Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panduan ke Museum Pos Indonesia Bandung, Ini Rute yang Bisa Dipilih!
Potret Museum Pos Indonesia, Bandung (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Museum Pos Indonesia di Bandung merupakan museum bersejarah yang sudah berdiri sejak masa Hindia Belanda pada 1933. Museum ini menjadi salah satu yang tertua dan menyimpan jejak perkembangan layanan pos paling lengkap di Indonesia.

Belum lama ini, Museum Pos Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Menteri Kebudayaan mendorong peningkatan statusnya dari cagar budaya tingkat kota menjadi cagar budaya nasional. Menurutnya, bangunan yang telah berusia lebih dari 100 tahun tersebut memiliki nilai sejarah yang besar. Oleh karena itu, layak mendapat perlindungan sebagai warisan budaya nasional.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat tiga jenis koleksi utama, yakni koleksi sejarah, peralatan pos, dan prangko. Koleksinya sangat beragam, mulai dari prangko Indonesia, Belanda, Jepang, hingga berbagai negara lainnya. Bahkan, terdapat prangko emas yang pernah digunakan Presiden pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Bagi kamu yang tertarik berkunjung, Museum Pos Indonesia cukup mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Berikut tiga cara menuju Museum Pos Indonesia di Bandung yang bisa kamu pilih.

1. Naik kendaraan pribadi

Potret Museum Pos Indonesia, Bandung (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Jika kamu naik kendaraan pribadi, perjalanan dari Gerbang Tol Pasteur menuju Museum Pos Indonesia memakan waktu sekitar 15-30 menit. Dari Gerbang Tol Pasteur, masuk ke Jalan Dr. Djunjunan, kemudian lanjut menuju ke Jalan Layang Pasupati atau Jalan Prof. Mochtar Kusumaatmadja.

Setelah itu, belok kiri ke Jalan Sentot Alibasyah, lalu kembali belok kiri menuju Jalan Diponegoro. Setelah melewati Museum Geologi, masuk ke Jalan Cisangkuy dan putar arah menuju Jalan Cilaki. Museum Pos Indonesia berada di kompleks Kantor Pos Pusat Bandung, sehingga cukup mudah ditemukan.

2. Dari Terminal Leuwi Panjang

Jika kamu datang naik bus antarkota, kamu bisa turun di Terminal Leuwipanjang. Dari terminal, perjalanan menuju Museum Pos Indonesia membutuhkan waktu sekitar 26 menit.

Dari Terminal Leuwipanjang, kamu bisa naik Metro Jabar Trans rute Leuwipanjang-Dago. Setelah itu, turun di perempatan Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) dan Jalan Sulanjana. Selanjutnya, lanjutkan perjalanan menggunakan angkot jurusan Cicaheum-Ledeng, lalu turun di dekat Museum Pos Indonesia.

3. Dari Stasiun Bandung

Stasiun Bandung (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Bagi kamu yang datang naik kereta api atau Whoosh, kamu bisa turun di Stasiun Bandung. Dari sana, ada beberapa pilihan transportasi menuju Museum Pos Indonesia. Kamu dapat naik angkot jurusan Stasiun Hall-Dago, lalu turun di perempatan Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) dan Jalan Sulanjana.

Setelah itu, lanjutkan perjalanan menggunakan angkot rute Cicaheum-Ledeng hingga tiba di Museum Pos Indonesia. Jika ingin lebih cepat, kamu bisa memesan transportasi online. Jarak dari Stasiun Bandung ke Museum Pos Indonesia hanya sekitar 3,5 kilometer. Waktu tempuhnya sekitar 10-15 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Demikian tiga cara menuju ke Museum Pos Indonesia di Bandung. Dengan akses yang mudah dari berbagai titik di Bandung, museum ini layak masuk daftar destinasi wisata kamu berikutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article