Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panduan Lengkap Reschedule Tiket Pesawat karena Bencana Alam
ilustrasi reschedule tiket pesawat (pexels.com/Anna Shvets)
  • Penumpang perlu memastikan status penerbangan lewat kanal resmi maskapai atau bandara, lalu menyimpan pemberitahuan, nomor penerbangan, dan waktu keberangkatan sebagai bukti.
  • Sebelum mengajukan perubahan, siapkan PNR, identitas penumpang, e-tiket, bukti pembayaran, boarding pass, serta dokumentasi pembatalan atau gangguan akibat bencana.
  • Pengajuan dilakukan ke maskapai atau platform pembelian tiket; opsi reschedule, refund, atau re-route serta biaya mengikuti kebijakan khusus maskapai dan status penerbangan terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bencana alam, seperti erupsi gunung api, gempa bumi, banjir, atau cuaca ekstrem, dapat membuat penerbangan dibatalkan, ditunda, atau dialihkan. Kondisi ini tentu merepotkan, terutama jika kamu sudah berada di bandara atau memiliki agenda penting di kota tujuan.

Tiket pesawat yang terdampak bencana tidak selalu langsung hangus begitu saja. Jika penerbangan dibatalkan atau mengalami perubahan akibat kondisi di luar kendali maskapai, penumpang dapat memperoleh pilihan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Berikut panduan lengkap reschedule tiket pesawat karena bencana alam.

1. Pastikan penerbanganmu benar-benar terdampak bencana

ilustrasi jadwal penerbangan (pexels.com/Braeson Holland)

Jangan langsung membatalkan tiket hanya karena mendengar kabar tentang bencana di daerah tujuan. Periksa lebih dulu status penerbangan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai, email, SMS, serta informasi dari bandara untuk mengetahui apakah penerbanganmu dibatalkan, ditunda, diubah jadwalnya, atau terdampak penutupan bandara. Status ini penting karena penanganan tiket bisa berbeda antara penerbangan yang masih berjalan normal dan penerbangan yang sudah dinyatakan terdampak.

Kalau maskapai sudah mengirimkan pemberitahuan resmi, simpan pesan tersebut karena bisa menjadi bukti ketika mengajukan perubahan tiket. Jangan hanya mengandalkan unggahan media sosial atau informasi dari penumpang lain karena satu bandara bisa melayani penerbangan dari beberapa maskapai dengan keputusan yang berbeda. Kamu juga perlu mencatat nomor penerbangan dan waktu keberangkatan agar tidak keliru ketika menghubungi petugas atau mengajukan perubahan melalui aplikasi.

2. Siapkan data dan bukti sebelum mengajukan reschedule

ilustrasi cek tiket (unsplash.com/freestock)

Sebelum menghubungi maskapai atau agen perjalanan, siapkan kode booking atau PNR, nama penumpang sesuai tiket, nomor penerbangan, rute, tanggal keberangkatan, serta alamat email atau nomor telepon yang digunakan saat memesan. E-tiket dan bukti pembayaran juga sebaiknya tetap disimpan karena keduanya dapat dibutuhkan selama proses perubahan atau pengembalian dana. Kalau kamu sudah melakukan check-in, simpan juga boarding pass yang sudah diterbitkan.

Bukti mengenai bencana atau gangguan penerbangan juga penting, terutama jika kamu mengajukan tiket dengan alasan force majeure. Simpan tangkapan layar pembatalan penerbangan, pemberitahuan perubahan jadwal, pengumuman penutupan bandara, email dari maskapai, atau percakapan dengan petugas. Semakin jelas bukti yang kamu punya mengenai hubungan antara bencana dan gangguan penerbangan, semakin mudah menjelaskan alasan pengajuan ketika diminta oleh maskapai atau OTA (Online Travel Agent).

