Mobil listrik menawarkan akselerasi spontan berkat karakter motor listrik yang mampu menghasilkan torsi besar sejak putaran awal. Namun, kemampuan tersebut juga membuat komponen penggerak, termasuk as roda atau drive shaft, harus bekerja menyalurkan tenaga secara cepat ke roda.
Agar komponen ini tetap awet, pemilik mobil listrik perlu memperhatikan kebiasaan berkendara dan kondisi kaki-kaki. Apalagi, bobot baterai yang besar serta kondisi jalan yang tidak selalu mulus dapat menambah beban pada sistem penggerak. Berikut tiga cara sederhana untuk mengurangi risiko kerusakan as roda.