Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Etika Liburan di Pulau Padar yang Wajib Kamu Tahu
Potret Pulau Padar, Labuan Bajo, Flores, NTT (IDN Times/Dewi Suci)
  • Video turis China membuang botol plastik di jalur trekking Pulau Padar memicu teguran turis Australia dan menyoroti pentingnya menjaga kebersihan kawasan konservasi.
  • Pengunjung perlu menyiapkan fisik untuk trekking sekitar 30 menit, membawa tumbler, memakai pakaian serta alas kaki nyaman, sunscreen, topi, dan kacamata hitam.
  • Musim kemarau April–November dinilai ideal untuk berkunjung; wisatawan wajib membawa pulang sampah, mematuhi aturan taman nasional, dan mengutamakan keselamatan saat berfoto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan turis asal China membuang sampah sembarangan di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan di media sosial. Video yang diunggah akun pemandu wisata @jay_goes memperlihatkan seorang turis melempar botol plastik saat berada di jalur trekking Pulau Padar pada Kamis (16/7/2026).

Aksi tersebut langsung mendapat teguran dari seorang turis asal Australia yang terdengar mengatakan, "Shame on you, shame on you, don't come back," tuturnya.

Peristiwa itu kembali mengingatkan pentingnya menjaga sikap saat berwisata, terutama ketika mengunjungi kawasan konservasi seperti Taman Nasional Komodo. Selain menikmati keindahan alamnya, setiap pengunjung juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan mematuhi aturan yang berlaku.

Jika kamu berencana mengunjungi Pulau Padar, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui, agar tidak kena tegur atau malu saat liburan. Simak etika wisata ke Pulau Padar berikut ini, yuk!

1. Pahami aturan undang-undang soal sampah

Menjaga kebersihan Pulau Padar bukan sekadar imbauan. Ada aturan undang-undang yang mengatur larangan membuang sampah sembarangan. Hal tersebut tercantum dalam Pasal 29 ayat (1) Huruf e Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Aturan menyebutkan setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan.

2. Membawa pulang sampah

Potret Pulau Padar (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Jika kamu membawa camilan kemasan atau botol plastik selama di Pulau Padar, jangan meninggalkan sampah begitu saja. Kamu bisa menyimpan kemasan makanan, botol, atau sampah lainnya terlebih dahulu, jika belum menemukan tempat sampah. Setelah itu, buang pada tempat yang sudah disediakan. Hal ini penting untuk menjaga Pulau Padar tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan lainnya.

3. Membawa kantong sampah

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mewajibkan wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar membawa kantong sampah sendiri. Kebijakan tersebut berkaitan dengan ditemukannya berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kaleng bekas minuman, hingga botol air mineral yang dibuang sembarangan.

Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kebersihan kawasan wisata. Wisatawan juga perlu memerhatikan aturan terkait larangan membuang sampah ke laut. Pemerintah setempat dapat mengambil tindakan tegas terhadap wisatawan yang ketahuan membuang sampah sembarangan, termasuk ke perairan.

4. Membawa botol minum sendiri

Potret tumbler (pexels.com/RDNE Stock peoject)

Cuaca di Pulau Padar terkenal panas, terutama saat musim kemarau. Perbukitannya hampir tidak memiliki pepohonan, sehingga kamu akan terus terpapar sinar matahari selama perjalanan menuju ke puncak.

Jangan lupa membawa botol minum atau tumbler, agar tubuh tetap terhidrasi. Sebab, kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo, di mana tidak ada penjual makanan maupun minuman di sepanjang jalur trekking. Kamu juga bisa membawa botol sendiri demi mengurangi sampah botol plastik.

5. Berpotensi kena blacklist

Wisatawan di Pulau Padar (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Jangan menganggap sepele aturan kebersihan di kawasan konservasi. Melalui kewenangan pengelolaan kawasan, Balai Taman Nasional Komodo dapat menjatuhkan sanksi administratif berupa pencatatan identitas pelanggar. Wisatawan yang tercatat melakukan pelanggaran dapat dilarang kembali memasuki kawasan konservasi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut bertujuan memberikan efek jera, sekaligus menjaga kawasan konservasi dari tindakan yang sama di kemudian hari.

Demikian beberapa etika mengunjungi Pulau Padar di Nusa Tenggara Timur yang perlu kamu pahami. Keindahannya akan tetap terjaga jika setiap wisatawan ikut menjaga kebersihan, menghormati aturan, serta bertanggung jawab selama berkunjung. Jadi, pastikan bukan cuma kamera yang dibawa, tetapi juga tanggung jawab menjaga kebersihannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article