Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Goa Gajah, Tempat Suci yang Penuh Kisah di Bali

5 Fakta Goa Gajah, Tempat Suci yang Penuh Kisah di Bali
Pemandangan udara bagian dalam Goa Gajah. (commons.wikimedia.org/Jpatokal)
Share Article

Goa Gajah adalah salah satu situs paling suci di Bali. Terletak di dekat Ubud dan berada di pusat kawasan budaya Bali. Pura ini masih digunakan hingga saat ini dan banyak orang datang untuk berdoa di sana. Pengunjung sering datang untuk melihat gua kuno, sejarah, dan suasana tenangnya.

'Goa Gajah juga dikenal sebagai tempat pemandian terkenal dengan area perairan yang luas. Titik pertemuan sungai di dekat pura diyakini berasal dari mata air suci. Banyak orang menganggap air di sana sakral dan menggunakannya untuk membersihkan diri. Yuk, simak fakta unik tentang Goa Gajah berikut ini, guys!

1. Asal-usul Goa Gajah

Pepohonan besar dengan akar menjalar di area Goa Gajah, Bali, dikelilingi tanaman hijau dan kain tradisional yang melilit batang pohon.
potret pepohonan di dalam Goa Gajah (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)

Dalam cerita rakyat setempat, Kebo Iwa dikatakan telah membuat Goa Gajah dengan tanda kuku jarinya. Namun, banyak orang percaya bahwa gua tersebut dipahat dari batu dan digunakan untuk berdoa dan meditasi. Meskipun "Goa Gajah" berarti "gua gajah", tidak ada gajah di sana. Beberapa orang berpendapat bahwa namanya berasal dari nama lama Sungai Petanu, yang disebut Lwa Gajah.

FINNS Beach Club menyatakan bahwa Goa Gajah terlupakan selama bertahun-tahun sebelum para arkeolog Belanda menemukannya kembali pada tahun 1923. Awalnya, mereka tidak menemukan semua bagian situs. Air mancur dan kolam pemandian ditemukan kemudian pada tahun 1954. Penemuan ini membantu orang-orang mempelajari lebih lanjut tentang sejarah Goa Gajah.

2. Memiliki pintu masuk yang menyeramkan

Pintu masuk Goa Gajah di Bali dengan ukiran batu kuno berbentuk wajah raksasa dan patung penjaga di kedua sisinya.
potret pintu masuk Goa Gajah (commons.wikimedia.org/DerGenaue Allrounder)

Bagian depan Goa Gajah memiliki ukiran besar yang menyerupai wajah menakutkan dengan mata lebar di atas pintu gua. Pintu masuknya terlihat seperti mulut terbuka, memberikan desain unik pada gua, lapor Atlas Obscura. Di sekeliling wajah terdapat ukiran yang menyerupai nyala api atau gelombang. Di kedua sisinya, terdapat patung-patung kecil makhluk-makhluk yang perlahan-lahan terkikis seiring berjalannya waktu.

Banyak orang percaya bahwa wajah di pintu masuk dibuat untuk mengusir roh jahat. Pada tahun 1950-an, sebuah kolam pemandian besar ditemukan di dekatnya dengan patung-patung tinggi yang menuangkan air ke dalam kolam. Area yang tenang ini terlihat sangat berbeda dari pintu masuk gua yang menakutkan.

3. Sempat dimasukkan ke Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO

Bangunan beratap tradisional dengan dinding bata merah dan kolam batu berlumut di kompleks Goa Gajah, dikelilingi pepohonan hijau.
potret salah satu struktur di dalam Goa Gajah (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)

Goa Gajah adalah salah satu situs warisan budaya penting di Bali. Pada tahun 1995, kuil ini ditambahkan ke Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO. Daftar ini tidak berarti Goa Gajah secara resmi menjadi Situs Warisan Dunia. Sebaliknya, ini adalah langkah sebelum mendapatkan pengakuan penuh UNESCO.

Pada tahun 2015, Pemerintah Provinsi Bali menghapus Goa Gajah dari Daftar Sementara Warisan Dunia. Keputusan ini dibuat untuk melindungi peran utama situs sebagai tempat ibadah. Banyak warga Bali percaya bahwa kuil Hindu dan Buddha seharusnya terlebih dahulu melayani kebutuhan ibadah lokal. Mereka juga merasa bahwa Goa Gajah tidak seharusnya hanya menjadi tempat wisata bagi pengunjung dari seluruh dunia.

4. Bagian dalam Goa Gajah

Tiga patung batu berlumut memancurkan air ke kolam di dalam kompleks Goa Gajah, dikelilingi dinding batu tua berlumut.
potret kolam dan tiga patung di dalam Goa Gajah (commons.wikimedia.org/Aleksandr Zykov)

Goa Gajah juga memiliki reruntuhan kuno di tenggara, dikenal sebagai kompleks Tukad Pangkung. Untuk membantu pengunjung, tangga dan jembatan dibangun melintasi Tukad Pangkung, sebut Bali Golden Tour. Dari jembatan, orang dapat menaiki anak tangga untuk melihat bagian dari patung Buddha kuno di tebing yang lebih tinggi. Sebelum menyeberangi jembatan, pengunjung juga dapat menemukan potongan batu berukir.

Desain Goa Gajah berbeda dari kebanyakan pura di Bali. Banyak yang memiliki tiga area utama, tetapi Goa Gajah memiliki tata letak yang unik. Suasana sejuknya memberikan pengalaman damai bagi pengunjung. Orang-orang juga dapat melihat peninggalan kuno dari kepercayaan Hindu Siwa dan Buddha di satu tempat.

5. Buka selama 24 jam

Taman hijau di dalam Goa Gajah dengan kolam berisi daun teratai, dikelilingi pepohonan tropis dan tebing berlumut di Bali.
potret taman di dalam Goa Gajah (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)

Goa Gajah buka sepanjang hari dan malam, seperti banyak pura di Bali. Namun, pengunjung yang bukan beragama Hindu disarankan untuk datang antara pukul 08.00—17.00. Jam-jam ini lebih baik untuk berwisata dan mengunjungi pura. Di luar itu, pengunjung masih boleh masuk, tetapi mereka juga bisa diminta untuk pergi.

Biaya masuk Goa Gajah adalah Rp50.000 per orang. Terjangkau bagi sebagian besar pengunjung. Pembayaran ini juga berfungsi sebagai donasi untuk membantu perawatan situs. Adapun biaya tersebut sudah termasuk biaya parkir.

Goa Gajah bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga situs suci dengan makna budaya kuat di Bali. Sejarah yang panjang dan peninggalan kuno menjadikannya cocok untuk mempelajari budaya dan warisan Bali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More

5 Fakta Goa Gajah, Tempat Suci yang Penuh Kisah di Bali

30 Jun 2026, 09:48 WIBTravel