Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Makam Gul Baba, Simbol Warisan Usmaniyah di Budapest

Fakta Makam Gul Baba, Simbol Warisan Usmaniyah di Budapest
Pemandangan bagian luar Makam Gul Baba. (commons.wikimedia.org/EtelkaCsilla)
Share Article

Di dekat sisi Buda dari Jembatan Margaret terdapat Makam Gul Baba, sebuah situs bersejarah dari masa kekuasaan Usmaniyah di Budapest. Kapel makam yang berasal dari abad ke-16 ini merupakan bagian penting dari masa lalu kota tersebut. Di sekelilingnya, sebuah taman mawar yang tenang menambah daya tarik situs ini. Perpaduan antara makam dan taman ini menghadirkan tempat yang damai untuk mempelajari sejarah Budapest.

Gul Baba, yang namanya berarti "Bapak Mawar", adalah seorang darwis Bektashi yang dihormati dan dikenal karena budi pekertinya yang luhur. Ia mengajarkan Al-Qur'an sembari mengabdi kepada para sultan Usmaniyah dan tiba di Buda bersama pasukan Usmaniyah pada tahun 1541. Kata "mawar" pada namanya merupakan gelar spiritual yang berkaitan dengan pemahamannya yang mendalam tentang Tuhan. Yuk, simak fakta unik tentang Makam Gul Baba berikut ini!

  1. 1. Dibangun pada tahun 1548

    potret peti jenazah Gul Baba di dalam Makam Gul Baba
    potret peti jenazah Gul Baba di dalam Makam Gul Baba (commons.wikimedia.org/Thaler)

    Gül Baba konon wafat pada tahun 1541, tepat pada hari pasukan Usmaniyah merebut Buda. Sebuah upacara pemakaman besar digelar untuknya, yang kabarnya dihadiri oleh lebih dari 200.000 orang, termasuk Sultan Suleiman yang Agung. Makamnya, yang dikenal sebagai türbe, dibangun pada tahun 1548 oleh sang gubernur Buda, tutur Atlas Obscura.

    Türbe ini merupakan salah satu penanda penting sejarah Turki di Hungaria. Bentuknya yang bersegi delapan, pintu yang menghadap ke timur, dan kubah berlapis timah mencerminkan gaya arsitektur pada masanya, jelas Visit Budapest. Makam ini menampilkan elemen-elemen kunci dari desain Turki kuno. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat peti mati kayu dengan hiasan serban di bagian atasnya.

  2. 2. Sempat diubah menjadi kapel Yesuit

    potret sebuah patung di samping Makam Gul Baba
    potret sebuah patung di samping Makam Gul Baba (commons.wikimedia.org/Illustratedjc)

    Setelah wangsa Habsburg merebut kembali Budapest, Makam Gul Baba digunakan sebagai kapel Yesuit. Pada abad ke-19, para peziarah Muslim mulai mengunjungi situs itu kembali. Makam tersebut sekali lagi menjadi tempat penting bagi pengunjung Muslim. Pemerintah Turki kemudian membiayai perbaikan dan perawatannya.

    Makam Gul Baba masih terjaga di lokasi tersebut hingga saat ini. Tempat ini telah lama dikaitkan dengan keyakinan dan ibadah umat Muslim. Kini, menjadi salah satu dari sedikit situs ziarah Islam yang tersisa di Eropa Tengah.

  3. 3. Permata tersembunyi yang sesungguhnya

    Pemandangan kota Budapest dari Makam Gul Baba.
    Pemandangan kota Budapest dari Makam Gul Baba. (commons.wikimedia.org/Illustratedjc)

    Makam Gul Baba merupakan tempat yang sangat disukai di Budapest, dengan suasana yang tenang dan hangat. Lokasinya yang sunyi menjadikannya permata tersembunyi di kota ini. Sebuah taman mawar yang tumbuh di sekeliling makam menambah pesonanya; taman ini tampak paling indah pada musim semi dan musim panas saat bunga-bunga mawar sedang mekar.

    Aroma bunga mawar dan bunga-bunga yang cerah menciptakan suasana yang menyenangkan. Taman yang sunyi ini menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis bunga di sekitar makam. Selain itu, menyuguhkan pemandangan Budapest yang indah.

    Makam Gul Baba merupakan bagian penting dari jejak sejarah era Usmaniyah di Budapest, dengan bangunan makam kuno, taman mawar, serta suasananya yang tenang. Tempat ini juga mencerminkan hubungan historis antara Hungaria dan Turki, sekaligus menjadi situs penting bagi aspek keagamaan dan budaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More