ilustrasi seorang sweeper dalam pendakian (pexels.com/Xuân Thống Trần)
Memiliki pengalaman saja tidak cukup untuk menjadi seorang sweeper. Faktanya, seorang sweeper dituntut memiliki fisik super kuat dan ritme jalan yang dipaksa sangat lambat untuk mengimbangi kecepatan berjalan anggota kelompok di depannya. Berjalan mengikuti ritme anggota kelompok yang lambat tentu saja menguras banyak energi dan membuat lebih cepat mengalami kelelahan.
Seorang sweeper juga harus memiliki sikap yang sabar, pengertian terhadap anggota kelompok yang memiliki fisik lemah, dan ego yang harus dikontrol dengan baik. Terkadang, sweeper juga harus menunggu anggota kelompok yang sedang kelelahan dan beristirahat di jalur hingga fisik anggota kelompok tersebut kembali membaik. Tak hanya itu, sweeper juga tak jarang membawakan tas carrier milik anggota kelompok yang mengalami cedera dan tak kuat lagi untuk menanjak.
Leader dan sweeper adalah dua posisi yang berperan penting dan selalu ada dalam pendakian. Pengisi kedua posisi tersebut tentunya harus memiliki banyak kriteria yang dipenuhi demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan pendakian. Dari keempat poin yang baru saja dibahas, kamu kini sudah tahu apa itu leader dan sweeper dalam pendakian, kan?