Kalau kamu sedang merencanakan one day trip di Jakarta, ada banyak destinasi hidden gem yang layak masuk dalam daftar kunjunganmu. Simak itinerary lengkap berikut agar perjalananmu makin berkesan dan tidak ada satu pun spot terlewatkan
One Day Trip Jakarta, Jelajahi Hidden Gem dari Pagi sampai Malam

- Perjalanan dimulai di Glodok dengan sarapan legendaris seperti Kopi Es Tak Kie dan Donat Ellie, sambil menikmati suasana pecinan yang masih kental sejak puluhan tahun lalu.
- Siang hari diisi dengan wisata sejarah ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi dan Jembatan Kota Intan, dua lokasi bersejarah yang menampilkan jejak penting masa kolonial dan kemerdekaan Indonesia.
- Malam ditutup di kawasan Little Tokyo Blok M dengan suasana Jepang modern, lengkap dengan restoran autentik dan supermarket Papaya yang menjual produk khas Negeri Sakura.
Jakarta menyimpan ribuan cerita di balik gedung-gedung tinggi dan jalanan yang selalu ramai setiap hari. Kota ini bukan sekadar pusat bisnis, melainkan surga wisata yang kaya akan sejarah, seni, dan kuliner legendaris yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
1. Pagi hari dimulai dengan sarapan legendaris di kawasan Glodok

Mulai perjalanan dengan sarapan di kawasan pecinan Glodok yang sudah berusia ratusan tahun. Kopi Es Tak Kie yang berdiri sejak 1927 menjadi pembuka hari yang sempurna dengan kopi hitam pekat khas perpaduan budaya Tionghoa-Betawi yang sudah jadi langganan warga lokal lintas generasi. Sambil menikmati kopi, coba juga Kari Lam, masakan berkuah gurih khas Medan yang sudah puluhan tahun bercokol di kawasan ini dan tetap dipadati pembeli setiap harinya.
Setelah perut terisi, bergeser sedikit ke Gedung Chandra di Petak 6 untuk mencari lapak Donat Ellie. Donat kentang empuk bertabur gula halus yang dijual oleh sepasang kakek-nenek ini sempat viral dan antreannya bisa sangat panjang, jadi pastikan kamu datang dengan sabar dan semangat. Kawasan Petak 9 dan Petak 6 paling nyaman dinikmati di pagi hari sebelum ramai, sehingga kamu bisa leluasa menjelajahi deretan kuliner legendaris tanpa harus berdesakan.
2. Siang hari cocok untuk menelusuri sejarah di Kota Tua dan sekitarnya

Dari Glodok, perjalanan berlanjut ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Bangunan ini dulunya merupakan kediaman pribadi Laksamana Muda Tadashi Maeda semasa pendudukan Jepang, ketika jalan tersebut masih bernama Jalan Meiji Dori, dan menjadi tempat teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan pada 16 Agustus 1945.
Koleksi museum mencakup foto dokumenter, rekaman suara, film sejarah, hingga replika meja perumusan. Yang paling sayang dilewatkan adalah bunker di halaman belakang, struktur bawah tanah peninggalan era pendudukan yang masih bisa dimasuki pengunjung hingga hari ini.
Setelah puas menjelajahi museum, arahkan langkah menuju Jembatan Kota Intan di kawasan Kali Besar, Jakarta Barat. Jembatan ini dibangun pada 1628 oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), kongsi dagang Belanda, dan tercatat sebagai jembatan tertua di Indonesia dengan penopang berwarna merah yang ikonik. Dari atas jembatan, kamu bisa menikmati pemandangan Sungai Ciliwung dan gedung kantor pabean ke arah utara sambil mengabadikan momen terbaik perjalananmu.
3. Malam hari ditutup dengan nuansa Tokyo di jantung Jakarta Selatan

Setelah makan siang dan istirahat sejenak, arahkan perjalanan ke Galeri Sophilia jika kamu berkunjung pada hari Minggu karena galeri ini hanya buka pukul 12.00–15.00 WIB. Tiket masuknya Rp25 ribu untuk usia 7–12 tahun, Rp50 ribu untuk usia 13–21 tahun, dan Rp100 ribu untuk dewasa, sementara anak usia 0–6 tahun masuk gratis. Koleksinya mencakup lukisan dan patung dengan konsep perpaduan gaya Eropa, Tiongkok, dan Amerika yang dikurasi dalam satu ruang pamer yang Instagrammable.
Tutup hari di kawasan Little Tokyo, Blok M, Jakarta Selatan, yang baru benar-benar hidup mulai sore hingga malam hari. Deretan restoran dan kedai ala Jepang berjejer di sepanjang kawasan ini, dan beberapa tempat mengharuskan reservasi terlebih dahulu karena peminatnya sangat banyak. Mampir juga ke Papaya, supermarket yang khusus menjual produk makanan dan kebutuhan impor dari Jepang, untuk melengkapi pengalaman Little Tokyo-mu sebelum pulang.
Itinerary one day trip Jakarta di atas membuktikan bahwa ibu kota menyimpan jauh lebih banyak kejutan daripada yang kamu bayangkan selama ini. Dari kuliner legendaris berusia hampir 1 abad di Glodok hingga nuansa Jepang di tengah Jakarta Selatan, semuanya bisa kamu jelajahi dalam satu hari penuh. Jadi, mau ke mana dulu, nih?

















