Daftar Bandara Indonesia yang Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Cek sebelum Terbang

Langit di sekitar Selat Sunda belum sepenuhnya bersahabat. Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak pada perjalanan udara setelah abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Erupsi yang terjadi sejak Jumat, 4 September 2026 kemarin menghasilkan abu vulkanik yang terbawa angin hingga menjangkau wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, bahkan Bengkulu.
Buat kamu yang punya rencana bepergian menggunakan pesawat, kabar ini tentu perlu diperhatikan. Sebab, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah bandara harus menghentikan operasional sementara demi alasan keselamatan penerbangan. Lantas, bandara mana saja yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau? Berikut daftarnya seperti dilansir dari Instagram @otbansatu per 7 September 2026.
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)

ilustrasi suasana bandara (unsplash.com/Keswan 27) Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang menjadi salah satu bandara yang paling terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Gangguan di bandara ini berdampak pada penerbangan domestik maupun internasional. Berdasarkan laporan terbaru, lebih dari 1.000 penerbangan di bandara ini terdampak. Berdasarkan informasi sementara, pperasional penerbangan ini pun ditutup hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.
2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP)

ilustrasi beberapa maskapai penerbangan (unsplash.com/Fasyah Halim) Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta juga termasuk dalam daftar bandara yang terdampak. Operasional ditutup sementara hingga tanggal 7 September 2026 pukul 18.00 WIB. Penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah keselamatan karena kondisi sebaran abu vulkanik masih dinamis. Otoritas penerbangan pun terus memantau kondisi ruang udara sebelum operasional bandara dapat kembali berjalan normal.
3. Bandara Radin Inten II (TKG)

ilustrasi suasana bandara (unsplash.com/David Dwipayana) Bandara Radin Inten II di Lampung turut terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasional bandara ini ditutup sementara pada 7 September 2026 hingga pukul 18.00 WIB. Belasan penerbangan dari dan menuju Lampung, termasuk rute domestik dan internasional mengalami pembatalan demi keselamatan. Lokasinya yang berada di Pulau Sumatra membuat kondisi sebaran abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam operasional penerbangan.
4. Bandara Husein Sastranegara (BDO)

ilustrasi ruang tunggu di bandara (unsplash.com/Edwin Petrus) Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat juga masuk daftar bandara yang mengalami penutupan sementara akibat abu vulkanik. Keputusan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan. Sebanyak delapan penerbangan dari dan menuju Bandung terdampak penutupan sementara ini.
5. Bandara Budiarto (RTO)

ilustrasi suasana bandara (unsplash.com/You Le) Bandara Budiarto di Curug, Tangerang menjadi salah satu bandara lainnya yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Bandara ini ditutup sementara pada 7 September 2026 hingga pukul 18.00 WIB. Penutupan sementara ini sebagai langkah mitigasi demi menjaga keselamatan penerbangan akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
6. Bandara Pondok Cabe (PCB)

ilustrasi menunggu penerbangan (unsplash.com/Paul Cuoco) Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan juga masuk dalam daftar yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara dilakukan bersamaan dengan sejumlah bandara lain yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB. Penutupan dan perpanjangan waktu pemantauan terus diperbarui oleh pihak berwenang, dengan estimasi pembukaan menyesuaikan kondisi perkembangan sebaran abu vulkanik di lapangan.
7. Bandara Muhammad Taufik Kiemas (TFY)

ilustrasi suasana terminal di bandara (unsplash.com/Harri P) Bandara Muhammad Taufik Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, turut terdampak kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara ini menjadi salah satu titik yang perlu dipantau karena pergerakan abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah angin dan kondisi atmosfer. Penutupan sementara bandara ini dijadwalkan pada 7 September 2026 hingga pukul 18.00 WIB.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya menjadi perhatian karena aktivitas vulkaniknya, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat termasuk perjalanan udara. Dengan kondisi sebaran abu vulkanik yang masih dapat berubah mengikuti arah angin, status operasional bandara pun bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu.
Buat kamu yang punya jadwal penerbangan dari atau menuju bandara terdampak, pastikan mengecek informasi terbaru dari maskapai serta otoritas penerbangan sebelum berangkat. Dalam situasi seperti ini kesabaran menunggu penerbangan diperlukan, sebab keselamatan tetap menjadi hal utama di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau.















![[QUIZ] Pilih Sunset atau Sunrise, Pantai di Yogyakarta Ini Cocok untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20260225/khamkeo-7eusx5tx2es-unsplash_0ce0afc0-fc97-4609-ab70-fc3b3adad737.jpg)
![[QUIZ] Pilih Olahan Mi Khas Indonesia Favoritmu, Pergilah Liburan ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250430/cover-cd26508c843bab97d8492d582539e958.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Tahu Kamu tentang Julukan Negara-negara Populer Ini?](https://image.idntimes.com/post/20260226/1000036488_307cc5fb-194d-4fe4-99af-247d34a6ad1f.jpg)

