Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Jalur Pendakian Populer di Pegunungan Alpen Utara Jepang

5 Jalur Pendakian Populer di Pegunungan Alpen Utara Jepang
Gunung Okuhotakadake, Jepang (commons.wikimedia.org/Σ64)
Intinya Sih
  • Pegunungan Alpen Utara Jepang menawarkan lima jalur pendakian populer dengan pemandangan spektakuler, mulai dari Tateyama Kurobe Alpine Route hingga Tsugaike–Shiroumadake.
  • Setiap jalur memiliki tingkat kesulitan dan daya tarik berbeda, seperti bunga alpen bermekaran, lembah bersalju, serta panorama pegunungan yang menawan di berbagai musim.
  • Waktu terbaik untuk mendaki umumnya antara April hingga Oktober, karena sebagian besar jalur ditutup saat musim dingin akibat salju tebal dan kondisi ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bosan dengan aktivitas di tengah kota saat liburan di Jepang? Kamu dapat menggantinya dengan menikmati keindahannya dengan cara lain, seperti mendaki. Ada banyak bukit dan gunung yang bisa dipilih sesuai dengan tingkat kesulitannya.

Pegunungan Alpen Utara Jepang menjadi salah satu tempat favorit para pendaki, karena mudah diakses dan puncaknya lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain itu, pendaki bebas memilih rute dan tersedia mountain hut di beberapa jalurnya.

Buat kamu yang mau mengeksplorasinya, berikut ini daftar jalur pendakian paling populer di Pegunungan Alpen Utara Jepang. Jadikan ini sebagai aktivitas seru selama kamu liburan di Jepang, ya!

1. Tateyama Kurobe Alpine Route

Tateyama Kurobe Alpine Route
Tateyama Kurobe Alpine Route (commons.wikimedia.org/くろふね)

Tateyama Kurobe Alpine Route dapat dilalui berbagai moda transportasi, termasuk kereta gantung, bus listrik, dan cable car. Rute tersebut menghubungkan Kota Toyama, Prefektur Toyama dan Kota Omachi, Prefektur Nagano. Kemudahan akses dan pemandangannya membuat jalur yang dibangun pada 1971 ini sangat populer.

Biasanya rute itu dibuka mulai pertengahan April hingga akhir November. Perlu diingat bahwa tidak dapat diakses selama musim dingin. Selain itu, bagian antara Stasiun Tateyama dan Ogizawa ditutup untuk kendaraan pribadi.

Daya tarik utama Tateyama Kurobe Alpine Route berupa lanskap Pegunungan Tateyama dan perubahan nuansanya setiap musim. Ketika musim semi, salju yang menumpuk akan menjadi dinding setinggi 20 meter di sekitar bagian atas Midahagara dan Murodo. Sedangkan pada musim panas dan musim gugur, pengunjung dapat menyaksikan beragam jenis bunga Alpen dan dedaunan yang berubah warna. 

2. Jalur Kamikochi–Yarigatake

Gunung Yarigatake dari Kolam Tengu
Gunung Yarigatake dari Kolam Tengu (commons.wikimedia.org/Koda6029)

Jika ingin mendaki lebih dari satu hari, maka Jalur Kamikochi–Yarigatake bisa menjadi pilihan yang tepat. Gunung Yarigatake terletak di bagian selatan Pegunungan Alpen Jepang Utara. Gunung tersebut mudah dikenali dengan puncaknya yang runcing menyerupai Matterhorn. Tingginya mencapai 3.180 mdpl.

Pendakian dapat berlangsung selama 3 hari, pertama dari Terminal Bus Kamikochi menuju Yokoo Campsite dan Yarisawa Lodge. Hari kedua, melewati padang rumput dan sabuk pinus batu di Tenguhara menuju Gunung Minamidake serta berakhir di Yarigatake Sanso. Hari ketiga, saatnya turun menuju Tokusawa Campsite dan tiba di Terminal Bus Kamikochi saat siang hari.

Pada bulan Juli dan Agustus, tanaman Alpen akan mekar di sekitar Yarigatake Sanso. Spot lain yang populer untuk berfoto antara pertengahan Agustus saat salju mencair dan akhir September, yakni Kolam Tengu di dekat persimpangan Tenguhara. Pantulan Gunung Yarigatake akan tampak pada permukaan airnya. Selain itu, tempat ini menjadi tempat istirahat saat turun gunung.

Waktu terbaik untuk mendaki lewat jalur ini pada Juli hingga September. Perhatikan kondisi cuaca dan jalurnya, karena terletak di daerah bersalju. Biasanya masih ada salju di jalur pendakian pada bulan Juni dan kemungkinan mulai turun salju lagi mulai Oktober.

