Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Taman Nasional Indonesia untuk Melihat Satwa Langka di Habitat Aslinya

5 Taman Nasional Indonesia untuk Melihat Satwa Langka di Habitat Aslinya
ilustrasi mengunjungi taman nasional (unsplash.com/Annie Spratt)
  • Tanjung Puting di Kalimantan Tengah menawarkan susur sungai dengan klotok untuk mengamati orangutan, bekantan, owa-owa, beruang madu, dan burung di hutan rawa.
  • Way Kambas menjadi habitat penting gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra, sementara Ujung Kulon melindungi badak Jawa dengan aktivitas wisata yang diatur ketat.
  • Aketajawe Lolobata menonjolkan burung endemik Halmahera, sedangkan Wasur di Papua Selatan menghadirkan savana, rawa, serta satwa khas seperti cenderawasih, walabi, dan kasuari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada sensasi berbeda ketika bertemu satwa liar bukan di balik kandang, melainkan di habitat aslinya. Suara ranting yang bergerak dari kejauhan, banyangan di antara pepohonan, atau sepasang mata yang tiba-tiba muncul dari balik semak, bisa menjadi bagian dari perjalanan. Tidak selalu mudah, bahkan kadang harus menunggu berjam-jam untuk melihat satwa. Namun, justru ketidakpastian itulah yang membuat pengamatan satwa di alam terasa istimewa.

Indonesia sendiri punya banyak tempat untuk merasakan pengalaman tersebut, seperti Komodo yang sudah menjadi ikon wisata satwa Indonesia. Selain itu, ada juga taman nasional lain yang menawarkan kesempatan untuk mengenal satwa liar Nusantara lebih dekat.

Buat kamu yang tertarik untuk menikmati petualangan seru, berikut lima taman nasional yang bisa masuk bucket list pencinta wildlife dan wisata alam.

  1. 1. Taman Nasional Tanjung Puting

    potret orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting
    potret orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting (instagram.com/btn_tanjungputing)

    Taman Nasional Tanjung Puting adalah pusat konservasi dan rehabilitas orangutan terbesar di dunia yang terletak di semenanjung barat daya Provinsi Kalimantan Tengah. Selain orangutan, kawasan ini juga menjadi habitat bekantan, owa-owa, dan beruang madu.

    Pengalaman menjelajah Tanjung Puting pun berbeda dari trekking di taman nasional pegunungan. Kamu akan diajak menggunakan klotok, perahu tradisional yang menyusuri sungai di tengah hutan. Dari atas perahu, perjalanan terasa seperti memasuki dunia lain; pepohonan tumbuh rapat di tepian sungai, sementara berbagai jenis primata dapat terlihat beraktivitas di sekitar kawasan.

    Liburan ke sini, kamu gak hanya membayangkan bertemu orangutan saja. Perjalanan dengan perahu, suasana hutan rawa, pengamatan burung, hingga kemungkinan melihat satwa lain, menjadi bagian dari pengalaman yang gak akan terlupakan.

  2. 2. Taman Nasional Way Kambas

    potret gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas
    potret gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (instagram.com/harikonservasialamnasional)

    Nama Taman Nasional Way Kambas tentu tidak asing bagi pencinta gajah. Berlokasi di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, kawasan ini merupakan salah satu habitat penting gajah Sumatra dan memiliki Pusat Latihan Gajah serta fasilitas konservasi yang berkaitan dengan satwa tersebut. Way Kambas juga menjadi habitat bagi sejumlah satwa lainnya, termasuk badak Sumatra dan harimau Sumatra.

    Kunjungan ke sini bukan hanya tentang mencari foto gajah. Kamu juga bisa melihat bagaimana sebuah kawasan konservasi berusaha menjaga satwa liar sekaligus mengelola hubungan antara satwa, kawasan hutan, serta masyarakat di sekitarnya.

  3. 3. Taman Nasional Ujung Kulon

    potret badak Jawa yang terekam di Taman Nasional Ujung Kulon
    potret badak Jawa yang terekam di Taman Nasional Ujung Kulon (instagram.com/btn_ujung_kulon)

    Di ujung barat Pulau Jawa, ada satu satwa yang keberadaannya membuat Taman Nasional Ujung Kulon begitu penting, yakni badak Jawa. Hewan ini mungkin tidak akan mudah ditemui oleh pengunjung. Bahkan, bisa dibilang justru keberhasilan sebuah perjalanan ke Ujung Kulon bukan ditentukan dari apakah seseorang berhasil melihat badak Jawa secara langsung.

