ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
EV memiliki regenerative braking yang dapat mengubah sebagian energi ketika kendaraan melakukan perlambatan menjadi energi listrik untuk disimpan kembali ke baterai. Fitur ini sangat berguna ketika berkendara di perkotaan karena mobil sering melakukan deselerasi dan berhenti.
Di jalan tol dengan kecepatan tinggi, situasinya berbeda. Jika perjalanan berlangsung relatif konstan tanpa banyak pengereman, regenerative braking jarang bekerja. Energi yang sudah digunakan untuk mempertahankan kecepatan tidak bisa begitu saja dikembalikan ke baterai. Karena itu, perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi dapat membuat konsumsi energi EV meningkat.
Selain itu, penggunaan AC, kondisi ban, beban kendaraan, arah angin, hingga kontur jalan juga dapat memengaruhi konsumsi energi. Angin dari depan misalnya, dapat membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan kecepatan.
Jadi, bukan berarti mobil listrik selalu lebih boros daripada mobil bensin saat melaju kencang. EV tetap memiliki efisiensi energi tinggi, tetapi keunggulannya paling terasa pada kondisi tertentu. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar pula pengaruh hambatan udara terhadap konsumsi energi, sehingga jarak tempuh aktual EV dapat turun lebih cepat.