Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Selain Broad Peak, Ini 5 Gunung di Pakistan yang Ekstrem dan Sulit Didaki

Selain Broad Peak, Ini 5 Gunung di Pakistan yang Ekstrem dan Sulit Didaki
Potret seorang pendaki yang mendekati puncak K2 (commons.wikimedia.org/Adha65)
Intinya Sih
  • Pendaki Inggris-Nepal Nirmal "Nimsdai" Purja meninggal akibat longsor salju saat ekspedisi di Broad Peak, Pakistan, pada 30 Juli 2026; kabar dikonfirmasi Elite Expeditions.
  • Broad Peak setinggi 8.047 meter dikenal berisiko karena medan teknis, cuaca sulit diprediksi, dan ancaman longsor salju, menegaskan bahaya pendakian puncak ekstrem.
  • Pakistan juga memiliki K2, Nanga Parbat, Gasherbrum I-II, dan Ogre, dengan tantangan berupa tebing curam, gletser, badai salju, suhu ekstrem, serta kebutuhan kemampuan teknis tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia pendakian gunung kembali diselimuti duka setelah pendaki ternama berdarah Inggris-Nepal, Nirmal "Nimsdai" Purja, dikonfirmasi meninggal dunia akibat longsor salju (avalanche) yang menerjang rombongan ekspedisinya di Broad Peak, Pakistan, saat pendakian pada Kamis (30/7/2026).

Kabar tersebut dikonfirmasi perusahaan ekspedisinya, Elite Expeditions, setelah proses pencarian dan identifikasi korban selesai dilakukan. Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa mendaki gunung-gunung dengan ketinggian ekstrem selalu memiliki risiko yang sangat besar, bahkan bagi pendaki paling berpengalaman sekali pun.

Broad Peak sendiri merupakan salah satu puncak tersulit di dunia. Berdiri setinggi 8.047 meter di Pegunungan Karakoram, gunung ini dikenal memiliki medan teknis, cuaca yang sulit diprediksi, serta ancaman longsor salju yang tinggi.

Namun, Broad Peak bukanlah satu-satunya gunung di Pakistan yang menantang kemampuan dan nyali para pendaki. Negara ini masih memiliki sejumlah puncak lain dengan tingkat kesulitan yang tak kalah ekstrem. Berikut lima gunung di Pakistan yang dikenal sulit didaki selain Broad Peak.

1. K2

Dengan ketinggian 8.611 meter di atas permukaan laut (mdpl), K2 merupakan gunung tertinggi kedua di dunia setelah Gunung Everest. Meski lebih rendah, banyak pendaki profesional justru menganggap K2 jauh lebih sulit ditaklukkan.

Jalur pendakiannya dipenuhi tebing es yang curam, longsoran salju, batu yang mudah runtuh, serta cuaca ekstrem yang dapat berubah hanya dalam hitungan menit. Salah satu bagian paling berbahaya adalah Bottleneck, jalur sempit yang berada tepat di bawah gletser raksasa yang sewaktu-waktu bisa runtuh. Kombinasi faktor tersebut membuat K2 memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, bahkan bagi pendaki berpengalaman sekali pun.

2. Nanga Parbat

Potret pendaki
Potret pendaki (unsplash.com/Tommaso Zandri)

Nanga Parbat berada di ketinggian 8.126 mdpl dan merupakan gunung tertinggi kesembilan di dunia. Sebelum teknologi pendakian berkembang seperti sekarang, gunung ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, sehingga mendapat julukan The Killer Mountain.

Salah satu tantangan utamanya adalah Rupal Face, dinding batu dengan ketinggian lebih dari 4.500 meter yang termasuk salah satu tebing gunung tertinggi di dunia. Ditambah lagi, cuaca yang tidak menentu dan ancaman longsoran salju membuat pendakian ke puncaknya membutuhkan kemampuan teknik tingkat tinggi.

3. Gasherbrum I

Gasherbrum I memiliki ketinggian 8.080 mdpl dan termasuk salah satu gunung yang berada di kawasan Karakoram. Gunung ini juga dikenal dengan nama Hidden Peak, karena letaknya yang tersembunyi di balik pegunungan lain.

Meski jalurnya tidak seterkenal K2, medan menuju ke puncak tetap menuntut kemampuan teknis tinggi. Pendaki harus melewati celah-celah es, lereng curam, hingga gletser yang terus berubah akibat suhu ekstrem. Angin kencang dan suhu yang dapat mencapai puluhan derajat di bawah nol membuat pendakian semakin berat.

4. Gasherbrum II

Potret pendaki
Potret pendaki (unsplash.com/Raimond Klavins)

Berada di dekat Gasherbrum I, gunung setinggi 8.035 mdpl ini sering dianggap sebagai salah satu gunung 8.000 meter yang relatif lebih ramah pendaki. Namun, anggapan tersebut bukan berarti pendakiannya mudah.

Gasherbrum II tetap memiliki sejumlah tantangan berat berupa retakan gletser, jalur es yang licin, serta risiko badai salju yang dapat muncul secara tiba-tiba. Selain itu, pendaki juga harus menghadapi udara yang sangat tipis di ketinggian ekstrem sehingga membutuhkan proses aklimatisasi yang matang.

5. Ogre (Baintha Brakk)

Tingginya sekitar 7.285 mdpl, Ogre atau Baintha Brakk justru dianggap sebagai salah satu gunung tersulit untuk didaki di dunia. Tingkat kesulitannya berasal dari dinding granit yang sangat curam, jalur panjat yang sangat teknis, serta kondisi cuaca yang ekstrem.

Dibutuhkan kemampuan panjat tebing kelas dunia untuk mencapai puncaknya. Bahkan, selama puluhan tahun sejak pendakian pertama berhasil dilakukan pada 1977, hanya sedikit ekspedisi yang mampu mengulang keberhasilan tersebut.

Itulah beberapa gunung di Pakistan yang menawarkan tantangan luar biasa bagi para pendaki selain Broad Peak. Meski masing-masing memiliki daya tarik tersendiri, seluruhnya menuntut persiapan yang matang, serta pengalaman pendakian di medan ekstrem.

Sebelum memasukkan salah satunya ke dalam daftar pendakian impianmu, pastikan kamu telah memahami karakter gunung dan berbagai risiko yang mungkin dihadapi, agar perjalanan dapat berlangsung dengan lebih aman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More