3. Hubungi maskapai atau tempat kamu membeli tiket

ilustrasi reschedule tiket (pexels.com/irwan zahuri)

Kalau tiket dibeli langsung dari maskapai, gunakan situs, aplikasi, pusat layanan pelanggan, atau konter resmi maskapai untuk mengajukan perubahan. Sampaikan bahwa penerbanganmu terdampak bencana dan tanyakan pilihan yang tersedia, apakah bisa pindah jadwal, mendapatkan pengembalian dana, atau dialihkan ke rute lain. Jangan langsung memilih menu reschedule biasa jika penerbanganmu sebenarnya sudah dibatalkan oleh maskapai karena bisa ada kebijakan khusus untuk penerbangan terdampak.

Jika tiket dibeli melalui agen perjalanan online, proses perubahan umumnya dilakukan melalui platform tempat kamu melakukan pemesanan. Pada Traveloka, misalnya, pengguna dapat membuka menu Pesanan, memilih e-tiket, lalu mencari pilihan Refund & Reschedule sesuai status penerbangan. Jika maskapai sudah membatalkan atau mengubah jadwal penerbangan, pilih alasan yang sesuai dengan kondisi tersebut agar pengajuan tidak dianggap sebagai perubahan jadwal atas keinginan sendiri.

4. Apakah reschedule karena bencana gratis?

ilustrasi reschedule tiket pesawat (pexels.com/Maxim Titov)

Tidak semua bencana otomatis membuat setiap tiket bisa diubah secara gratis. Jika maskapai sudah menetapkan penerbangan tertentu sebagai penerbangan terdampak dan mengeluarkan kebijakan khusus, penumpang bisa mendapatkan reschedule tanpa biaya tambahan, refund, atau pilihan lain sesuai ketentuan maskapai. Kementerian Perhubungan juga pernah mengimbau maskapai memberikan pilihan, seperti full refund, reschedule, atau re-route ketika penerbangan terdampak penutupan bandara akibat erupsi.

Karena kebijakan tersebut dapat berbeda menurut maskapai dan kejadian, jangan langsung membayar biaya yang muncul di aplikasi. Kalau penerbanganmu memang sudah dinyatakan terdampak bencana, tetapi sistem masih mengenakan biaya perubahan, hubungi maskapai atau OTA dan tanyakan apakah ada kebijakan khusus yang belum diterapkan pada tiketmu. Pastikan juga apakah selisih harga penerbangan baru, biaya administrasi, bagasi, dan layanan tambahan lainnya ikut dibebaskan atau tetap harus dibayar.

5. Pilih reschedule, refund, atau re-route sesuai kondisi

ilustrasi refund (unsplash.com/Atlantic Money)

Reschedule bisa dipilih jika kamu masih ingin melanjutkan perjalanan, tetapi membutuhkan jadwal baru setelah kondisi kembali memungkinkan. Refund lebih masuk akal jika perjalanan sudah tidak bisa dilanjutkan atau kamu tidak ingin mengambil risiko menunggu kepastian jadwal berikutnya. Sementara itu, re-route dapat menjadi pilihan jika tujuan masih bisa dicapai melalui bandara atau penerbangan lain yang disediakan maskapai.

Kalau kamu sudah berada di bandara ketika bencana mengganggu penerbangan, segera datangi konter maskapai dan tanyakan tiga hal, yaitu apakah penerbangan dibatalkan, kapan penerbangan pengganti tersedia, dan apakah perubahan tersebut dikenakan biaya.

Jangan buru-buru membeli tiket baru sebelum memastikan status tiket lama karena kamu mungkin masih mendapatkan penerbangan pengganti atau pilihan lain dari maskapai. Setelah mengajukan perubahan, simpan nomor pengajuan dan bukti komunikasi sampai ada kepastian mengenai perjalanan berikutnya atau pengembalian dana.

Jika mendapat beberapa pilihan tanggal baru, jangan hanya memilih penerbangan yang paling cepat. Periksa juga apakah bandara keberangkatan dan tujuan sudah kembali beroperasi serta apakah masih ada pemberitahuan resmi terkait bencana di wilayah tersebut. Dalam kondisi seperti ini, jadwal yang sedikit lebih jauh bisa menjadi pilihan lebih aman daripada harus kembali mengubah tiket karena gangguan yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article