Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Traveling Lebih Sustainable Tanpa Mengurangi Keseruan Liburan

5 Cara Traveling Lebih Sustainable Tanpa Mengurangi Keseruan Liburan
ilustrasi traveling di alam (pexels.com/Meidi Astuti)
  • Travel berkelanjutan dapat tetap seru dengan memilih kereta, bus, transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan menikmati destinasi lebih dekat.
  • Wisatawan dianjurkan membawa botol minum, tas belanja, tempat makan, serta alat makan pakai ulang, lalu memilih penginapan yang menerapkan penghematan energi, air, dan pengelolaan sampah.
  • Liburan bertanggung jawab dilakukan dengan mendukung usaha dan produk lokal, serta menghormati alam dan aturan destinasi, termasuk tidak membuang sampah, merusak tanaman, atau mengganggu satwa liar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Traveling gak selalu harus identik dengan perjalanan yang boros sumber daya dan menghasilkan banyak sampah. Dengan sedikit perubahan kebiasaan, liburan tetap dapat terasa seru sambil memberi dampak yang lebih baik bagi lingkungan sekitar. Pilihan transportasi, tempat menginap, sampai cara menikmati destinasi dapat menentukan seberapa ramah lingkungan sebuah perjalanan.

Konsep sustainable travel semakin relevan ketika banyak destinasi wisata menghadapi persoalan sampah, kepadatan pengunjung, dan penggunaan sumber daya yang berlebihan. Menariknya, menerapkan prinsip tersebut gak berarti harus mengorbankan kenyamanan atau pengalaman selama liburan. Justru, beberapa kebiasaan sederhana dapat membuat perjalanan terasa lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan lokal, yuk terapkan cara berikut saat liburan.

  1. 1. Pilih transportasi yang lebih ramah lingkungan

    ilustrasi pria di kereta
    ilustrasi pria di kereta (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Transportasi menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika ingin menerapkan perjalanan yang lebih ramah lingkungan. Jika memungkinkan, gunakan kereta, bus, atau transportasi umum lain dibanding kendaraan pribadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Selain dapat mengurangi penggunaan bahan bakar, pilihan tersebut juga membuat perjalanan terasa lebih santai karena gak harus fokus menghadapi kemacetan.

    Untuk jarak yang relatif dekat, berjalan kaki atau menggunakan sepeda juga dapat menjadi pilihan menarik. Cara ini memungkinkan wisatawan menikmati suasana sekitar secara lebih dekat sekaligus menemukan sudut destinasi yang mungkin terlewat jika menggunakan kendaraan. Perjalanan pun terasa lebih aktif dan memberikan pengalaman yang berbeda dibanding sekadar berpindah dari satu tempat wisata ke tempat berikutnya.

  2. 2. Bawa perlengkapan pakai ulang

    ilustrasi HP dan traveling
    ilustrasi HP dan traveling (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    Membawa perlengkapan pakai ulang merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi jumlah sampah selama perjalanan. Botol minum, tas belanja, tempat makan, dan alat makan pribadi dapat digunakan berkali-kali tanpa harus terus membeli perlengkapan sekali pakai. Kebiasaan tersebut juga cukup praktis karena perlengkapan yang sama dapat digunakan sepanjang perjalanan.

    Selain mengurangi sampah, membawa perlengkapan sendiri dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan terorganisasi. Botol minum bisa diisi kembali ketika menemukan fasilitas air yang layak, sedangkan tas belanja dapat digunakan saat membeli oleh-oleh atau kebutuhan harian. Langkah kecil seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak yang cukup berarti.

  3. 3. Pilih akomodasi yang punya kepedulian lingkungan

    potret hostel di Beijing
    potret hostel di Beijing (commons.wikimedia.org/The Erica Chang)

    Tempat menginap juga memiliki peran penting dalam menentukan seberapa ramah lingkungan sebuah perjalanan. Saat memilih hotel atau penginapan, perhatikan apakah tempat tersebut memiliki kebijakan penghematan energi, pengelolaan sampah, atau penggunaan air secara bijak. Pilihan seperti ini membuat pengalaman menginap tetap nyaman tanpa mengabaikan dampak terhadap lingkungan sekitar.

    Penginapan yang mengutamakan prinsip ramah lingkungan juga sering memiliki konsep yang menarik dan dekat dengan karakter daerah setempat. Beberapa tempat memanfaatkan bahan lokal, mengurangi penggunaan plastik, atau menyediakan fasilitas yang lebih hemat energi. Dengan memilih akomodasi seperti ini, liburan gak hanya terasa nyaman, tetapi juga ikut mendukung pelaku usaha yang berusaha menjaga keberlanjutan lingkungan.

  4. 4. Dukung bisnis dan produk lokal

    ilustrasi bisnis UMKM
    ilustrasi bisnis UMKM (pexels.com/Sogi .)

    Mendukung bisnis lokal dapat menjadi salah satu cara paling menyenangkan untuk menerapkan perjalanan yang lebih berkelanjutan. Saat berkunjung ke sebuah daerah, coba pilih restoran lokal, pasar tradisional, pengrajin setempat, atau usaha kecil yang dikelola masyarakat sekitar. Pengeluaran selama liburan pun dapat ikut berputar di lingkungan ekonomi lokal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

    Selain memberi dampak ekonomi, membeli produk lokal juga dapat membuat pengalaman perjalanan terasa lebih autentik. Makanan khas, kerajinan tangan, hingga produk buatan masyarakat setempat biasanya memiliki cerita yang gak ditemukan pada barang produksi massal. Dengan begitu, oleh-oleh yang dibawa pulang bukan sekadar benda, tetapi juga menjadi pengingat tentang budaya dan pengalaman dari tempat yang dikunjungi.

  5. 5. Hormati alam dan aturan destinasi

    ilustrasi traveling di alam
    ilustrasi traveling di alam (pexels.com/Dwi Rizqi F)

    Menjaga kelestarian destinasi merupakan bagian penting dari perjalanan yang bertanggung jawab. Hindari membuang sampah sembarangan, merusak tanaman, memberi makan satwa liar, atau membawa pulang benda alami dari kawasan wisata. Kebiasaan sederhana tersebut membantu menjaga tempat yang dikunjungi tetap nyaman bagi wisatawan lain sekaligus aman bagi ekosistem setempat.

    Mengikuti aturan destinasi juga membuat pengalaman liburan terasa lebih aman dan menyenangkan. Setiap kawasan memiliki karakter serta batasan yang dibuat untuk melindungi lingkungan, budaya, maupun masyarakat lokal. Ketika aturan tersebut dihormati, wisatawan gak hanya menjadi penikmat destinasi, tetapi juga ikut berperan dalam menjaga keberlangsungannya untuk masa depan.

    Menerapkan sustainable travel gak harus membuat liburan terasa rumit atau kehilangan keseruannya. Pilihan kecil seperti menggunakan transportasi umum, membawa perlengkapan pakai ulang, dan mendukung bisnis lokal justru dapat memperkaya pengalaman selama perjalanan. Dengan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab, liburan tetap menyenangkan sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More