- Sangkan Paraning Dumadi: Tugu Jogja → Jalan Margo Utomo → Jalan Malioboro → Museum Sonobudoyo → Benteng Baluwarti Keraton → Jokteng Lor → Jokteng Kulon → Panggung Krapyak → Plengkung Nirbaya.
Daftar Bus Wisata di Berbagai Kota yang Menarik Dicoba

- Enam kota menawarkan bus wisata tematik untuk menjelajahi landmark, kawasan bersejarah, dan kuliner: Yogyakarta, Solo, Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Malang.
- Jogja Heritage Track dan Macito dapat dinikmati gratis; JHT menyediakan enam rute sekitar dua jam dengan pendaftaran H-3, sedangkan Macito melintasi ikon Malang sekitar 40 menit.
- Pilihan berbayar mencakup Werkudara Rp25 ribu, Bandros Rp20 ribu, Open Top Tour Jakarta Rp75 ribu, dan SSCT Rp10 ribu, dengan rute serta mekanisme pemesanan berbeda.
Ada banyak cara seru yang bisa dilakukan wisatawan untuk menjelajahi keunikan sebuah kota. Salah satunya naik bus wisata tematik. Bus tersebut akan mengantar wisatawan untuk mengelilingi landmark bersejarah, sudut kota yang ikonik, hingga pusat kuliner dengan didampingi pemandu wisata.
Pengalaman liburan dengan bus wisata ini akan meninggalkan kesan seru, menyenangkan, dan tak terlupakan. Penasaran bus wisata apa saja yang wajib kamu coba ketika singgah atau liburan di berbagai kota di Indonesia? Simak daftar rekomendasinya di bawah ini, yuk!
1. Jogja Heritage Track
Potret Jogja Heritage Track (IDN Times/Dyar Ayu) Rekomendasi yang pertama adalah Jogja Heritage Track (JHT). Bus wisata gratis ini akan mengantar wisatawan keliling Kota Yogyakarta, sembari menyusuri kawasan yang masuk dalam jalur Sumbu Filosofi Yogyakarta, situs bersejarah, hingga kawasan kuliner legendaris selama kurang lebih dua jam perjalanan.
Melansir akun Instagram resmi Humas Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini ada enam rute tematik yang bisa dipilih wisatawan. Masing-masing rute menawarkan pengalaman berbeda, berikut di antaranya:
- Paraning Dumadi: Tugu Jogja → Jalan Margo Utomo → Jalan Malioboro → Museum Sonobudoyo → Pathuk → Meeting Point.
- Sangkaning Dumadi: Meeting Point → Jokteng Lor → Jokteng Kulon → Panggung Krapyak → Plengkung Nirbaya → Jokteng Kulon → Wirobrajan → Meeting Point.
- Colonial Heritage: Meeting Point → Pasar Kranggan → Tugu Jogja → Stasiun Tugu → Malioboro → Teras Malioboro 1 → Gereja Katolik FX Kidul Loji → Sayidan → Bintaran → Gereja Katolik Santo Yusup → Museum Sasmitaloka → Stasiun Lempuyangan → Kotabaru → Meeting Point.
- The Legacy: Meeting Point → Jokteng Lor → Jokteng Kulon → Plengkung Nirbaya → Jokteng Wetan → Jokteng Lor Wetan (Tanjung Anom) → Museum Sonobudoyo → Meeting Point.
- Jogja Culinary: Meeting Point → SMKN 2 Yogyakarta → Tugu Jogja → Pasar Kranggan → Lopis Mbah Satinem → Kopi Joss → Malioboro → Teras Malioboro 1 → Wijilan → Jalan Mataram → Masjid Syuhada → Tugu Jogja → Meeting Point.
Ada pun cara naik Jogja Heritaga Track ini sebagai berikut:
- masuk situs resmi Jogja Heritage Track, yakni www.jogjaheritage.com pads H-3 keberangkatan (Selasa-MInggu),
- pilih menu "Book Your Track,"
- tentukan tanggal keberangkatan yang tersedia,
- konfirmasi kesiapan mengenakan pakaian batik,
- pilih rute yang masih memiliki kursi kosong,
- isi formulir data diri secara lengkap,
- lakukan verifikasi melalui kode OTP yang dikirim ke email,
- setujui syarat dan ketentuan yang berlaku, serta
- kirim formulir dan tunggu konfirmasi dari panitia. Jika berhasil, peserta akan menerima informasi lebih lanjut terkait titik kumpul dan jadwal keberangkatan.
2. Bus Tingkat Werkudara

