Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara ke Rumah Atsiri dari Solo Naik Bus dengan Mudah
Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu (instagram.com/rumahatsiri)
  • Rumah Atsiri di Desa Plumbon, Tawangmangu, dapat dijangkau dari Solo lewat bus bumel dari Terminal Tirtonadi atau titik lintasan seperti Halte Panggung dan Jurug.
  • Bus Rukun Sayur, Langsung Jaya, dan Setia Usaha melayani rute Solo–Tawangmangu dengan tarif Rp20.000–Rp25.000 sekali jalan, waktu tempuh sekitar 1,5–2 jam.
  • Penumpang perlu turun di persimpangan Jalan Watusambang, lalu berjalan 300–500 meter atau naik ojek; biaya PP transportasi diperkirakan Rp40.000–Rp50.000 dan bus pulang disarankan sebelum pukul 15.00 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah berdiri sejak 1963, Rumah Atsiri merupakan destinasi wisata edukasi yang berlokasi di Jalan Watusambang, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat ini memadukan kebun tanaman aromatik, edukasi minyak atsiri, dan bangunan bekas pabrik penyulingan citronella yang dibangun sebagai bagian dari kerja sama antara Indonesia dan Bulgaria.

Buat kamu yang berangkat dari Kota Solo tanpa kendaraan pribadi, bus umum bisa menjadi pilihan transportasi yang praktis sekaligus ramah di kantong. Maka dari itu, catat dulu beberapa poin penting sebelum berangkat agar perjalananmu tidak salah arah, mulai dari titik keberangkatan, pilihan bus, lokasi turun, hingga estimasi biayanya.

Berikut panduan lengkap cara ke Rumah Atsiri dari Solo naik bus yang bisa kamu jadikan acuan agar perjalanan lebih praktis dan pastinya gak bikin kamu tambah bingung.

1. Titik kumpul keberangkatan bus di Solo

Perjalanan berbiaya hemat yang paling fleksibel dimulai dari dua lokasi utama di Kota Solo. Titik pertama adalah Terminal Tirtonadi yang bisa kamu jangkau dengan mudah melalui akses jalan layang (skybridge) dari Stasiun Solo Balapan maupun armada Batik Solo Trans (BST) Koridor 4.

Memilih untuk naik langsung dari terminal utama akan menjamin ketersediaan kursi penumpang sebelum bus terisi penuh. Namun, buat yang posisinya di area Solo bagian timur, kamu tak perlu repot berputar ke Terminal Tirtonadi terlebih dahulu. Kamu cukup menunggu bus di sepanjang jalur perlintasan utama keluar kota, seperti di sekitar Halte Panggung atau kawasan Jurug. Opsi ini jauh lebih efisien dari segi waktu serta menghemat pengeluaran ongkos transportasi dalam kota.

2. Mengenal bus bumel lintas Solo–Tawangmangu

ilustrasi bus jurusan Solo Tawangmangu di Terminal (commons.wikimedia.org/RaFaDa20631)

Moda transportasi utama yang akan mengantarmu ke lokasi tujuan ialah bus medium kelas ekonomi tanpa AC atau sering disebut warga lokal sebagai bus bumel. Beberapa PO bus legendaris yang beroperasi saban hari di jalur ini antara lain Rukun Sayur, Langsung Jaya, dan Setia Usaha.

Naik bus ikonik ini menyajikan nostalgia tersendiri, di mana kamu bisa menikmati hembusan udara sejuk yang perlahan berganti seiring kendaraan menanjak. Tarif bus lintas kabupaten ini juga cukup murah, yaitu berkisar Rp20 ribu-Rp25 ribu per orang untuk sekali jalan.

Menempuh jarak sekitar 38 kilometer dari Kota Solo, perjalanan akan memakan waktu rata-rata 1,5–2 jam tergantung pada kepadatan jalan raya di Karanganyar. Selama di jalan, panorama perkotaan akan berangsur-angsur berganti menjadi pemandangan perbukitan dan deretan pepohonan pinus yang asri.

