Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi seorang teknisi yang sedang memperbaiki kaki-kaki mobil di bengkel (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Torsi instan motor listrik dan bobot baterai besar meningkatkan beban as roda, sehingga kebiasaan berkendara serta kondisi kaki-kaki perlu diperhatikan.
  • Tekan pedal akselerator bertahap saat mulai bergerak untuk mengurangi beban kejut pada as roda dan CV joint akibat akselerasi mendadak.
  • Kurangi kecepatan di jalan rusak dan periksa CV boot berkala agar pelumas tidak bocor, kotoran tidak masuk, serta keausan CV joint terhindari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil listrik bisa melaju cepat, jadi as roda bisa cepat rusak kalau gas diinjak tiba-tiba. Kita perlu tekan gas pelan-pelan. Saat ada jalan berlubang atau polisi tidur, mobil harus pelan. Karet pelindung di dekat roda juga perlu dicek. Kalau ada bunyi tek-tek atau getar, bawa ke bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik menawarkan akselerasi spontan berkat karakter motor listrik yang mampu menghasilkan torsi besar sejak putaran awal. Namun, kemampuan tersebut juga membuat komponen penggerak, termasuk as roda atau drive shaft, harus bekerja menyalurkan tenaga secara cepat ke roda.

Agar komponen ini tetap awet, pemilik mobil listrik perlu memperhatikan kebiasaan berkendara dan kondisi kaki-kaki. Apalagi, bobot baterai yang besar serta kondisi jalan yang tidak selalu mulus dapat menambah beban pada sistem penggerak. Berikut tiga cara sederhana untuk mengurangi risiko kerusakan as roda.

1. Hindari menginjak pedal gas secara mendadak

Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah menginjak pedal akselerator terlalu dalam ketika mobil baru mulai bergerak. Motor listrik mampu memberikan torsi besar secara spontan sehingga akselerasi mendadak dapat menghasilkan beban kejut pada as roda dan sambungan CV joint. Jika dilakukan berulang kali, tekanan mekanis tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen penggerak.

Biasakan menekan pedal akselerator secara bertahap, terutama ketika mobil berada dalam posisi diam. Saat melewati persimpangan atau mulai bergerak di tanjakan, atur penyaluran tenaga dengan halus. Bukan berarti mobil listrik tidak boleh berakselerasi cepat, tetapi penggunaan tenaga secara terukur dapat membantu mengurangi tekanan yang tidak perlu pada sistem penggerak. Kebiasaan ini juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman bagi penumpang.

2. Kurangi kecepatan ketika melewati jalan berlubang

ilustrasi jalan berlubang (freepik.com/pvproductions)

Bobot mobil listrik umumnya lebih besar dibandingkan mobil bermesin bensin sekelas karena adanya paket baterai. Beban tambahan tersebut membuat komponen suspensi dan kaki-kaki harus bekerja lebih keras ketika kendaraan melewati permukaan jalan yang rusak. Benturan keras akibat menghantam lubang juga dapat memberikan tekanan mendadak pada roda dan komponen penggerak.

Karena itu, kurangi kecepatan ketika melihat jalan berlubang, polisi tidur, atau permukaan aspal yang tidak rata. Jangan memaksakan mobil melaju kencang hanya karena lubang terlihat tidak terlalu dalam. Jika memungkinkan, pilih jalur yang lebih aman tanpa melakukan manuver mendadak. Selain membantu melindungi as roda, kebiasaan ini juga mengurangi risiko kerusakan ban, pelek, suspensi, dan komponen kaki-kaki lainnya.

3. Periksa kondisi karet pelindung CV joint

ilustrasi membersihkan kotoran di area kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)

As roda mobil umumnya terhubung dengan CV joint yang berfungsi meneruskan tenaga sekaligus memungkinkan roda bergerak mengikuti perubahan sudut suspensi dan kemudi. Bagian ini dilengkapi karet pelindung yang disebut CV boot. Fungsinya menjaga pelumas tetap berada di dalam sambungan serta mencegah debu, air, dan kotoran masuk.

Jika CV boot sobek atau retak, pelumas bisa keluar dan kotoran masuk ke dalam sambungan. Kondisi tersebut dapat mempercepat keausan CV joint dan mengganggu kinerja sistem penggerak. Karena itu, periksa kondisi karet pelindung secara berkala, terutama ketika servis kaki-kaki. Jika terdengar bunyi tek-tek saat berbelok atau muncul getaran ketika berakselerasi, segera lakukan pemeriksaan di bengkel yang memahami kendaraan listrik.

Pada akhirnya, mencegah kerusakan as roda bukan hanya soal mengganti komponen ketika sudah rusak. Kebiasaan mengemudi yang halus, menghindari benturan keras, dan pemeriksaan berkala dapat membantu memperpanjang usia pakai sistem penggerak mobil listrik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article