Selama perjalanan, tepian sungai menjadi bagian dari pengalaman wisata, sementara berbagai satwa liar bisa terlihat tanpa harus keluar dari jalur sungai. Kalau kamu baru pertama kali ke Tanjung Puting dan punya waktu 3 hari, susunan perjalanan berikut bisa menjadi gambaran untuk mengatur waktu dengan lebih nyaman.
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Tanjung Puting, Seru Naik Klotok!

- Hari pertama dimulai dari Pangkalan Bun menuju Kumai, lalu naik klotok menyusuri Sungai Sekonyer ke Tanjung Harapan dan bermalam di perahu.
- Hari kedua mencakup kunjungan ke Pondok Tanggui dan Camp Leakey, lokasi bersejarah bagi penelitian orangutan, dengan perjalanan serta istirahat berlangsung di klotok.
- Hari ketiga kembali ke Kumai lalu Pangkalan Bun; jadwal perlu fleksibel mengikuti cuaca, sungai, operator, dan ketentuan taman nasional, termasuk waktu kunjungan satwa.
Taman Nasional Tanjung Puting menawarkan pengalaman wisata alam yang berbeda karena sebagian besar perjalanan dilakukan dengan menyusuri sungai menggunakan klotok. Perahu kayu bermotor ini menjadi bagian penting dari perjalanan karena wisatawan menggunakannya untuk menikmati suasana sekaligus beristirahat.
Yuk, jadikan ide itinerary 3 hari di Tanjung Puting ini sebagai panduan liburanmu nanti. Dijamin seru dan menyenangkan!
1. Hari pertama, berangkat dari Pangkalan Bun dan menyusuri Sungai Sekonyer

Sungai Sekonyer (commons.wikimedia.org/Raflinoer32) Hari pertama bisa dimulai dari Pangkalan Bun dengan menuju Kumai, tempat klotok biasanya berangkat menuju kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Perjalanan darat dari Pangkalan Bun ke Kumai relatif singkat, sehingga wisatawan yang tiba sejak pagi masih memiliki waktu untuk melanjutkan perjalanan pada hari yang sama. Waktu kedatangan pesawat sebaiknya diperhitungkan sejak awal karena semakin siang tiba di Pangkalan Bun, semakin sedikit waktu yang tersedia untuk perjalanan sungai dan kunjungan pada hari pertama.
Dari Kumai, perjalanan dilanjutkan dengan klotok menyusuri Sungai Sekonyer menuju kawasan taman nasional. Bagian ini justru menjadi salah satu pengalaman utama di Tanjung Puting karena perjalanan tidak dilakukan dengan terburu-buru dari satu objek ke objek lain. Kamu bisa menikmati hutan di sepanjang sungai, memperhatikan burung atau primata di tepian, dan melihat perubahan suasana ketika klotok semakin jauh dari kawasan permukiman.
Tujuan yang umum dimasukkan pada hari pertama adalah Tanjung Harapan, salah satu lokasi pengamatan orangutan di Tanjung Puting. Kegiatan di lokasi ini memiliki waktu tertentu, sehingga kedatangan perlu disesuaikan dengan jadwal yang berlaku saat kamu berkunjung. Setelah selesai, perjalanan dilanjutkan dengan klotok dan malam pertama biasanya dihabiskan di atas perahu, sehingga tidak perlu mencari penginapan di daratan.
2. Hari kedua, lanjut ke Pondok Tanggui dan Camp Leakey

