Penjualan Tesla di China Turun 12,4 Persen, Ekspor Terus Naik!

- Penjualan ritel Tesla di China mencapai 50.047 unit pada Agustus 2026, turun 12,4% tahunan dan menjadi penurunan tahunan ketiga berturut-turut.
- Ekspor Tesla dari pabrik Shanghai mencapai 36.119 kendaraan pada Agustus, naik 38,7% tahunan; total Januari-Agustus melonjak 114,7% menjadi 331.443 unit.
- Ekspor menyumbang 51,2% wholesale Tesla Shanghai sepanjang delapan bulan pertama 2026, membantu total penjualan pabrik naik 25,6% meski pangsa BEV domestik turun menjadi 7,2%.
Penjualan ritel Tesla di China kembali mengalami penurunan pada Agustus 2026. Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA), angka tersebut menjadi penjualan ritel Agustus terendah Tesla di China sejak 2022.
Di tengah melemahnya pasar domestik, pabrik Tesla di Shanghai justru semakin aktif mengirim kendaraan ke luar negeri. Kondisi ini membuat ekspor menjadi salah satu penopang utama kinerja Tesla dari fasilitas produksinya di China.
1. Penjualan domestik Tesla kembali menurun

ilustrasi mobil Tesla (tesla.com) Menurut laporan CarNewsChina.com, Tesla menjual 50.047 kendaraan di China sepanjang Agustus 2026. Angka tersebut turun 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika penjualan mencapai 57.152 unit. Meski demikian, performa Agustus sebenarnya meningkat signifikan dibandingkan Juli yang hanya mencatat 27.249 unit.
Penurunan secara tahunan tersebut menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Tesla di pasar China. Dalam delapan bulan pertama 2026, penjualan domestik Tesla mencapai 316.251 unit atau turun 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan persaingan di pasar kendaraan listrik China semakin ketat.
2. Ekspor dari Shanghai terus mengalami peningkatan

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Tesla Fans Schweiz) Berbanding terbalik dengan penjualan domestik, ekspor kendaraan Tesla dari pabrik Shanghai justru mencatat pertumbuhan tahunan selama delapan bulan berturut-turut. Pada Agustus, sebanyak 36.119 kendaraan diekspor, naik 38,7 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.
Meski meningkat secara tahunan, jumlah ekspor tersebut turun 45,6 persen dibandingkan Juli yang mencatat rekor 66.330 kendaraan. Secara kumulatif, ekspor dari Shanghai selama Januari hingga Agustus mencapai 331.443 unit. Angka ini melonjak 114,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika tren tersebut berlanjut, 2026 berpotensi menjadi tahun pertama ketika ekspor Tesla dari Shanghai melampaui penjualan domestiknya di China.
3. Ekspor kini menjadi penopang kinerja Tesla

ilustrasi Tesla, mobil listrik (unsplash.com/Tesla Fans Schweiz) Gabungan penjualan domestik dan ekspor atau wholesale Tesla dari pabrik Shanghai mencapai 86.166 kendaraan pada Agustus. Jumlah tersebut naik 3,6 persen secara tahunan, meskipun turun 7,9 persen dibandingkan Juli. Secara keseluruhan, wholesale sales Tesla mencapai 647.694 kendaraan selama delapan bulan pertama 2026, meningkat 25,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perubahan komposisi penjualan tersebut cukup menarik. Ekspor menyumbang 51,2 persen dari total wholesale sales pabrik Shanghai sepanjang Januari-Agustus 2026, meningkat tajam dibandingkan 29,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di pasar BEV China sendiri, Tesla menguasai 7,2 persen penjualan ritel pada Agustus, turun dari 8,3 persen setahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan BEV China secara keseluruhan mencapai sekitar 698.000 unit atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan.
Data tersebut menunjukkan Tesla masih memiliki aktivitas produksi dan penjualan global yang kuat dari China, tetapi pasar domestiknya menghadapi tekanan yang semakin besar. Pertumbuhan ekspor membantu menutupi penurunan penjualan di dalam negeri, sekaligus memperlihatkan semakin pentingnya pabrik Shanghai sebagai basis produksi untuk pasar internasional.




















