea Selatan ini menghadirkan pengalaman liburan yang rileks sekaligus kaya nilai budaya. Suasana hening berpadu arsitektur tradisional siap menyambut siapa saja yang ingin sejenak lepas dari riuh perkotaan. Berikut lima wisata bangunan bersejarah di Seoul bernuansa syahdu yang patut kamu kunjungi.

1. Istana Gyeongbokgung

potret Istana Gyeongbokgung (commons.wikimedia.org/Frank Schulenburg)

Istana Gyeongbokgung berdiri tegak di pusat kota sejak didirikan pada tahun 1395 oleh Dinasti Joseon. Kompleks ini merupakan istana utama sekaligus yang terbesar di antara lima istana kerajaan di Seoul. Pengunjung dapat melihat prosesi pergantian pengawal kerajaan yang digelar setiap hari di area gerbang depan.

Struktur kayu bercat warna-warni berpadu dengan latar belakang Pegunungan Bugak yang asri. Wisatawan sering memakai pakaian tradisional hanbok agar bisa menjelajahi seluruh area tanpa dikenakan biaya masuk. Suasana sore hari menyajikan pemandangan senja tenang di sekitar pendopo Gyeonghoeru yang mengapung di atas kolam.

2. Istana Changdeokgung

potret Istana Changdeokgung (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Kediaman kerajaan kedua yang didirikan pada tahun 1405 ini terkenal akan keaslian tata letaknya. UNESCO menetapkan kompleks istana ini sebagai Situs Warisan Dunia karena keindahan arsitekturnya yang menyatu dengan alam. Tata bangunan dirancang mengikuti topografi perbukitan tanpa mengubah kontur tanah aslinya.

Area taman rahasia Huwon menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mengincar ketenangan. Pohon-pohon tua berusia ratusan tahun memberikan keteduhan alami di sepanjang jalur setapak. Dedaunan berganti warna menjadi kemerahan saat musim gugur tiba, menambah keindahan area luar istana.

3. Istana Deoksugung

potret Istana Deoksugung (commons.wikimedia.org/Mobius6)

Istana Deoksugung memiliki keunikan berupa perpaduan arsitektur tradisional Korea dan gaya Barat abad ke-19. Kompleks ini menjadi saksi peristiwa penting transisi Kerajaan Joseon menuju Kekaisaran Han Raya. Gedung Seokjojeon berdiri anggun dengan pilar-pilar batu bergaya neoklasik di tengah area istana.

Jalan berpagar tembok batu di samping istana menjadi tempat favorit warga lokal untuk berjalan santai. Pertunjukan musik tradisional dan pameran seni sering diadakan di dalam kompleks tersebut. Lampu-lampu taman menyala terang pada malam hari, memberikan pengalaman wisata malam yang syahdu.

4. Gerbang Sungnyemun (Namdaemun)

potret Gerbang Sungnyemun (commons.wikimedia.org/DoulosCore)

Gerbang Sungnyemun atau yang dikenal sebagai Namdaemun merupakan gerbang selatan benteng pelindung Seoul kuno. Konstruksi berbahan kayu dan batu ini rampung dibangun pada tahun 1398 di masa pemerintahan Raja Taejo. Bangunan ini ditetapkan sebagai Harta Benda Nasional Nomor 1 Korea Selatan berkat nilai sejarahnya.

Struktur atap bertingkat dua menampilkan keahlian pertukangan kayu tingkat tinggi dari zaman dulu. Lokasi gerbang berdampingan langsung dengan pasar tradisional tertua di Seoul yang padat pengunjung. Kawasan sekitar gerbang menyajikan kontras antara peninggalan abad ke-14 dan gedung pencakar langit.

5. Kuil Bongeunsa

potret Kuil Bongeunsa (commons.wikimedia.org/kallerna)

Kuil Bongeunsa didirikan pada tahun 794 era Kerajaan Silla di lereng Gunung Sudo. Kompleks ibadah Buddha ini menawarkan ketenangan di tengah kawasan modern Gangnam yang padat. Patung Buddha Maitreya setinggi 23 meter berdiri megah menyambut para peziarah yang datang.

Aroma dupa yang terhirup lembut menambah kesan syahdu di sepanjang pelataran kuil. Pengunjung dapat mengikuti program tinggal di kuil untuk mempelajari tata cara hidup para biksu. Ribuan lampion kertas terpasang indah memenuhi pelataran utama menjelang perayaan Hari Kelahiran Buddha.

Menikmati keindahan bangunan bersejarah di Seoul memberi wawasan mendalam tentang perjalanan budaya Korea Selatan. Setiap sudut bangunan menyimpan kisah masa lalu yang tetap lestari di tengah pesatnya modernisasi. Dari lima lokasi di atas, bangunan mana yang paling ingin kamu kunjungi saat liburan nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article