ilustrasi klotok (commons.wikimedia.org/Jorge Franganillo) Hari kedua menjadi waktu untuk masuk lebih jauh ke kawasan taman nasional dengan mengunjungi Pondok Tanggui dan Camp Leakey. Pondok Tanggui biasanya menjadi tujuan pada pagi hari karena terdapat kegiatan pemberian pakan orangutan pada waktu tertentu. Dari tempat klotok berhenti, pengunjung masih perlu berjalan melalui jalur hutan menuju lokasi, sehingga alas kaki yang nyaman tetap penting meskipun perjalanan utamanya menggunakan perahu.
Setelah kunjungan selesai, perjalanan kembali dilanjutkan dengan klotok menuju Camp Leakey. Perjalanan di antara kedua lokasi tersebut bukan bagian yang perlu dilewati begitu saja karena waktu di sungai justru memberi kesempatan untuk menikmati suasana Tanjung Puting dari sisi yang berbeda. Makan siang dan waktu istirahat juga biasanya berlangsung di atas klotok sebelum perjalanan diteruskan menuju tujuan berikutnya.
Camp Leakey menjadi salah satu lokasi paling terkenal di Tanjung Puting karena memiliki sejarah panjang penelitian orangutan. Penelitian di kawasan ini berkaitan erat dengan Biruté Mary Galdikas yang memulai penelitian orangutan Kalimantan pada 1971, sehingga tempat tersebut memiliki nilai penting dalam sejarah penelitian dan konservasi orangutan. Setelah mengikuti kegiatan kunjungan yang tersedia dan menjelajahi jalur yang diperbolehkan, kamu kembali ke klotok untuk melanjutkan perjalanan dan bermalam di sungai.
3. Hari ketiga, kembali ke Kumai dan melanjutkan perjalanan

Dermaga Taman Nasional Tanjung Puting (commons.wikimedia.org/Ilham Mufti Laksono) Hari ketiga digunakan untuk perjalanan kembali menuju Kumai sehingga tidak perlu diisi dengan terlalu banyak agenda tambahan. Pagi bisa dimulai dengan sarapan di atas klotok sambil menikmati perjalanan menyusuri Sungai Sekonyer untuk terakhir kalinya. Suasana perjalanan pulang tetap menarik karena kamu bisa melihat kembali kawasan hutan dari arah berlawanan dengan perjalanan saat masuk.
Sesampainya di Kumai, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Pangkalan Bun. Jika setelah itu kamu harus mengejar penerbangan dari Bandara Iskandar, berikan jeda yang cukup antara perkiraan waktu klotok tiba dan jadwal pesawat. Waktu perjalanan sungai tidak selalu bisa dipastikan sampai hitungan menit karena kondisi sungai, cuaca, serta kecepatan perahu dapat memengaruhi perjalanan.
Untuk durasi 3 hari 2 malam, rute Kumai–Sungai Sekonyer–Tanjung Harapan–Pondok Tanggui–Camp Leakey–Kumai sudah cukup untuk mengenal bagian utama perjalanan di Tanjung Puting dengan klotok. Kamu memang tidak punya banyak waktu untuk menjelajahi kawasan secara lebih luas, tetapi itinerary ini memungkinkan tiga lokasi penting masuk tanpa membuat perjalanan darat dan sungai terlalu padat. Kamu mesti ingat, jangan membuat jadwal penerbangan pulang terlalu mepet karena perjalanan terakhir dengan klotok tetap membutuhkan waktu dan tidak sebaiknya dikejar-kejar
Itinerary 3 hari tersebut bukan jadwal baku yang berlaku untuk seluruh perjalanan di Tanjung Puting. Waktu keberangkatan, durasi menyusuri sungai, lokasi bermalam, dan jadwal kunjungan ke stasiun orangutan dapat mengikuti pengaturan operator serta ketentuan pengelola taman nasional. Oleh karena itu, tanyakan susunan perjalanan secara rinci ketika memesan klotok, termasuk titik penjemputan, fasilitas tidur, makanan, kamar mandi, tiket masuk, pemandu, dan biaya lain yang termasuk dalam paket.
Kamu juga sebaiknya tidak menjadikan kemunculan orangutan sebagai sesuatu yang pasti terjadi sesuai jadwal. Beberapa lokasi memang memiliki kegiatan pemberian pakan, tetapi satwa liar tetap bisa datang terlambat, tidak muncul, atau berada jauh dari jalur pengunjung. Justru pengalaman menyusuri sungai, tidur di atas klotok, dan melihat hutan hujan dari dekat merupakan bagian yang membuat perjalanan di Tanjung Puting terasa berbeda dari wisata alam biasa.




















