ilustrasi Tokyo, Jepang (unsplash.com/Jezael Melgoza)
Meskipun sudah diperkenalkan sejak 2024, visa digital nomad Jepang masih tergolong sangat eksklusif. Pada tahun pertama, pemerintah Jepang hanya menerbitkan 257 visa. Jumlah tersebut memang meningkat menjadi 646 visa pada 2025, termasuk pasangan yang ikut mendampingi pemegang visa utama. Jika dibandingkan dengan puluhan juta wisatawan yang datang ke Jepang setiap tahun, angka tersebut masih sangat kecil.
Visa ini juga gak bisa diperpanjang secara langsung. Setelah masa tinggal enam bulan berakhir, kamu wajib meninggalkan Jepang selama enam bulan sebelum bisa mengajukan permohonan baru. Artinya, seluruh proses administrasi harus diulang dari awal apabila ingin kembali menggunakan visa yang sama. Meski cukup ketat, aturan tersebut memang dibuat agar program ini tetap difokuskan bagi pekerja remote yang ingin tinggal sementara sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi berbagai daerah di Jepang melalui masa tinggal yang lebih panjang.
Visa digital nomad Jepang menjadi pilihan menarik buat kamu yang ingin bekerja sambil menikmati kehidupan di Negeri Sakura dalam waktu yang lebih lama. Program ini bukan hanya memberikan kesempatan tinggal hingga 180 hari, tapi juga memungkinkan kamu merasakan rutinitas sehari-hari layaknya warga lokal.
Meski ada sejumlah syarat dan keterbatasan yang harus dipenuhi, peluang ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi pekerja remote yang ingin mencoba suasana baru. Kalau suatu saat kamu memenuhi persyaratannya, visa digital nomad Jepang bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan impian bekerja dari salah satu negara paling menarik di dunia.