Pesona Bhutan yang Dinobatkan sebagai Negara Paling Tenang Sedunia 2026

- Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang dunia dalam Noise-Free Nations Index 2026, meraih Quiet Score 89,44 dari 100.
- Pemeringkatan Go2Africa menilai tujuh indikator, termasuk kepadatan penduduk dan wisatawan, wilayah pedesaan, kawasan lindung, serta kepadatan kendaraan, bandara, dan rel kereta.
- Daya tarik Bhutan mencakup lanskap Himalaya, Tiger’s Nest, Punakha Dzong, hutan konservasi, desa tradisional, Thimphu yang santai, serta festival Tsechu.
Bhutan berhasil mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia melalui Noise-Free Nations Index 2026. Negara kecil yang berada di kawasan Himalaya ini memperoleh Quiet Score 89,44 dari 100, mengungguli negara-negara lain dalam pemeringkatan yang mengukur tingkat ketenangan suatu wilayah. Predikat tersebut menjadi sorotan karena Bhutan memang dikenal memiliki suasana yang relatif jauh dari hiruk-pikuk, dengan bentang alam yang masih terjaga dan kehidupan masyarakat yang lekat dengan tradisi.
Penghargaan tersebut disusun oleh operator perjalanan Go2Africa dengan mempertimbangkan tujuh indikator. Di antaranya kepadatan penduduk dan wisatawan, cakupan wilayah pedesaan, luas kawasan yang dilindungi, hingga kepadatan kendaraan bermotor, bandara, dan jalur kereta api. Lantas, seperti apa pesona Bhutan yang membuat negara ini begitu menarik untuk dijelajahi?
1. Lanskap Himalaya yang menenangkan
Salah satu alasan Bhutan begitu menarik di mata dunia adalah lanskap alamnya. Negara ini dikelilingi Pegunungan Himalaya dengan lembah-lembah hijau dan kawasan hutan yang luas.
Pemandangan seperti ini dapat ditemukan dalam perjalanan antarkota maupun ketika mengunjungi sejumlah destinasi wisata alam. Suasana yang relatif sepi membuat wisatawan bisa menikmati panorama pegunungan tanpa terganggu keramaian khas destinasi wisata populer.
Bagi wisatawan yang ingin rehat sejenak dari suasana kota yang padat, perjalanan menyusuri pegunungan dan pedesaan Bhutan bisa memberikan pengalaman yang jauh lebih tenang.
2. Terdapat biara ikonik di atas tebing

Potret Bhutan (unsplash.com/Unma Desai) Berbicara tentang Bhutan tentu tidak lengkap tanpa Paro Taktsang, yang lebih dikenal sebagai Tiger's Nest. Biara Buddha ini berdiri di sisi tebing di Lembah Paro dan menjadi salah satu ikon wisata Bhutan.
Untuk mencapai lokasi, wisatawan perlu berjalan kaki melalui jalur menanjak yang melewati kawasan hutan. Perjalanan tersebut memang membutuhkan tenaga, tetapi pemandangan pegunungan yang mengelilingi jalur membuat perjalanan terasa lebih berkesan.
Setibanya di kompleks biara, wisatawan dapat menikmati suasana yang jauh dari kebisingan kota, sekaligus melihat arsitektur tradisional Bhutan yang khas.
3. Banyak bangunan bersejarah
Pesona Bhutan juga terlihat dari bangunan bersejarahnya. Salah satunya Punakha Dzong, benteng-biara yang berada di pertemuan Sungai Pho Chhu dan Mo Chhu.
Bangunan ini memiliki arsitektur tradisional Bhutan dengan detail kayu dan ornamen yang khas. Letaknya yang dikelilingi pepohonan, serta aliran sungai membuat suasana Punakha Dzong begitu tenang sekaligus fotogenik. Selain menikmati arsitektur, wisatawan dapat berjalan-jalan di area sekitar untuk melihat lanskap Punakha yang hijau.
4. Hutan dan kawasan konservasi yang masih luas

Potret Bhutan (unsplash.com/Wandering Indian) Bhutan juga dikenal sebagai wilayah hutannya yang luas. Kawasan alami menjadi bagian penting dari lanskap negara ini dan turut berkontribusi terhadap kesan tenang yang ditawarkan.
Salah satu kawasan yang dapat dikunjungi adalah Jigme Dorji National Park. Taman nasional ini memiliki bentang alam Himalaya dan menjadi habitat berbagai satwa liar. Dengan banyaknya kawasan alami yang jauh dari pusat perkotaan, wisatawan dapat menemukan pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan alam.
5. Desa tradisional dengan suasana yang lebih lengang
Tidak hanya alam, kehidupan pedesaan juga menjadi bagian dari pesona Bhutan. Rumah-rumah tradisional dengan arsitektur khas dapat ditemukan di berbagai wilayah, berdampingan dengan lembah dan perbukitan.
Suasana pedesaan yang relatif lengang membuat wisatawan dapat melihat sisi Bhutan yang berbeda dari kawasan perkotaan. Kehidupan masyarakat yang masih lekat dengan tradisi juga memberikan pengalaman budaya yang menarik.
6. Kota kecil yang jauh dari hiruk-pikuk metropolitan

Potret masyarakat Bhutan (unsplash.com/Gaurav Bagdi) Bahkan ibu kota Bhutan, Thimphu, memiliki karakter yang berbeda dari ibu kota negara pada umumnya. Kota ini tidak dipenuhi gedung pencakar langit atau jaringan transportasi yang sangat padat.
Wisatawan dapat menjelajahi berbagai tempat seperti Buddha Dordenma, Memorial Chorten, dan Tashichho Dzong. Perpaduan bangunan tradisional, perbukitan, serta aktivitas masyarakat yang tidak terlalu padat membuat Thimphu tetap terasa santai.
7. Tradisi dan festival yang kaya
Meski tenang, bukan berarti negara ini sepi dari kegiatan budaya. Berbagai festival tradisional tetap digelar sepanjang tahun dan menjadi momen penting bagi masyarakat setempat sekaligus daya tarik bagi para wisatawan.
Salah satunya festival Tsechu, yang menampilkan tarian bertopeng, pertunjukan musik tradisional, serta ritual keagamaan. Wisatawan dapat menyaksikan langsung kekayaan budaya Bhutan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal.
Itulah beberapa pesona Bhutan yang membuatnya layak masuk ke dalam daftar destinasi untuk menikmati perjalanan dengan suasana yang lebih tenang. Kalau kamu punya kesempatan berlibur ke Bhutan, destinasi mana yang paling ingin kamu kunjungi?




