Bus Tingkat Werkudara di Solo (IDN Times/Larasati Rey) Kota Solo menjadi salah satu pionir penyedia transportasi pelesiran bertingkat di Indonesia melalui pengoperasian Bus Tingkat Werkudara. Bus berwarna merah menyala ini siap mengantar wisatawan menyusuri jalan-jalan protokol utama dan landmark populer.
Di antaranya seperti Kantor Dinas Perhubungan, lalu menuju ke Overpass Manahan, Jalan Slamet Riyadi, Balai Kota (berhenti), Panggung, Solo Safari (pergantian tempat duduk), dan kembali ke Dishub. Bus Tingkat Werkudara beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB dengan harga tiket Rp25 ribu per orang. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui kontak WhatsApp 0811 2929 777 atau 0896 3097 6114.
3. Bandros

Potret Bandros, Bandung (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) Jalan-jalan ke Kota Kembang tidak akan lengkap rasanya tanpa merasakan keseruan naik Bandros (Bandung Tour on Bus). Bus dengan desain gaya art deco yang mencolok dan warna-warni cantik ini siap membawamu keliling menyusuri sudut-sudut kota bersejarah, seperti kawasan Jalan Asia Afrika hingga area Jalan Riau yang rindang.
Sistem tiket Bandros ini cukup fleksibel. Penumpang tidak perlu memesan tiket terlebih dahulu, tetapi langsung datang ke titik pemberangkatan di Jalan Diponegoro, lalu menunggu bus, dan segera naik saat bus datang. Harga tiketnya Rp20 ribu per orang dan dibayarkan secara tunai maupun QRIS kepada petugas di dalam bus.
4. Open Top Tour of Jakarta

Open Top Tour of Jakarta (transjakarta.co.id) Selain transportasi massal yang beroperasi setiap hari, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) juga memiliki layanan bus wisata Open Top Tour of Jakarta, lho! Bus wisata ini memiliki bagian atas yang terbuka, sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan kota secara langsung selama perjalanan.
Layanan ini cocok untuk wisatawan yang ingin berkeliling Jakarta sambil menyaksikan berbagai landmark, bangunan bersejarah, dan kawasan ikonik. Ada empat pilihan rute Open Top Tour of Jakarta yang bisa kamu pilih, antara lain:
- Jakarta Skyline: menyuguhkan panorama kawasan Sudirman dan MH Thamrin, khususnya saat matahari terbenam maupun suasana malam hari,
- Jakarta Heritage: mengajak pelanggan mengunjungi berbagai bangunan dan kawasan bersejarah. Di antaranya seperti Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga Istana Negara,
- Jakarta Seaside: memperlihatkan sisi lain Jakarta di pinggir pantai, tepatnya di kawasan Pantai Indah Kapuk, serta
- Jakarta Batavia: rute terbaru yang menghadirkan pengalaman menyusuri jejak sejarah Batavia dari Sarinah menuju ke Kota Tua.
Layanan ini beroperasi setiap hari dan terbagi dalam tiga waktu, yakni pukul 16.00 WIB, 18.30 WIB, dan 20.30 WIB. Untuk menikmatinya, wisatawan dapat melakukan pembelian tiket melalui aplikasi TJ: Transjakarta dengan harga Rp75 ribu per orang.
5. Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT)

Potret bus Surabaya Sightseeing and City Tour (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas) Gak kalah dari kota-kota lain, Surabaya juga punya bus wisata bernama Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT). Bus ini melayani rute-rute tertentu dan setiap bulan atau dua bulan sekali menyuguhkan tema berbeda, seperti Tugu Pahlawan dan Museum 10 Nopember, Kampung Heritage Peneleh, Kota Lama Surabaya, dan lain-lain.
Surabaya Sightseeing and City Tour hanya beroperasi pada hari Jumat sampai Minggu. Setiap harinya, ada dua jadwal pemberangkatan dengan masing-masing durasi 1,5-2 jam. Harga tiketnya Rp10 ribu per orang dan dapat dibeli melalui situs resmi tiketwisata.surabaya.go.id pada H-1 keberangkatan.
6. Macito

Bus Malang City Tour atau MACITO (unsplash.com/aldrinrachmanpradana) Kota Malang memanjakan wisatawan dengan kehadiran bus wisata bernama Macito atau Malang City Tour. Bus gratis dengan balutan warna biru ikonik khas Arema ini mengusung konsep tempat duduk terbuka di bagian samping maupun belakang.
Bus beroperasi setiap hari. Hari Senin, Kamis, dan Sabtu memiliki lima trip mulai pagi hingga sore. Sedangkan, Jumat dan Minggu memiliki empat trip. Pemesanan tiket dapat dilakukan secara online di aplikasi Malang Mbois maupun on the spot. Selanjutnya, wisatawan datang ke titik keberangkatan di Galeri Mbois (Gedung Kartini) atau Taman Rekraeasi Kota Malang.
Bus akan mengantar wisatawan ke berbagai spot ikonik di Kota Malang selama sekitar 40 menit perjalanan yang dimulai dari Stasion Gajayana, Ijen Boulevard, Kayutangan, hingga kawasan alun-alun.
Itu dia daftar rekomendasi bus wisata di berbagai kota di Indonesia yang menarik dicoba untuk. Kamu mau coba naik bus yang mana dulu, nih?





















