Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Efek Mencampur Oli Bekas dengan Oli Baru di Motor, Bisa turun Mesin!

Efek Mencampur Oli Bekas dengan Oli Baru di Motor, Bisa turun Mesin!
Ilustrasi mengganti oli motor (Istimewa)
Intinya Sih
Timeline
Gini Kak
Sisi Positif
  • Mencampur oli bekas dengan oli baru merusak formula aditif dan viskositas, membuat perlindungan mesin hilang serta mempercepat keausan komponen penting seperti piston dan silinder.
  • Kotoran dari oli bekas memicu pembentukan lumpur mesin yang menyumbat jalur pelumasan, menyebabkan bagian atas mesin kekurangan oli dan mengalami gesekan kering berbahaya.
  • Oli campuran kehilangan kemampuan pendinginan, menimbulkan overheat ekstrem hingga risiko piston macet dan kerusakan total mesin yang berujung pada biaya turun mesin mahal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menghemat pengeluaran untuk perawatan sepeda motor memang menjadi prioritas bagi sebagian besar pengendara roda dua. Namun, tidak jarang metode penghematan yang diambil justru melanggar aturan logis otomotif, salah satunya adalah nekat menambahkan atau mencampur oli bekas yang masih terlihat "lumayan" dengan oli baru ke dalam ruang mesin.

Alih-alih membuat volume pelumas kembali penuh dan menghemat uang pembelian satu botol oli utuh, tindakan spekulatif ini justru menjadi awal dari kehancuran performa motor. Mencampur dua cairan dengan kualitas dan kondisi yang bertolak belakang seperti ini akan memicu reaksi kimia berantai yang berdampak sangat buruk bagi kesehatan jantung mekanis kendaraan harian.

1. Kerusakan instan pada formula aditif dan penurunan drastis viskositas oli

ilustrasi mengganti oli motor (Suzuki.co.id)
ilustrasi mengganti oli motor (Suzuki.co.id)

Oli baru yang keluar dari pabrikan dirancang dengan formula kimia yang sangat presisi, lengkap dengan berbagai zat aditif seperti anti-wear, detergent, dan anti-oxidant untuk melindungi mesin. Ketika cairan pelumas baru ini dikontaminasi oleh oli bekas, zat aditif yang ada di dalam oli baru akan langsung rusak karena harus bekerja keras menetralisir kotoran dan asam yang dibawa oleh oli lama. Akibatnya, fungsi perlindungan kimiawi dari oli baru tersebut langsung lumpuh total seketika.

Selain merusak aditif, tingkat kekentalan atau viskositas oli juga akan mengalami kekacauan. Oli bekas yang sudah mengencer atau justru mengental akibat oksidasi ekstrem akan merusak lapisan film pelindung (oil film) yang seharusnya dibentuk oleh oli baru. Tanpa adanya lapisan film yang stabil, komponen krusial yang saling bergesekan di dalam mesin seperti piston dan dinding silinder akan mengalami kontak langsung, memicu keausan dini yang sangat parah.

2. Pembentukan lumpur mesin yang menyumbat jalur sirkulasi pelumasan

ilustrasi ganti oli motor (pexels.com/lucas)
ilustrasi ganti oli motor (pexels.com/lucas)

Oli bekas membawa banyak sekali partikel kotoran, mulai dari sisa karbon pembakaran, kontaminasi bahan bakar, hingga serpihan mikro logam hasil gesekan mesin terdahulu. Ketika kotoran-kotoran pekat ini disatukan dengan oli baru dan terkena suhu panas dari ruang bakar, cairan pelumas akan mengalami stres termal yang hebat. Kondisi ini mempercepat proses oksidasi dan memicu terbentuknya endapan lumpur hitam yang tebal atau sering disebut engine sludge.

Lumpur mesin ini memiliki sifat lengket dan kental yang sangat berbahaya bagi sistem mekanis motor. Endapan tersebut lambat laun akan menyumbat lubang-lubang kecil atau pipa kapiler yang berfungsi mengalirkan oli ke bagian atas mesin, termasuk area cylinder head. Ketika jalur sirkulasi ini tersumbat, komponen penting seperti noken as (camshaft) dan pelatuk klep (rocker arm) tidak akan mendapatkan pasokan pelumas sama sekali, sehingga memicu gesekan kering yang fatal.

3. Risiko overheat ekstrem dan jebolnya mesin yang memicu turun mesin

ilustrasi mesin motor (vecteezy.com/pichai pipatkuldilok)
ilustrasi mesin motor (vecteezy.com/pichai pipatkuldilok)

Fungsi utama oli tidak hanya melumasi, tetapi juga bertindak sebagai agen pendingin yang menyerap suhu panas dari ruang bakar untuk disalurkan ke seluruh blok mesin. Oli campuran yang sudah kehilangan stabilitas termalnya tidak akan mampu lagi menyerap dan meratakan panas dengan optimal. Hasilnya, suhu di dalam ruang mesin akan melonjak drastis melewati batas normal dalam waktu yang sangat singkat, memicu fenomena overheat.

Jika motor terus dipaksa berjalan dalam kondisi overheat dengan pelumasan yang buruk, komponen di dalam mesin akan memuai secara ekstrem. Piston bisa mendadak macet atau "mengancing" di dalam silinder, stang seher bisa bengkok, dan seluruh komponen internal bisa rontok seketika. Pada akhirnya, niat awal untuk menghemat uang puluhan ribu rupiah demi membeli oli baru justru berubah menjadi malapetaka berupa biaya jutaan rupiah untuk turun mesin total.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More