Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Populix: Gen MZ Siapkan Budget Rp493 Juta untuk Beli Mobil

4 min read
Populix: Gen MZ Siapkan Budget Rp493 Juta untuk Beli Mobil
Populix juga mencatat adanya perubahan dalam kekhawatiran konsumen terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya (Dok. Istimewa)
  • Studi Populix terhadap 800 pemilik mobil mencatat Gen MZ menyiapkan rata-rata Rp493 juta untuk pembelian berikutnya, dengan enam dari sepuluh calon pembeli menjadikannya kendaraan tambahan.

  • Teknologi, desain, performa, kualitas premium, dan reputasi pabrikan memengaruhi keputusan pembelian. Satu dari lima responden tertarik mobil listrik atau hybrid, sementara 72 persen percaya ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

  • Kepuasan dan layanan purna jual menjadi penentu: Toyota, Hyundai, dan Daihatsu unggul dalam kepuasan pelanggan, sedangkan Toyota, Honda, dan Hyundai dinilai memenuhi ekspektasi layanan purnajual.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perubahan preferensi konsumen mulai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar otomotif Indonesia. Generasi milenial dan Gen Z atau Gen MZ, khususnya dari kelompok menengah atas, kini memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih kendaraan.

Selain harga dan desain, teknologi, inovasi, hingga kualitas layanan purna jual turut menjadi faktor penting sebelum memutuskan membeli mobil.

Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru Populix bertajuk Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market.

Penelitian terhadap 800 pemilik mobil pribadi yang melakukan pembelian dalam lima tahun terakhir ini memetakan preferensi, minat pembelian, serta persepsi konsumen terhadap berbagai merek mobil penumpang di Indonesia.

  1. 1. Siapkan budget Rp493 juta untuk pembelian mobil berikutnya

    Mobil listrik dan hybrid sebagai ilustrasi studi yang mencatat satu dari lima responden berminat memilikinya.
    Dalam studi tersebut, satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid (Dok. Istimewa)

    Berdasarkan hasil studi Populix, sekitar enam dari sepuluh konsumen yang berencana membeli mobil dalam setahun ke depan akan menjadikannya sebagai kendaraan tambahan.

    Artinya, mobil baru tersebut tidak selalu digunakan untuk menggantikan kendaraan lama, tetapi juga melengkapi kebutuhan mobilitas keluarga maupun aktivitas sehari-hari.

    Dari sisi anggaran, rata-rata dana yang disiapkan konsumen mencapai Rp493 juta. Nominal tersebut berada di batas atas segmen mobil menengah dengan rentang harga Rp200 juta hingga Rp500 juta, sekaligus mendekati kategori menengah atas yang berada di kisaran Rp500 juta sampai Rp1 miliar.

    Pertimbangan pembelian juga semakin dipengaruhi teknologi dan inovasi. Konsumen memperhatikan performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi pabrikan secara global.

    Hal ini menunjukkan bahwa keputusan membeli mobil tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi, tetapi juga pengalaman dan nilai yang ditawarkan sebuah kendaraan.

  2. 2. Mobil listrik mulai menarik perhatian konsumen Gen MZ

    Data studi Populix tentang enam dari sepuluh konsumen yang berencana membeli mobil sebagai kendaraan tambahan.
    Berdasarkan hasil studi Populix, sekitar enam dari sepuluh konsumen yang berencana membeli mobil dalam setahun ke depan akan menjadikannya sebagai kendaraan tambahan (Dok. Populix)

    Meskipun mobil bermesin konvensional masih mendominasi pasar, kendaraan elektrifikasi mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari konsumen muda.

    Dalam studi tersebut, satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya kelompok milenial muda dan Gen Z berusia 25–35 tahun.

    “Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun,” ujar Associate Research Director Populix, Susan Adi Putra, Senin (2/11/2026).

    Menariknya, sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik. Tiga merek yang paling banyak diminati oleh kelompok konsumen yang tertarik membeli kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) adalah BYD dengan 49 persen, Hyundai 46 persen, dan Wuling 32 persen.

    Populix juga mencatat adanya perubahan dalam kekhawatiran konsumen terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

    Jika pada studi tahun sebelumnya aspek tersebut masih menjadi salah satu pertimbangan penting, kini mayoritas responden atau 72 persen mengaku percaya terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

  3. 3. Kepuasan konsumen dan layanan purna jual jadi penentu

    Ilustrasi mobil listrik
    Ilustrasi mobil listrik (pexels.com/smart-me AG)

    Selain teknologi, pengalaman kepemilikan kendaraan juga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Dari delapan merek mobil penumpang yang paling banyak dibeli responden dalam lima tahun terakhir, Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam hal kepuasan pelanggan.

    Faktor yang membentuk kepuasan tersebut cukup beragam. Kenyamanan berkendara menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, sementara keandalan dan kinerja mesin turut menjadi pertimbangan penting bagi pengguna Hyundai dan Mitsubishi. Di sisi lain, desain modern banyak diapresiasi oleh pengguna Wuling, Hyundai, dan BYD.

    Efisiensi energi juga menjadi keunggulan yang mendapat perhatian dari pengguna Suzuki dan Daihatsu. Sementara itu, pengalaman setelah pembelian tidak kalah penting.

    Mayoritas konsumen mengharapkan kualitas pengerjaan bengkel, ketersediaan suku cadang, serta profesionalisme staf servis ketika menjelaskan permasalahan kendaraan.

    Dalam pemenuhan kebutuhan layanan purna jual tersebut, Toyota, Honda, dan Hyundai menjadi tiga merek yang dinilai mampu memenuhi ekspektasi konsumen.

    Populix turut memetakan persepsi konsumen terhadap masing-masing merek. BYD diasosiasikan dengan inovasi dan teknologi mutakhir serta desain premium.

    Daihatsu dikenal melalui layanan purna jual dan jaringan diler yang luas, sedangkan Honda dan Toyota memiliki citra kuat dalam hal nilai jual kembali dan performa mesin.

    Hyundai dinilai menawarkan paket kendaraan yang lengkap dari sisi keamanan, kenyamanan, fitur, hingga penggunaan. Mitsubishi diasosiasikan dengan kualitas kendaraan yang solid dan kenyamanan berkendara, sementara Suzuki dikenal melalui layanan purna jual serta garansi dan perawatan. Adapun Wuling dianggap sebagai salah satu pionir di segmen mobil listrik Indonesia.

Related Articles

See More