Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Lampu ABS yang terus menyala setelah mesin hidup menandakan potensi gangguan pada sensor roda, modul kontrol, kabel, atau komponen terkait dan perlu diagnosis pemindai.
  • Roda mudah terkunci saat pengereman mendadak, atau pedal bergetar berlebihan saat pengereman ringan, dapat menunjukkan ABS tidak mengatur tekanan rem dengan tepat.
  • Indikator TCS atau ESC yang menyala bersama ABS, serta ABS aktif di jalan normal, menandakan gangguan sensor atau sistem terhubung yang perlu segera diperiksa bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sistem pengereman merupakan salah satu komponen keselamatan paling penting pada mobil, terutama saat harus menghadapi kondisi jalan licin, pengereman mendadak, atau situasi darurat. Salah satu teknologi yang berperan menjaga kendali kendaraan saat melakukan pengereman adalah Anti-lock Braking System (ABS). Teknologi ini dirancang untuk mencegah roda terkunci ketika pengemudi menginjak pedal rem secara kuat sehingga mobil tetap memiliki kemampuan untuk diarahkan.

Meski dirancang untuk bekerja secara otomatis, sistem ABS tetap berpotensi mengalami gangguan akibat kerusakan sensor, masalah kelistrikan, hingga komponen hidraulis yang bermasalah. Gejalanya terkadang terlihat sepele, padahal gangguan tersebut dapat mengurangi efektivitas sistem keselamatan saat kondisi darurat. Supaya perjalanan tetap aman dan kendali kendaraan terjaga, yuk kenali lima tanda ABS mobil mengalami gangguan berikut ini!

1. Lampu indikator ABS terus menyala

ilustrasi indikator mobil (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Lampu indikator ABS menjadi salah satu petunjuk paling mudah untuk mengenali adanya gangguan pada sistem pengereman. Ketika kunci kontak berada pada posisi ON, lampu ABS biasanya menyala sesaat sebagai bagian dari proses pemeriksaan mandiri atau self-test. Setelah mesin hidup dan pemeriksaan selesai, lampu tersebut seharusnya padam apabila sistem bekerja secara normal.

Namun, jika lampu ABS tetap menyala selama perjalanan atau kembali aktif setelah beberapa saat, kondisi tersebut patut mendapat perhatian. Hal ini dapat menunjukkan adanya gangguan pada sensor kecepatan roda, modul kontrol ABS, rangkaian kabel, atau komponen lainnya. Jangan langsung menganggap masalah tersebut sebagai kerusakan rem utama, tetapi segera lakukan pemeriksaan menggunakan alat pemindai diagnostik agar sumber gangguan dapat diketahui secara akurat.

2. Roda mudah terkunci saat pengereman mendadak

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Erik Mclean)

Salah satu fungsi utama ABS adalah mencegah roda terkunci ketika pengemudi melakukan pengereman kuat secara mendadak. Sistem ini bekerja dengan mengatur tekanan hidraulis rem secara cepat berdasarkan informasi kecepatan putaran setiap roda. Dengan mekanisme tersebut, roda tetap memiliki traksi sehingga pengemudi dapat mempertahankan kendali arah kendaraan saat melakukan pengereman darurat.

Apabila ABS mengalami gangguan, kemampuan sistem untuk mengatur tekanan rem secara otomatis dapat berkurang atau bahkan gak berfungsi. Akibatnya, roda berpotensi terkunci ketika pedal rem diinjak kuat, terutama saat melewati permukaan jalan yang licin. Kondisi ini dapat menyebabkan mobil kehilangan stabilitas dan sulit diarahkan sehingga risiko tergelincir atau mengalami tabrakan menjadi lebih besar.

3. Pedal rem terasa bergetar atau berdenyut secara gak wajar

ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Atlantic Ambience)

Getaran pada pedal rem sebenarnya merupakan karakteristik normal ketika ABS sedang bekerja dalam situasi pengereman darurat. Pengemudi biasanya merasakan sensasi berdenyut atau getaran cepat karena sistem sedang mengatur tekanan pengereman agar roda gak terkunci. Namun, sensasi tersebut seharusnya muncul sesuai kondisi kerja ABS, bukan berlangsung secara terus-menerus ketika melakukan pengereman biasa.

Jika pedal rem terasa bergetar secara berlebihan pada kecepatan rendah atau ketika melakukan pengereman ringan, ada kemungkinan terjadi gangguan pada sistem ABS. Salah satu penyebabnya adalah sensor kecepatan roda yang mengirimkan informasi keliru akibat kotoran, kerusakan kabel, atau posisi pemasangan yang bermasalah. Gangguan tersebut dapat membuat modul ABS salah membaca kondisi putaran roda sehingga sistem mengaktifkan mekanisme pengereman secara gak tepat.

4. Lampu peringatan kontrol traksi ikut menyala

ilustrasi dashboard mobil (unsplash.com/Erik Mclean)

Sistem ABS memiliki hubungan erat dengan fitur keselamatan lain, salah satunya Traction Control System (TCS) atau sistem kontrol traksi. Kedua teknologi tersebut memanfaatkan informasi dari sensor kecepatan roda untuk mendeteksi perbedaan putaran dan menjaga kestabilan kendaraan. Pada beberapa mobil modern, data dari sensor yang sama juga digunakan oleh Electronic Stability Control (ESC) untuk membantu mengoreksi arah kendaraan ketika terjadi kehilangan traksi.

Ketika sensor kecepatan roda atau modul ABS mengalami gangguan, fitur kontrol traksi dan stabilitas juga berpotensi mengalami masalah. Gejalanya dapat terlihat melalui lampu peringatan TCS atau ESC yang menyala bersamaan dengan indikator ABS pada panel instrumen. Jika beberapa indikator tersebut aktif secara bersamaan, sebaiknya jangan hanya berfokus pada sistem pengereman, tetapi periksa pula rangkaian sensor dan modul elektronik yang saling terhubung.

5. ABS sering aktif meski kondisi jalan normal

ilustrasi mobil di jalan (pexels.com/Faza Zeed)

ABS seharusnya bekerja ketika sistem mendeteksi potensi roda terkunci akibat pengereman kuat. Namun, gangguan pada sensor kecepatan roda dapat menyebabkan sistem menerima informasi yang keliru sehingga mengira salah satu roda kehilangan traksi. Akibatnya, mekanisme ABS dapat aktif meskipun mobil sedang melaju pada permukaan jalan yang kering dan melakukan pengereman ringan.

Gejala tersebut terkadang terasa melalui getaran pedal rem, suara pompa hidraulis, atau sensasi pengereman yang terputus sesaat ketika kendaraan melambat. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah celah sensor yang gak sesuai, kerusakan tone ring, atau penumpukan kotoran pada area pembacaan sensor. Kondisi ini perlu segera diperiksa karena aktivasi ABS yang keliru dapat mengganggu respons pengereman, terutama ketika pengemudi membutuhkan daya henti yang optimal.

Gangguan ABS bukan sekadar persoalan lampu indikator yang menyala pada panel instrumen, melainkan masalah yang dapat memengaruhi kemampuan kendaraan mempertahankan kendali saat pengereman darurat. Setiap gejala perlu mendapat perhatian, terutama jika disertai perubahan respons pedal rem atau munculnya beberapa lampu peringatan sekaligus. Segera periksakan mobil ke bengkel terpercaya agar sistem pengereman kembali bekerja optimal dan perjalanan tetap aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article