Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Perpusda Solo Cocok Jadi Itinerary Wisata Literasi Keluarga?

Kenapa Perpusda Solo Cocok Jadi Itinerary Wisata Literasi Keluarga?
Perpusda Solo (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Intinya Sih
  • Perpusda Solo di Jalan Hasanudin, Banjarsari, gratis dan mudah diakses BST maupun KRL, dengan jam buka hingga malam pada hari kerja serta layanan akhir pekan.
  • Koleksinya mencakup buku anak, remaja, dewasa, hingga bacaan berbahasa Inggris dan Belanda; tersedia pula ruang baca nyaman serta layanan pemutaran audio/6 dimensi gratis dengan prosedur permohonan.
  • Fasilitas keluarga meliputi Ruang Kreasi Anak, mini playground, ruang laktasi, lift, loker, musala, serta menara pandang yang menawarkan panorama 360 derajat Kota Solo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Akhir pekan sering kali dipilih untuk family time. Kamu gak harus liburan jauh ke luar kota yang memerlukan banyak biaya dan perjalanan panjang. Sesekali juga perlu menikmati waktu bersama keluarga di dalam kota tanpa kehilangan ketenangan.

Short escape ke taman kota sudah biasa, bagaimana kalau mengunjungi perpustakaan daerah (perpusda)? Kamu yang berada di Solo dan sekitarnya dapat menjadikan Perpusda Solo sebagai itinerary wisata literasi, lho. Berikut ini beberapa alasan yang bisa jadi pertimbangan sebelum berkunjung ke perpusda.

1. Gratis, jam operasional panjang, dan mudah diakses

Ruang Baca Perpusda Solo
Ruang Baca Perpusda Solo (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Perpusda Solo satu atap dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta di Jalan Hasanudin Nomor 112, Punggawan, Kecamatan Banjarsari. Kamu dapat mengunjunginya dengan mudah menggunakan transportasi umum. Selain mengandalkan kendaraan pribadi, kamu bisa naik Batik Solo Trans (BST) koridor K2 untuk turun di Halte Punggawan atau KRL dengan berhenti di Stasiun Solo Balapan. 

Sebagai tempat layanan publik, masyarakat umum bisa mengunjunginya secara gratis. Jam operasionalnya Senin–Kamis pukul 08.00–21.00, Jumat pukul 08.00–19.00, Sabtu dan Minggu pukul 09.00–16.00. Menikmati akhir pekan di perpustakaan juga gak kalah seru lho.

2. Koleksi buku lengkap untuk semua usia

koleksi buku Perpusda Solo
koleksi buku Perpusda Solo (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Pemilihan buku memang sepatutnya disesuaikan dengan para pembacanya. Koleksi Perpusda Solo tidak hanya mencakup buku untuk orang dewasa, tetapi juga ada buku anak-anak. Remaja maupun dewasa bisa membaca aneka novel, buku pengetahuan umum, beragam panduan keterampilan hingga skill untuk pekerjaan tertentu maupun kehidupan sehari-hari.

Kalau kamu tertarik dengan bahan bacaan berbahasa asing, tersedia koleksi buku berbahasa Inggris dan Belanda. Beberapa karya penulis ternama seperti Agatha Christie dan Edgar Wallace yang telah diterjemahkan dalam bahasa Belanda juga ada di sini. Cocok nih buat memperkaya kosakata maupun mencari referensi. 

Sedangkan koleksi buku untuk anak-anak berada di ruang yang berbeda. Tentu sebagian besar merupakan buku cerita bergambar yang penuh warna dan beragam bentuk untuk menarik pembaca sesuai dengan usianya. Salah satu buku anak yang ada di sini, yakni Saat Aku Takut karya S. Shinta.

Selain ruang baca yang nyaman, kamu juga bisa menikmati layanan pemutaran audio/6 dimensi secara gratis. Layanan ini memberikan pengalaman visual dan audio yang imersif selama 30 menit. Namun, perlu mengajukan surat permohonan lebih dulu dan mengikuti prosedur yang berlaku.

3. Tersedia ruang khusus anak dan mini playground

Ruang Kreasi Anak di Perpusda Solo
Ruang Kreasi Anak di Perpusda Solo (instagram.com/dispersip_surakarta)

Perpusda Solo punya Ruang Kreasi Anak dan mini playground di lantai 1. Sesuai dengan peruntukannya, ruangan tersebut sengaja dibuat agar anak-anak betah. Deretan rak dan oranamen penuh warna menghiasi ruangan, alas lantai yang empuk, rak buku maupun set tempat duduk mudah dijangkau.

Pada waktu tertentu seperti bulan Ramadan, kadang ada kelas mendongeng. Anak-anak bisa mendengarkan dongeng atau membaca buku sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. Hal ini dapat menjadi pengalaman menarik sekaligus meningkatkan minat baca buah hati.

4. Fasilitas ramah untuk orang tua dengan bayi

papan petunjuk Perpusda Solo
papan petunjuk Perpusda Solo (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Selama kunjungan di Perpusda Solo, kamu dapat menggunakan sejumlah fasilitas pendukungnya. Kalau gak mau lelah naik tangga, tersedia lift yang dapat diakses melalui pintu utama. Jika barang bawaanmu agak banyak, simpan sementara di dalam loker yang tersedia sebelum masuk ruang baca. 

Tersedia pula toilet, tempat wudhu, dan musala di lantai 3 yang cukup luas serta nyaman. Bagi pengunjung yang datang bersama bayi dan ingin mendapatkan privasi saat menyusui, telah tersedia ruang laktasi. Sejumlah fasilitas pendukung tersebut bikin kamu dan keluarga betah seharian.

5. Bonus panorama kota dari menara pandang

panorama kota dari Menara Pandang Perpusda Solo
panorama kota dari Menara Pandang Perpusda Solo (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Sebelum pulang atau saat merasa bosan, kamu bersama keluarga bisa menuju menara pandang. Aksesnya berada di dekat lift lantai 3. Spot satu ini memang butuh sedikit tenaga untuk bisa sampai puncak menara dengan menaiki anak tangga.

Kamu akan mendapatkan panorama kota 360 derajat yang memanjakan mata, terutama saat cuaca cerah. Solo tidak dipenuhi gedung pencakar langit, tetapi justru itu yang membuat sejumlah landmark menarik bisa kamu lihat dari Perpusda Solo. Ada bagian Stasiun Solo Balapan yang paling dekat, Masjid Sheikh Zayed Solo, Kreteg Abang yang menjadi ikon Simpang Joglo, hingga pegunungan serta perbukitan di kejauhan.

Mengunjungi Perpusda Solo sebagai itinerary wisata literasi bisa menjadi momen berkesan saat mengisi liburan bersama keluarga. Kamu gak cuma membaca koleksi bukunya, tetapi juga bisa melihat cityscape dari sisi lain. Yuk, agendakan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More