3. Jalur Kamikochi–Oku-Hotakadake

Gunung Okuhotakadake
Gunung Okuhotakadake (commons.wikimedia.org/Σ64)

Jalur Kamikochi–Oku-Hotakadake sesuai untuk pendaki berpengalaman, karena punya tingkat kesulitan menengah. Tingkat keterampilan dasar yang harus dimiliki pendaki, yakni kemampuan membaca peta dan kekuatan fisik untuk memanjat tangga. Sedangkan tingkat kesulitan Pegunungan Alpen Jepang masuk kriteria C.

Seperti dilansir The Japan Apls, jalur tersebut punya beberapa bagian yang dilengkapi tangga atau rantai dan sebagian tidak memiliki cukup rambu. Terdapat lembah bersalju dan aliran sungai yang harus dilintasi. Kelalaian dapat menyebabkan kecelakaan jatuh dan tergelincir di beberapa bagian, sehingga kamu perlu ekstra hati-hati.

Setidaknya diperlukan 2 hari untuk menyelesaikan pendakian di jalur ini, karena memiliki medan ridge yang sempit dan menantang. Selain itu, menjadi bagian dari trek panjang Tateyama–Kamikochi. Bagi yang tertarik menjajalnya, bisa mendaki antara pertengahan Juli dan Oktober.

4. Kamikochi Valley Trail

Kamikochi Valley dan Sungai Azusa
Kamikochi Valley dan Sungai Azusa (vecteezy.com/Petr Volejnik)

Masih mengandalkan jalur dari Kamikochi, yang termasuk jalur pendakian terbaik di Jepang. Lembah Kamikochi menawarkan daftar jalur yang landai di sepanjang Sungai Azusa, sehingga mudah diakses oleh pemula. Kamu akan disuguhi panorama menakjubkan berupa deretan puncak gunung, seperti Hotaka, Yakedake, dan Jembatan Kappa-bashi yang ikonik.

Jalanan di sini dibuat sederhana dengan jalur melingkar yang mudah dinavigasi. Ada yang menuju Kolam Taishi dan Kolam Myojin dengan arah berlawanan. Keduanya terkenal karena pantulannya seperti cermin berlatar pegunungan. Tidak hanya itu, lembah yang tenang ini pun menjadi tempat sempurna untuk pencinta alam menghabiskan waktu seharian.

Perlu diketahui bahwa Kamikochi termasuk kota pegunungan musiman. Tidak dapat diakses pada musim dingin, terutama saat hujan salju lebat. Sebagai gantinya, waktu terbaik untuk mendaki dan beraktivitas di kawasan ini antara pertengahan April hingga awal November.

5. Jalur Tsugaike–Shiroumadake

Hakubadake Chojoshukusha dan Gunung Tateyama
Hakubadake Chojoshukusha dan Gunung Tateyama (commons.wikimedia.org/Alpsdake)

Satu lagi, Jalur Tsugaike–Shiroumadake menawarkan pemandangan bunga alpen pada musim panas. Pendakian biasanya dimulai dari Tsugaike Nature Park menuju Hakuba Oike sebelum punggung gunung hingga puncak, kemudian turun melalui Hakuba-jiri dan berakhir di Sarukura. Jalur ini punya jarak tempuh sekitar 15,7 km dengan waktu berjalan kaki 10 jam 35 menit, sehingga minimal 2 hari 1 malam untuk menyelesaikan pendakian.

Perlu diperhatikan bahwa rute klasik yang turun melalui Daisekkei (lembah salju) kerap ditutup karena alasan keselamatan. Oleh sebab itu, banyak pendaki memilih kembali melalui jalur yang sama atau alternatif lain.

Sama seperti sebagian daerah di Pegunungan Alpen Utara Jepang lainnya, di sini juga sangat dipengaruhi salju dan kondisi jalur. Jika kamu berencana untuk mendaki melalui rute ini, maka waktu terbaiknya antara akhir Juni hingga September. Peak season biasanya berlangsung antara Juli dan Agustus, karena bunga alpen sedang mekar serta cuaca bersahabat.

Seluruh jalur pendakian paling populer di Pegunungan Alpen Utara Jepang tersebut berada di kawasan Chubu Sangaku National Park. Layaknya pegunungan pada umumnya,  sebagian berupa network trail, sehingga memungkinkan kamu naik dan turun melalui jalur berbeda. Pastikan mendaki di waktu yang tepat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More