Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arti dan Ketentuan Excess Baggage Saat Naik Pesawat, Sudah Tahu?

Arti dan Ketentuan Excess Baggage Saat Naik Pesawat, Sudah Tahu?
ilustrasi bagasi (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)
  • Excess baggage terjadi saat berat atau ukuran bagasi melampaui jatah pada tiket. Aturan jumlah, berat maksimal, dan dimensi dapat berbeda di setiap maskapai.
  • Biaya kelebihan bagasi dihitung sesuai ketentuan penerbangan, termasuk berat tambahan. Tarif berbeda antar maskapai dan rute, sehingga tidak dapat disamaratakan.
  • Penumpang dapat membeli tambahan bagasi melalui kanal resmi sebelum berangkat, memeriksa aturan barang besar, serta menimbang dan mengatur isi koper dari rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak penumpang baru tahu berat kopernya setelah sampai di konter check-in. Saat ditimbang, berat koper ternyata melebihi jatah bagasi yang tercantum di tiket. Situasi seperti ini cukup sering membuat penumpang harus membuka koper, memindahkan barang, atau membayar biaya tambahan.

Istilah excess baggage biasanya muncul ketika jatah bagasi yang diberikan maskapai sudah terlampaui. Lantas, seperti apa kondisi yang termasuk excess baggage dan apa yang perlu dilakukan kalau berat koper melebihi batas?

  1. 1. Excess baggage berarti bagasi melebihi jatah tiket

    ilustrasi bagasi
    ilustrasi bagasi (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong)

    Excess baggage adalah kondisi ketika berat atau ukuran bagasi melebihi ketentuan yang diberikan maskapai. Jatah tersebut dikenal sebagai baggage allowance dan biasanya sudah tercantum dalam detail tiket. Setiap maskapai dapat memiliki aturan berbeda mengenai jumlah bagasi, berat maksimal, dan ukuran koper.

    Contohnya, tiket kamu memberikan jatah bagasi tercatat 20 kilogram. Setelah koper ditimbang di konter check-in, beratnya ternyata 24 kilogram. Empat kilogram yang melewati jatah tersebut termasuk kelebihan bagasi.

  2. 2. Biayanya bisa dihitung berdasarkan kelebihan bagasi

    ilustrasi bagasi kabin pesawat
    ilustrasi bagasi kabin pesawat (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    Maskapai memiliki ketentuan sendiri untuk menghitung biaya ketika penumpang membawa bagasi melebihi jatah. Tarif tersebut dapat dihitung berdasarkan berat tambahan atau ketentuan lain yang berlaku pada penerbangan tertentu. Nominalnya juga bisa berbeda antara satu maskapai dan maskapai lainnya.

    Sebagai contoh, seorang penumpang membawa koper dengan kelebihan 5 kilogram dari jatah yang tercantum di tiket. Maskapai kemudian mengenakan tarif sesuai jumlah kelebihan tersebut berdasarkan aturan penerbangan yang dipilih. Besarnya biaya tidak bisa disamakan untuk semua rute karena setiap maskapai memiliki daftar tarif dan ketentuan sendiri.

  3. 3. Tambahan bagasi bisa dibeli sebelum berangkat

    ilustrasi bagasi
    ilustrasi bagasi (vecteezy.com/nai.rmtango249756)

    Penumpang yang sudah memperkirakan barang bawaannya cukup banyak dapat membeli tambahan bagasi sebelum hari keberangkatan. Layanan tersebut biasanya tersedia melalui situs atau aplikasi resmi maskapai. Waktu pembelian dan pilihan berat tambahan yang tersedia dapat berbeda pada setiap maskapai.

    Pembelian lebih awal juga membuat biaya bagasi bisa diketahui sebelum sampai di bandara. Harga tambahan bagasi yang dibeli melalui kanal resmi sebelum keberangkatan dapat berbeda dari tarif yang berlaku ketika kelebihan bagasi baru diketahui di konter check-in. Karena itu, penumpang dengan barang bawaan banyak sebaiknya mengecek pilihan tersebut sejak masih berada di rumah.

  4. 4. Barang berukuran besar punya ketentuan berbeda

    ilustrasi koper
    ilustrasi koper (unsplash.com/Alexander Lunyov)

    Ukuran barang juga perlu diperhatikan ketika membawa koper atau barang dengan dimensi yang tidak biasa. Sepeda, alat musik, perlengkapan olahraga, dan beberapa jenis barang berukuran besar dapat memiliki prosedur khusus dari maskapai. Barang seperti ini tidak selalu diperlakukan sama dengan koper biasa.

    Contohnya, sebuah koper memiliki berat 18 kilogram dan masih berada di bawah batas berat yang ditentukan. Ukurannya ternyata melewati batas dimensi bagasi yang ditetapkan maskapai. Kondisi tersebut dapat membuat koper masuk kategori oversized baggage dan membutuhkan penanganan khusus.

  5. 5. Timbang koper sebelum berangkat

    ilustrasi koper
    ilustrasi koper (unsplash.com/Dimitri Karastelev)

    Sebelum berangkat, berat koper bisa dicek lebih dulu di rumah, terutama kalau isinya sudah cukup penuh. Cara ini berguna ketika koper sudah hampir penuh atau barang yang akan dibawa cukup banyak. Isi koper juga masih bisa diatur ulang jika beratnya mendekati atau melewati batas yang tercantum pada tiket.

    Jaket tebal atau sepatu yang berat bisa dipakai saat bepergian supaya tidak perlu dimasukkan ke dalam koper. Barang yang tidak terlalu penting juga bisa dikeluarkan agar isi koper lebih ringan. Pilihan lain adalah membeli tambahan bagasi jika barang yang harus dibawa memang tidak mungkin dikurangi.

    Koper yang terlalu penuh memang kadang baru terasa merepotkan saat hendak berangkat. Kalau dari rumah sudah kelihatan berat, isi koper masih bisa dipilih-pilih lagi sebelum dibawa ke bandara. Jadi, kamu tidak perlu buru-buru bongkar koper saat sudah sampai di konter check-in.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More