3. Patokan titik turun dan lanjutan rute

Penting untuk dipahami bahwa armada bus Solo–Tawangmangu tidak melintas tepat di depan pintu gerbang utama Rumah Atsiri, melainkan melewati jalan raya antarkecamatan. Oleh sebab itu, saat naik bus, mintalah kepada kondektur atau sopir untuk menurunkanmu di persimpangan atau di mulut Jalan Watusambang, Desa Plumbon.

Titik ini terletak di jalur Karangpandan–Tawangmangu, berada beberapa kilometer sebelum area pasar atau pusat Kecamatan Tawangmangu. Supaya tidak kebablasan, kamu disarankan untuk terus memantau pergerakan lokasi melalui aplikasi navigasi di ponsel sepanjang perjalanan.

Begitu bus melewati area perkotaan Karangpandan dan mulai memasuki jalur menanjak yang berkelok, berikan sinyal kepada kondektur bahwa kamu bersiap untuk turun. Turun di persimpangan Jalan Watusambang ini jauh lebih praktis daripada harus naik sampai terminal akhir Tawangmangu lalu menyewa transportasi balik.

4. Akses akhir menuju pintu gerbang utama

Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu (instagram.com/rumahatsiri)

Setibanya di mulut Jalan Watusambang, jarak menuju kompleks Rumah Atsiri Indonesia hanya tersisa sekitar 300-500 meter saja. Kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki santai menyusuri jalan lingkungan pedesaan tersebut ke arah barat selama kurang lebih 5 menit.

Suasana permukiman yang tenang serta udara segar khas pegunungan akan menemani langkahmu hingga sampai di depan gerbang. Apabila kamu membawa banyak barang bawaan atau datang dalam rombongan keluarga yang membawa lansia maupun anak-anak, opsi lain adalah memanfaatkan jasa ojek pangkalan lokal.

Para pengemudi ojek biasanya bersiaga di sekitar persimpangan Jalan Watusambang dan siap mengantarkanmu langsung ke lobi depan dengan tarif yang terjangkau, kok.

5. Estimasi bujet dan manajemen waktu

Estimasi modal untuk transportasi jalan-jalan ini, kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp40 ribu–Rp50 ribu untuk perjalanan pulang-pergi (PP) menggunakan bus umum dan ojek lokal. Selain ongkos jalan, kamu juga perlu menyiapkan budget tiket masuk Rumah Atsiri sebesar Rp50 ribu per orang dalam bentuk voucher atau prepaid card di pintu masuk.

Kerennya, saldo voucher tersebut bukan sekadar tiket hangus, melainkan bisa kamu gunakan kembali untuk membayar tiket tur kebun aromatik, tiket museum, atau belanja makanan dan suvenir di area restoran.

Sangat disarankan untuk memulai perjalanan dari Solo sekitar jam 7 pagi agar terhindar dari potensi kemacetan di jalur wisata pada akhir pekan, sekaligus memberikan waktu lebih leluasa untuk mengeksplorasi seluruh fasilitas di area kebun aromatik. Hal penting lain yang tak boleh terlewatkan adalah memperhitungkan jadwal operasional bus pulang ke Solo.

Mengingat frekuensi bus medium dari Tawangmangu menuju Solo mulai berkurang pada sore hari, usahakan kamu sudah kembali bersiap di persimpangan Jalan Watusambang maksimal pukul 15.00 WIB. Jangan lupa pula menyiapkan uang tunai dengan pecahan kecil agar mempermudah pembayaran ongkos ke kondektur, ya.

Naik bus dari Solo ke Rumah Atsiri gak harus bikin perjalanan terasa ribet, apalagi kalau kamu sudah tahu bus mana yang dipilih dan harus turun di mana. Pastikan untuk mengecek jadwal serta tarif terbaru sebelum berangkat supaya liburan ke Tawangmangu tetap praktis, hemat, dan gak berujung salah arah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article