Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini 5 Bandara yang Disiapkan sebagai Alternatif

- Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sejumlah bandara berhenti sementara akibat abu vulkanik, sehingga pemerintah menyiapkan bandara alternatif untuk menjaga keselamatan dan konektivitas penerbangan.
- Lima bandara alternatif yang disiapkan beroperasi 24 jam ialah Kertajati, Jenderal Ahmad Yani Semarang, Juanda, Yogyakarta International Airport, dan Adi Soemarmo.
- Operasional bandara serta rute penerbangan dapat berubah mengikuti kondisi abu vulkanik, NOTAM, dan keputusan otoritas; penumpang diminta memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat.
Ada kalanya perjalanan harus mengambil jalan memutar. Begitu pula penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Ketika abu vulkanik membuat sejumlah bandara berhenti beroperasi sementara, pesawat pun membutuhkan tempat lain untuk mendarat dan berangkat demi menjaga keselamatan penerbangan.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang siap beroperasi 24 jam. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga konektivitas penerbangan tetap berjalan selama beberapa bandara terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ada lima bandara yang disiapkan sebagai alternatif. Berikut ini daftarnya yang bisa menjadi pilihan selama kondisi penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
1. Bandara Internasional Kertajati

ilustrasi ruang tunggu di bandara (pexels.com/LIU LIU) Bandara Internasional Kertajati berada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dan menjadi salah satu pilihan utama untuk mendukung pengalihan penerbangan dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Bandara ini dibuka untuk operasional 24 jam selama kondisi darurat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara Internasional Kertajati menjadi alternatif bagi maskapai yang perlu melakukan pendaratan maupun keberangkatan di luar bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik. Fasilitas yang disediakan pun lengkap dan luas, membuat proses penanganan pesawat serta penumpang yang dialihkan bisa berjalan lebih lega.
2. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani

ilustrasi suasana bandara (pexels.com/K) Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah, turut masuk dalam daftar bandara alternatif yang dapat beroperasi selama 24 jam. Lokasinya yang berada di Jawa Tengah, membuat bandara ini menjadi salah satu opsi bagi maskapai yang membutuhkan alternatif penerbangan di kawasan Jawa.
Posisi geografis Semarang yang strategis menjadikannya titik transit darurat yang sangat krusial bagi penerbangan rute domestik. Selain kesiapan teknis di landasan, para petugas di terminal pun bersiap siaga penuh untuk memandu penumpang yang mungkin merasa bingung saat mendarat di kota yang gak ada di rencana awal perjalanan mereka.
3. Bandara Internasional Juanda

ilustrasi apron bandara (pexels.com/Victor Freitas) Bandara Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, juga disiapkan sebagai bandara alternatif. Pengelola bandara ini menyatakan operasional diperpanjang menjadi 24 jam pada 6 - 7 September 2026 untuk mendukung rotasi dan konektivitas penerbangan.
Dengan jaringan penerbangan domestik dan internasional yang cukup luas, bandara ini menjadi salah satu opsi penting bagi maskapai yang perlu mengatur ulang rute penerbangan selama beberapa bandara di Jawa dan Sumatra terdampak sebaran abu Gunung Anak Krakatau. Selain itu, penumpang yang dialihkan ke Surabaya pun diuntungkan oleh banyaknya akses moda transportasi lanjutan yang tersedia di kota ini.
4. Yogyakarta International Airport

ilustrasi Yogyakarta International Airport (pexels.com/Vinny Anugraha) Yogyakarta Internasional Airport atau YIA di Yogyakarta termasuk dalam lima bandara yang dibuka untuk operasional 24 jam. Bandara yang berada di Kulon Progo ini dapat dimanfaatkan maskapai sebagai titik alternatif apabila penerbangan harus dialihkan dari bandara yang ditutup sementara.
Luasnya apron YIA memungkinkan bandara ini memarkir beberapa pesawat tambahan tanpa mengganggu operasional reguler yang tersisa. Di samping itu, keberadaan bandara ini dapat memberikan pilihan tambahan untuk melanjutkan perjalanan melalui jaringan transportasi darat dari dan menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
5. Bandara Internasional Adi Soemarmo

ilustrasi ruang tunggu di bandara (pexels.com/明珠 梁) Bandara Internasional Adi Soemarmo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, juga masuk daftar bandara alternatif yang dibuka selama 24 jam. Pemerintah memberikan opsi tersebut kepada maskapai untuk membantu menjaga kelancaran mobilitas penumpang di tengah gangguan penerbangan akibat erupsi. Sebelumnya, bandara ini juga pernah menyesuaikan jam operasional menjadi 24 jam untuk mendukung periode penerbangan haji.
Meskipun ukurannya tidak sepadat Bandara Juanda, efektivitas pelayanan di bandara ini saat kondisi krisis sangat baik karena proses penanganan penumpang bisa berlangsung lebih cepat. Suasana kawasan Solo yang hangat dan ramah, langsung menyambut para pelancong begitu mereka menginjakkan kaki di terminal kedatangan.
Lima bandara di atas disiapkan sebagai bandara alternatif yang dapat beroperasi 24 jam selama gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, operasional bandara dan rute penerbangan dapat berubah mengikuti kondisi abu vulkanik, NOTAM, serta keputusan otoritas penerbangan. Karena itu, calon penumpang sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru dari maskapai, pengelola bandara, dan instansi resmi sebelum berangkat, ya!
















![[QUIZ] Pilih Sunset atau Sunrise, Pantai di Yogyakarta Ini Cocok untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20260225/khamkeo-7eusx5tx2es-unsplash_0ce0afc0-fc97-4609-ab70-fc3b3adad737.jpg)
![[QUIZ] Pilih Olahan Mi Khas Indonesia Favoritmu, Pergilah Liburan ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250430/cover-cd26508c843bab97d8492d582539e958.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Tahu Kamu tentang Julukan Negara-negara Populer Ini?](https://image.idntimes.com/post/20260226/1000036488_307cc5fb-194d-4fe4-99af-247d34a6ad1f.jpg)