    Badak Jawa adalah satwa yang sangat langka dan bersifat pemalu. Karena itu, aktivitas wisata di habitatnya diatur dengan ketat. Badak Jawa merupakan salah satu spesies badak paling langka di dunia dan seluruh sebarannya saat ini terbatas di kawasan Ujung Kulon. Selain badak Jawa, kawasan ini juga menjadi habitat bagi owa Jawa, surili, banteng, macan tutul Jawa, kijang, rusa, serta berbagai jenis burung dan reptil.

    Meski tidak bisa bertemu badak Jawa langsung, kamu masih bisa menikmati trekking, pengamatan satwa lainnya, snorkeling, atau menjelajahi pulau-pulau di sekitarnya. Taman nasional yang ada di Kabupaten Pandeglang, Banten ini menawarkan lanskap yang jauh lebih beragam daripada sekadar hutan. Seluruh kawasannya mencakup hutan pantai, hutan hujan tropis dataran rendah, mangrove, padang rumput, hingga wilayah laut.

  4. 4. Taman Nasional Aketajawe Lolobata

    salah satu burung endemik Maluku Utara
    salah satu burung endemik Maluku Utara (instagram.com/btn_aketajawelolobata)

    Kalau ingin pengalaman wildlife yang sedikit berbeda, kamu bisa melakukan perjalanan ke Maluku Utara. Ada Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Pulau Halmahera dan melindungi dua kelompok kawasan hutan, yakni Aketajawe dan Lolobata. Kawasan ini memiliki hutan hujan dataran rendah hingga hutan hujan pegunungan dan menyimpan keanekaragaman hayati khas Halmahera.

    Salah satu satwa yang membuat taman nasional ini menarik adalah Paok Halmahera atau Pitta Maxima, burung endemik Maluku Utara. Burung ini memiliki warna yang cukup mencolok degan bagian dada putih, punggung dan sayap gelap, serta warna merah pada bagian perut. Selain itu, taman nasional ini juga menjadi habitat berbagai burung khas Maluku dan Halmahera, termasuk kastuari, kakatua putih, perkici violet, dan burung raja.

    Alih-alih datang dengan ekspektasi harus melihat satwa besar, perjalanan ke tempat ini bisa menjadi kesempatan untuk memperhatikan sesuatu yang lebih kecil. Suara burung dari balik pepohonan, warna bulu yang muncul sesaat, atau aktivitas satwa di lantai hutan, menjadi pengalaman yang sulit untuk dilupakan.

  5. 5. Taman Nasional Wasur

    Taman Nasional Wasur
    Taman Nasional Wasur (instagram.com/btn.wasur)

    Taman Nasional Wasur di Papua Selatan memiliki lanskap hamparan savana, rawa, dan hutan terbuka. Kawasan ini pun kerap dijuluki “Serengeti-nya Papua” karena bentang alamnya terbuka. Wasur menjadi rumah bagi sejumlah satwa khas Papua, seperti cederawasih, walabi, dan kasuari yang juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan adat masyarakat lokal.

    Savana luas di sini menjadi habitat kanguru pohon, kasuari, serta burung-burung endemik Papua. Kamu dapat menjelajah dengan trekking atau menyusuri kawasan rawa menggunakan perahu. Selain itu, terdapat danau air tawar jernih di dalam kawasan yang memiliki nilai ekologis serta spiritual tinggi bagi masyarakat adat.

    Menjelajahi taman nasional untuk melihat satwa liar bukan sekadar soal mendapatkan foto yang bagus. Ada pengalaman yang lebih berharga dari itu, yaitu menyusuri hutan, mendengar suara alam, menunggu kemunculan satwa dari kejauhan, sekaligus memahami mengapa habitat mereka perlu dijaga. Setiap tempat di atas pun menawarkan cerita dan pengalaman yang berbeda. Jadi, saat merencanakan liburan berikutnya, mungkin waktunya melihat Indonesia bukan hanya dari sisi destinasi wisatanya saja, tetapi juga dari kekayaan satwa liar yang masih hidup bebas di dalamnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More